
Tuk!! Tuk!!
Yoga terus mengetuk pintu kamar Raisa.
"Duhh siapa sih, ganggu aja deh!" gerutu Raisa turun dari atas ranjang nya, kemudian berjalan menuju pintu kamarnya. Raisa tidak tahu jika itu adalah Yoga
Ceklek~
"Hai Raisa, yuk jalan!"
"Ogah!" tolak Raisa hendak menutup pintu, namun di tahan oleh Yoga.
"Kamu ini apa apaan sih, ingat yah aku itu bukan hewan peliharaan mu lagi!!!"
"Siapa bilang? kamu masih tetap jadi kucing peliharaan ku!" tekan Yoga.
"Udah deh pergi aja sana!!" usir Raisa.
Namun, Yoga tidak mau kalah. Ia menarik tangan Raisa, kemudian memeluk tubuh wanita satu anak itu dengan erat.
"Aku sangat merindukan mu Raisa, aku sangat mencintai mu!" ungkap Yoga.
Raisa terdiam, tak ada reaksi apapun selain detak jantung yang berdetak semakin cepat.
"Kenapa jantungku berdetak semakin cepat? apa aku masih menyukainya?" pikir Raisa dalam hati.
Beberapa saat mereka terdiam, menikmati kehangatan yang selama ini mereka rindukan.
Raisa mulai tersadar, saat tangan Yoga terangkat membelai Rambutnya.
"Lepas, brengsek!" maki Raisa mencoba mendorong dada Yoga agar pria itu menjauh darinya.
"Sebentar saja Raisa" mohon Yoga menahan tubuh Raisa agar tetap di dalam pelukan nya.
Raisa tetap berontak, ia tidak mau kembali larut dalam semua ini. 2 kali sakit sudah sangat cukup baginya.
Terus menerus memberontak, akhirnya Raisa terlepas dari pelukan Yoga. Namun hal yang mengejutkan terjadi.
Cup~
Yoga malah menarik tengkuk Raisa dan mengecup bibir merah wanita itu.
Mata Raisa melotot, ia sangat terkejut sampai tak memberikan reaksi apapun.
Melihat Raisa yang diam saja, Yoga merasa menang. Ia mengunci kedua tangan Raisa ke belakang dan mulai menikmati bibir ranum yang sudah 4 tahun ia rindukan.
Awal nya Raisa hendak memberontak, tapi tangannya terkunci dan tidak bisa bergerak.
Cup~
"I love you Raisa, i love you" ungkap Yoga berkali kali di sela sela ciuman nya.
Hati yang sangat mencintai, hati yang tak pernah lupa dengan rasa yang sempat menghangat di dalam hati. Tentu akan sangat mudah meleleh, tentu akan sangat mudah luluh.
Raisa merasakan hangatnya nelayan Yoga, ia sampai memejamkan kedua matanya menikmati lembutnya ciuman Yoga.
Wanita itu mampu merasakan betapa rindu nya Yoga kepadanya, bahkan ungkapan perasaan yoga mengena di hatinya.
Hanya saja, wanita itu terselimuti oleh gengsi dan sifat egois. Ia tidak mau mengakui jika dirinya masih mencintai Yoga, ketakutan yang sangat besar membuat dirinya tidak berani mendekati perasaan itu lagi.
Cukup lama Yoga mencumbui bibir Raisa, tanpa wanita itu membalas perlakuan nya.
__ADS_1
Yoga pikir Raisa tidak menyukainya lagi, karena wanita itu hanya pasrah dan tidak melakukan apapun.
Detik detik terakhir ketika Yoga hendak melepaskan pangutan nya, tiba-tiba ia di kejutkan oleh Raisa yang membalas ciumannya.
Alhasil, Yoga tidak jadi melepasnya. Ia malah semakin memperdalam ciuman mereka.
"Love you Raisa!!!" ungkap Yoga senang.
...----------------...
Niko hendak pergi ke rumah sakit, setelah menemui Raisa ia merasa benar-benar sangat sakit.
"Ayo,bawa aku ke rumah sakit!" titah Niko. Ia sudah tidak tahan lagi.
"Baik pak" jawab supir.
Niko masuk ke dalam mobil, baru saja terduduk, ia sudah mulai kesusahan melihat. Tiba-tiba semua terlihat gelap dan jleb.
Niko tidak sadarkan diri.
Supir tidak menyadarinya, ia pikir Niko sedang tidur karena sedang sakit dan beristirahat di belakang.
Meskipun sejak tadi supir bertanya dan mengajak boss nya mengobrol tidak di sahut oleh boss nya. Ia tetap tidak menyadari jika Boss nya itu sudah pingsan.
25 menit kemudian.
Mobil terparkir di depan rumah sakit, sang supir berbalik dan menatap boss nya yang bersandar sembari memejamkan mata.
"Boss sudah sampai, apa saya perlu mengantar anda kedalam?" tanya sang supir.
Namun, Niko tidak menjawab.
"Boss!!!" panggil sang supir yang mulai gelisah. Sang supir pun akhirnya memutuskan untuk turun dan membuka pintu mobil sebelah Niko.
"Pantes gak menyahut dari tadi!!! lenguh pak supir.
"Hei, tolong!!! Tolong, boss saya pingsan. bawakan brankar dan bawa dia ke dalam !!!" teriak sang supir pada perawat yang berada di dekat sana.
"Kenapa pak?" tanya para suster dan perawat pada supir.
"Saya tidak tahu,boss saya pingsan tiba-tiba " jelas sang supir.
"Sudah sudah, sekarang kita bawa ke ruang UGD!"
Yoga pun di larikan ke ruang UGD.
Pak supir tampak panik, ia memutuskan untuk menghubungi seseorang.
...----------------...
Di kamar Raisa, Yoga tampak duduk di sofa dengan salah satu tangannya membelai rambut Raisa.
Mereka akhirnya berdamai setelah berciuman. Perasaan memang tidak bisa bohong, keras nya Raisa akhirnya luluh juga
DRRRTTTT.....
DRRRTTTT
Yoga melirik ponselnya, ia kaget kenapa supir Niko menghubungi
"Kenapa gak di angkat pak!!!" lirih seseorang dalam hati, ia sangat panik dan tidak tahu harus berbuat apa lagi.
__ADS_1
DRRRRRTTTT.......
DRRRRRTTTT....
Perhatian Raisa terganggu, ia melirik ponsel Yoga dan heran mengapa Yoga tidak menerima panggilan itu.
"Angkat saja!" ujar Raisa.
Yoga pun mengangguk pelan, lalu meraih ponselnya
"Hallo tuan, ini gawat....gawat den!!" ucap pak supir di seberang sana.
"Aduh ngomong itu yang jelas pak, saya gak ngerti apa yang bapak bicarakan!" dengus Yoga.
"Anu pak...Itu...Niko!" ucap pak supir kembali terbata.Yoga memutar mata bosan, sikap supirnya sangat membuatnya gemas.
"Tuan Niko masuk rumah sakit"!
jelas sang supir.
Jleb~
"Apa???? di rumah sakit mana?"tanya Yoga.
Mendengar kata rumah sakit, Raisa langsung menoleh pada Yoga.
"Apa yang terjadi??" tanya Raisa saat Yoga menutup telfon.
"Aku harus pergi sekarang" pamit Yoga.
"Kamu belum jawab pertanyaan ku!" tahan Raisa.
Yoga yang sangat panik hanya bisa menggaruk kepalanya ayang tidak gatal, lalu mencoba pelan pelan menjelaskan pada Raisa.
"Niko masuk rumah sakit, aku harus melihatnya Sekarang" ucap Yoga.
"Apa??? kok bisa???yaudah aku ikut!" pinta Raisa. Yoga pun mengangguk dan membiarkan Rais sikut bersama nya.
...----------------...
Tap tap ..
Langkah kaki terburu buru Raisa dan Yoga terdengar menggema di lorong rumah sakit.
"Pak!" panggil Yoga, ia menghampiriku supir pribadi yang di khususkan untuk mengantar dan membawa Niko kemana pun ia mau .
"Bagaimana keadaan Niko pak??" tanya Raisa.
"Tuan masih di dalam, lagi di tangani" jelas pak supir.
Yoga dan Raisa mondar mandir menunggu Niko selesai di periksa, mereka sangat penasaran, apa sebenarnya yang terjadi pada Niko.
Ceklek~
Pintu ruang UGD terbuka, muncullah seorang dokter dari sana.
"Di mana keluarga pasien?" tanya Dokter menatap mereka semua.
"Saya dok!" jawab Yoga angkat tangan.
"Bisa kita bicara sebentar?"
__ADS_1
"Bisa dok!"
Yoga menggenggam tangan Raisa, menenangkan wanita itu seolah mengatakan semuanya akan baik baik saja .