Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Berkumpul kembali!!!


__ADS_3

"Mau kemana?" Titi menatap heran pada suaminya yang berpapasan dengan nya di pintu depan.


Johan tersenyum manis, memeluk istrinya erat.


"Aku akan menemui paman Handi, aku akan meminta dia untuk mencari tahu tentang wanita yang mirip dengan Raisa"


"Benarkah?" Titi menatap wajah suaminya penuh dengan senyuman.


"Iya sayang, aku juga penasaran dengan wanita itu"


"Yaudah,kamu hati hati yah. Aku mau liat Ratu dulu"


Johan mengangguk, ia pergi sendiri ke tempat paman nya. Ia yakin pamannya bisa ia andalkan untuk masalah ini.


Johan sudah sangat lama tidak bertemu dengan paman, padahal ia sangat mengagumi pamannya itu.Selama masih ada Handi, maka kepemimpinan kelompok mafia nya masih di pegang oleh pria yang sudah tua itu.


...----------------...


Titi masuk ke dalam kamar putrinya, kamar yang berwarna kebiruan itu terlihat sangat rapi.


"Anak mama lagi apa yah??"Titi mendekati putrinya yang sedang menatap lembaran foto polaroid di atas meja nya.


"Aku lihat foto ini ma, kemarin gak sengaja ke cetak" jawab Ratu sembari menunjukkan foto itu.


Titi meraihnya, ia melihat foto siapa yang tercetak di sana.


"Mama ngerasa kalau anak ini mirip seseorang?" ujar Ratu.


"Ini kan anak laki-laki yang bantu mama saat di omongin ibu ibu di taman itu kan?" Ratu mengangguk pelan.


"Ma, coba deh liat wajahnya.Dia sangat mirip dengan paman Yoga." ucap Ratu lagi.


Titi melakukan apa yang anak nya katakan. Ia mengamati foto Roy yang tidak sengaja di ambil oleh Ratu. Lalu Titi mengeluarkan ponselnya, ia mencari foto suaminya bersama dengan Yoga.


Deg.


"Ternyata wajah yang tidak asing di wajah anak ini, wajah Yoga" batin Titi. Ia menggeleng pelan, dugaannya semakin besar terhadap Roy dan wanita yang mirip dengan Raisa.


"Ma.."


"Mama...Kok melamun?"


Titi tersentak, ia tersenyum pada putrinya.


"Kenapa Ratu bilang begitu sayang. Mereka gak ada hubungan darah gak mungkin lah mirip" jelas Titi.


"Tapi ma, liat deh. Mereka beneran sama. Kaya satu yang versi dewasa dan satunya lagi yang versi kecil"


Ratu beneran anak yang pintar, meskipun ucapan nya sedikit masih ada yang kurang tepat. Tapi, dia sangat bijak.


"Uuuu....Anak mama memang pinter yah, udah kamu tidur siang dulu gih. Nanti mama coba bilang ke paman dan papa yah, biar mereka tahu anak ini kembaran paman Yoga" ucap Titi membujuk anak nya.


"Wahhh mama beneran mau bilang? aku tadinya takut, tapi aku jadi senang mama mau bilang"


Titi menggendong putrinya, lalu membaringkan di atas kasur.


"Kamu istirahat yah, pasti capek main seharian di taman kan?"


Ratu mengangguk, kemudian mulai memejamkan matanya.


Sedangkan Titi, kembali merenung memikirkan tentang kemiripan Roy dengan Yoga. Apalagi waktu pertama berjumpa dengan Roy, ia tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita yang mirip sekali dengan Raisa. Dan lebih mengejutkan nya adalah, Roy memanggil mama pada wanita itu.


"Apa dia beneran Raisa?? jika bener, kenapa dia tidak mau menyapa ku???"

__ADS_1


Titi ikut berbaring di samping putrinya, pikirannya masih melayang dan memikirkan tentang siapa wanita itu dan bocah itu.


Lama lama akhirnya Titi ikut masuk ke dunia mimpi bersama putrinya, dengan satu tangannya memeluk tubuh mungil Ratu.


...----------------...


Johan tiba di sebuah rumah besar, ia bersyukur paman nya sudah tidak tinggal di gedung tua itu lagi. Entah apa yang membuat paman nya berubah pikiran, tapi yang jelas Johan senang mendengar kabar ini.


Dari dulu, hingga sekarang. Johan masih belum tahu, fakta tentang putra paman nya yang masih hidup. Ia tidak tahu sama sekali.


Handi merahasiakan semua ini dari keluarga nya bermaksud untuk melindungi putra nya. Dan bukan hanya itu, Dave juga bisa melacak para musuh dengan identitasnya Sekarang.


Johan menatap lama rumah itu, ia baru saja akan melangkah masuk, tiba-tiba sebuah mobil berhenti dan seseorang keluar dari dalam mobil itu dengan tatapan terkejut padanya.


Raisa, yah wanita itu baru saja pulang ke rumah untuk bertemu dengan paman nya yang tadi menghubungi nya.


Tubuh Johan membeku, matanya mulai berkaca kaca.


"Raisa..."lirih Johan. Perlahan ia melangkah mendekati adiknya yang selama ini ia anggap sudah meninggal.


Mata Raisa tak jauh berbeda dengan Johan. Ia melangkah cepat kemudian memeluk erat tubuh Johan.


"Iya kak, ini aku"


Johan semakin memeluk Raisa erat, ia berharap ini bukan mimpi.


"Kemana aja, kenapa kamu baru muncul? aku sudah menganggap mu meninggal. Kamu tahu betapa menderitanya aku???"


"Maafin aku....hiks...Maafin aku....."


"Raisa, Johan!"


Kedua nya terkejut, mereka saling melepaskan pelukan satu sama lain, kemudian menoleh pada Mr Bein yang berdiri di depan pintu.


"Paman! jadi?" Johan melangkah mendekati Mr Bein.


Raisa menatap kakaknya, lalu mengangguk pelan.


"Ayo masuk, aku akan menceritakan semuanya" ujar Raisa.


Johan menurut, ia ikut masuk bersama Raisa. Ia harus tahu segalanya, apa sebenarnya yang terjadi selama 4 tahun ini.


...----------------...


Di dalam ruangan kerja Mr Bein, Raisa duduk di samping Johan dan di depan mereka ada Mr Bein. Tak lama kemudian datang lah Dave dan Julia.


Johan terkejut, ia tahu pria itu dari Yoga. Awalnya Johan ingin marah, tapi Raisa menahan nya.


"Kak, jangan emosi dulu." cegah Raisa.


"Paman, sebenarnya ada apa ini? apa yang telah paman sembunyikan dari aku selama 4 tahun ini?"


"Sebenarnya semua ini rencana aku kak,aku yang minta sama paman untuk memanipulasi kematian ku" jawab Raisa menjelaskan. Dave dan Julia masih diam mendengarkan percakapan kakak dan adik itu.


"Apa?? jadi ini semua udah di rencanakan??"


"Iya kak, aku gak tahu mau lakukan apa lagi. Aku ngerasa hancur dan gak bisa berpikir. Hanya berpikir aku pergi menjauh dari pria itu!" jelas Raisa, ia mulai terisak, kenangan pahit itu kembali menghinggapi hatinya.


"Tapi gak harus membohongi kakak Raisa, kakak bisa bantu kamu!"


"Bantu apa? kamu lebih memihak pada pria itu!" sela Dave.


"Diam kau! jangan ikut campur!" bentak Johan menatap tajam pada Dave.

__ADS_1


"Aku berhak ikut campur!" balas Dave tak mau kalah, ia sangat kesal pada adik sepupu nya ini, saat tahu bagaimana sikapnya terhadap Yoga.


"Siapa kau huh, ini urusan keluarga ku!"


"Ini juga urusan keluarga ku bodoh!"


Johan berdiri, emosinya benar benar sudah memuncak saat ini. Melihat hal itu, Dave pun ikut berdiri.


Keduanya saling berhadapan dengan tatapan sama sama sinis.


"Aduhh....Makin ribet ni" gumam Mr Bein menggaruk kepalanya.


"Kak! sudah cukup. Kalian kok malah berantem sih" dengus Raisa.


"Maklumlah Lina, kakak adek sudah biasa kok berantem" celetuk Julia santai, ia tengah asik bermain ponsel.


"Apa?" Johan menelaah maksud dari perkataan wanita yang tidak ia kenal itu, ia juga tidak tahu mengapa wanita itu bisa ada di sini dan ikut dalam pembicaraan keluarga ini.


"Dia kakak mu Johan, yang dulu pernah di nyatakan meninggal di serang musuh. Ternyata dia masih hidup, semua itu berkat Turhan."Jelas Mr Bein.


Johan tak bisa percaya, bagaimana mungkin kakaknya yang waktu itu masih kecil hidup kembali .


"Berlaku sopan lah padaku!" ujar Dave sombong.


Johan kembali duduk, ia menatap Raisa dengan tatapan penuh kebingungan.


"Aku hidup bersama mereka di sebuah pulau yang sangat jauh. Hingga aku kembali ke negara ini setelah 4 tahun berlalu.


Awalnya aku takut, tapi putra ku sangat menginginkan tinggal disini" jelas Raisa panjang lebar.


"Putra?" ulang Johan tidak mengerti. Bersamaan dengan itu, pintu ruangan kerja Raisa terbuka.


Ceklek~


"Mami....Aku mau main game, di mana tablet ku??" tanya Roy masuk ke dalam ruangan itu, kemudian langsung mendekati Raisa.


Johan menatap lekat bocah yang lebih tua dari putrinya satu tahun.


"Dia putra ku kak, penyemangat hidup ku"


"Mama, siapa paman ini?" tanya Roy menatap Johan.


Johan merengkuh tubuh Roy, kemudian mengecup pipinya penuh kasih sayang.


Jika orang mengatakan pria itu menangis pertanda cengeng, Johan tidak akan peduli. Dia benar-benar tidak habis pikir bisa bertemu dengan sang adik dan keponakan lucu nya ini.


"Paman siapa?" tanya Roy lagi, ia hampir berpikir jika Johan adalah papa nya.


"Aku paman mu, sama seperti pria itu" tunjuk Johan pada Dave.


"Tidak sama, aku tampan, kamu jelek" sangkal Dave.


Mr Bein tersenyum melihat kelakuan anak dan keponakan nya.


Roy menoleh, ia melihat ada Mr Bein di sana.


"Eh kakek ada di sini juga?" tanya Roy yang baru sadar akan kehadiran kakeknya.


"Sejak tadi kau baru menyadari nya he"


"Maaf kakek" kekeh Roy senang.


Hari itu akhirnya mereka jadikan untuk perkumpulan keluarga yang telah lama tidak bertemu.

__ADS_1


Raisa menceritakan semuanya dan Johan juga menceritakan semua yang terjadi selama 4 tahun ini pada Raisa.


"Aku senang kak"


__ADS_2