
Brak.
"Heh Cupu! cepat belikan gue makanan!" hardik seorang siswi yang datang bersama teman nya, lalu menghadang Rasi.
Tiara kaget, tapi ia tidak melakukan apapun. Tiara hanya menatap mereka saja.
"Tapi, aku tidak punya uang!" jawab Rasi gemetar ketakutan.
"Gue gak mau tahu, Lo harus beliin kita makanan!" bentak siswi itu.
Rasi tidak berani menatap mereka, ia tidak mau lagi dan lagi di keroyok.
"Cih, zaman sekarang masih ada yah zaman bullying?"
Siswi yang menghardik Rasi tadi menoleh kearah Tiara. Ia tersenyum miring, lalu mendekati meja Tiara.
"Wah, anak pindahan mau coba coba jadi pahlawan yah?" cibirnya.
Tiara terlihat santai, ia menatap siswi itu datar.
"Mau pahlawan atau pun tidak, yang jelas dan pasti di sini adalah, Lo itu seorang pengecut!" ucap Tiara penuh penekanan di akhir kalimat nya.
Teman siswi itu tidak terima, ia berjalan mendekat kearah Tiara dan hendak memukul Tiara. Tapi, hal tidak terduga terjadi.
Strett....
Brug...
"Aws......" teman siswi itu teriak kesakitan. Membuat teman teman nya datang memeriksa keadaannya.
Tiara sangat handal, dalam satu tendangan. Kursi Rasi bergeser begitu cepat dan berhenti mengenai tulang kering siswi yang hendak menghardiknya.
__ADS_1
"Kau gila yah, kau membuat kaki nya memar" hardik mereka.
Rasi kaget, ini masalah semakin besar. Tiara dalam bahaya jika dirinya terus menantang mereka.
"Hewan saja bersiap siaga jika ada musuh hendak mencelakai nya, apa Gue tidak boleh mencegah masalah menghampiri gue?" ujar Tiara.
Rasi datang, ia menengahi mereka.
"Sudah Angle, aku akan membelikan makanan yang kau minta" ucap Rasi.
Tiara menatap marah, ia sudah membela Rasi, tapi dia malah seperti ini.
"Tidak soal makanan, aku tidak akan pernah melepaskan kalian berdua!" tegas Angle.
"Cih, " Tiara berdecak.
Dari pintu, salah satu anak buah siswi itu melihat kedatangan seseorang, lalu ia memberikan kode pada Angle. Seperti nya dia adalah ketua nya.
"Andrew lewat, Andrew lewat!!!" teriak nya.
"Awh....Kenapa Lo memukul gue. Gue kan cuma mau berkenalan!" teriak Angle berdamai, ia menangis tersedu sedu.
"Mulai deh" batin Rasi.
Tiar mengangkat satu alisnya, berpikir apa yang sedang gadis ini lakukan.
"Ada apa ini?"
Suara bariton tegas terdengar dari arah pintu.
"Andrew, anak baru itu memukul gue. Padahal gue hanya ingin berteman dengan nya. Lihat lah, kaki Sindi juga memar di buatnya" adu Angle semakin menangis.
__ADS_1
Tiara tidak tahu, dari mana datang nya air mata yang keluar dari pelupuk mata Angle.
Andrew menatap kearah siswi pindahan itu, mata nya sedikit melotot.
"E Lo!" ucap mereka bersamaan.
"Oh, jadi Lo siswi pembuat onar itu!" tuding Andrew.
Tiara mengerut, tidak tahu masalah nya. Tapi cowo ini malah seenaknya menuduh nya pembuat onar.
Tiara berdiri, menghadap Andrew yang menatap nya tajam.
"Lo, kalau gak tahu apa masalah nya. Lebih baik Lo diem deh. Dari pada Lo terlihat seperti banci!" ucap Tiara menunjuk dada Andrew.
"Jaga yah mulut Lo, seenaknya bilang pacar gue banci!" sela Angle marah.
"UPS.. Pacar? wahhh sungguh dunia ini adil yah. Cewe seperti Lo, dipersatukan dengan cowo seperti Lo!" ucap Tiara pada Andrew dan Angle.
Rasa kesal yang kemarin Tiara rasakan, kembali menghinggapi diri nya.
"Lo harus ikut sama gue!"
Tiara menepis tangan Andrew yang tiba-tiba mencengkram pergelangan tangan nya.
"Jangan sentuh aku!" hardik Tiara marah. Dia paling tidak suka jika di sentuh sembarangan oleh orang lain.
"Ada apa ini Dre?"
Seorang siswa lain nya datang, bahkan lebih banyak. Keributan yang Andrew dan Tiara lakukan malah mengundang kerumunan.
"Wahh,, anak pindahan."
__ADS_1
...----------------...
Yuk guys baca novel terbaru aku!!!!!!! Jangan lupa vote like dan komen yah😘