Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Bertemu 3 kali


__ADS_3

Di dapur sebuah restauran, tampak dua pelayan perempuan dan laki-laki tengah bernego dengan para koki.


"Apa bisa membuat telur bakar?" tanya pelayan wanita pada kepala koki. Ia tampak terkejut, kenapa aneh sekali pelanggan mereka kali ini.


"Di menu kan tidak ada makanan itu, kenapa dia bisa memesan itu?" heran kepala koki.


Pelayan wanita menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gatal. Kemudian menjelaskan apa yang terjadi pada kepala koki.


"Dia benar benar terlihat aneh, bahkan sikapnya itu behhhhh.... Bikin kesal" ungkap pelayan wanita.


Sedangkan pelayan laki laki hanya menggeleng melihat ekspresi pelayan wanita menjelaskan pada kepala koki.


"Terus bagaimana?" tanya pelayan laki laki.


"Yah mau bagaimana lagi, demi kepuasan pelanggan. Kita harus membuatnya. Lagi pula pelanggan ini sangat penting, dia bukan orang sembarangan " ungkap pelayan wanita, di angguki oleh kepala koki.


"Baiklah, kalau begitu aku akan meminta bawahan ku untuk menyelesaikan nya" ucap kepala Koki.


"Jangan lupa, nasi goreng ayam crispy special!" peringat pelayan pria.


Kepala koki mengangguk mengerti, kemudian bergegas membuat pesanan yang Raisa dan Yoga inginkan.


15 menit berlalu, akhirnya pelayan wanita dan pria kembali datang menghampiri meja mereka.


Yoga tampak harap harap cemas, ia takut jika mereka tidak bisa membuat pesanan Raisa. Bisa bisa perang kembali terjadi.


"Permisi, tuan dan Nona. Maaf jika kami membuat kalian menunggu lama" ucap pelayan itu tersenyum ramah.


Raisa membalasnya, ia sudah tidak sabar ingin memakan telur bakar nya.


"Tidak masalah, tapi apa kalian membawa pesanan ku?" tanya Raisa memastikan.


"Tentu nona, ini pesanan mu. Kami harap ini sesuai dengan yang anda inginkan" jawab pelayan wanita sembari meletakkan piring dan mangkok di hadapan Raisa.


Di dalam mangkok, terdapat 5 butir telur berwarna kehitaman. Mungkin efek di bakar, makanya telur ayam itu berubah menjadi warna hitam.


"Wahhhh....." mata Raisa berbinar, ia sangat senang melihat telur telur itu.


"Makasih yah, restauran kalian memang yang paling terbaik" ungkap Raisa.


Yoga bernafas lega, ia sangat khawatir tadi.


"Terimakasih, kalian boleh pergi"kata Yoga.


Kedua pelayan itu memberi hormat, kemudian berbalik pergi. Nafas lega terdengar dari kedua nya.


"Aku pikir dia akan menolak dan meminta kita melakukan hal yang lain" gumam pelayan wanita salah perkiraan.

__ADS_1


"Makanya, jangan suudzon dulu. Salah kan? udah dosa kamu itu" kata pelayan laki laki.


"Yayyaa.....Aku memang salah" sahut pelayan wanita mengaku salah. Mereka pergi meletakkan troli, kemudian kembali memperhatikan para tamu yang datang ke restauran mewah itu.


Beda dari yang lain, yah begitulah kata setiap pengunjung yang sudah pernah datang dan menikmati sajian dari restauran ini.


Mereka selalu menjadi kecanduan dan memilih restauran ini sebagai tempat bersantai atau tempat tempat untuk melamar kekasihnya.


Selain tempatnya yang mendukung, kebijakan Restauran ini sangat di sukai oleh customer. Makanya, setiap hari restauran ini tidak pernah terlihat sepi.


...----------------...


Raisa mulai membuka cangkang telur ayam yang terlihat menghitam. Tangannya juga terlihat ikut menghitam.


"Sebelum nya apa kamu pernah memakan ini honey?" tanya Yoga menatap Raisa heran.


"Aku belum pernah, tapi tadi tiba-tiba kepikiran ingin makan ini" jawab Raisa sambil mengelupas cangkang telur.


Setelah semua telur sudah bersih dan terlihat sama seperti bentuk telur rebus. Tapi ada yang membedakannya.


Jika telur rebus terlihat lembek seperti agar agar. Sedangkan telur bakar ini teksturnya terlihat lebih padat dan kokoh.


"Sayang mau coba?" tawar Raisa mengulurkan satu butir telur pada Yoga. Namun pria itu langsung menggeleng menolaknya. Ia yakin rasanya pasti tidak enak.


"Kenapa?" tanya Raisa.


Raisa mengangguk pelan, ia kembali menarik tangannya yang terulur, kemudian memakan sendiri telur bakar itu.


Yoga tidak fokus dengan makanannya, ia malah menatap dan mengawasi Raisa yang akan memakan telur bakar itu.


Slup~


1 butir telur ayam bulat masuk ke dalam mulut Raisa. Yoga tercengang, bagaimana bisa telur bulat sebesar itu masuk sekaligus ke dalam mulut Raisa.


Raisa mengunyah ngunyah dengan lahap, rasa nya terasa sangat enak di lidahnya. Ia kembali memasukkan 1 butir lagi ke dalam mulutnya


"Ini ssmyangat ennak" ucap Raisa dengan mulut penuh terisi oleh telur bakar.


"Benarkah?" tanya Yoga ragu.


Glek~<


Raisa menelan telur yang ada di sama mulutnya setelah mengunyah beberapa kali.


"Enak banget beb, rasanya seperti telur rebus tapi ini lebih enak!!" ungkap Raisa.


"Kalau begitu makan lah sampai habis" balas Yoga. Ia kembali fokus pada nasi goreng nya, kemudian mulai melahap nya.

__ADS_1


"UMM...Aku ke toilet bentar yah" kata Raisa ijin. Tiba tiba ia merasa kebelet ingin ke kamar mandi.


."Mau aku anter?" tawar Yoga.


"Gak usah sayang, aku bisa sendiri kok" tolak Raisa tersenyum manis.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menunggu kamu di sini sayang" kata yoga.


Raisa berlalu mencari letak toilet di restauran besar ini. Kepala nya celingak celinguk mencari sosok pelayan yang bisa ia mintai tolong.


"Nah itu dia" gumam Raisa senang melihat pelayan yang melayani nya tadi berdiri di depan kasir.


"Pelayan!!" panggil Raisa sembari berlari kecil kearah pelayan itu.


Bruk~<


"Awh...." Raisa memegangi lututnya yang terasa sakit.


"Kamu tidak papa?" tanya si penabrak, ia berusaha untuk membantu Raisa berdiri.


"Maaf aku tidak sengaja" ucap orang itu lagi.


Raisa menggerutu sembari membersihkan celananya yang terlihat sedikit kotor terkena debu lantai.


"Gimana sih, celana saya jadi kotor ni. Kaki jug-" ucapannya terhenti ketika ia melihat siapa yang menubruk nya.


Wajah Raisa langsung berubah masam, ia bertemu lagi dengan pria gila yang kemarin memaksanya untuk berkenalan.


"Hai nona, kita bertemu lagi. Ini pertemuan kita yang ketiga jika kau lupa" ucap pria itu tersenyum senang.


"Aku merasa ada yang salah dengan hidup ku hari ini" decak Raisa kesal. Ia menatap datar kearah pria itu, kemudian berbalik pergi.


"Eh nona tunggu!" cegat pria itu, ia mengikuti Raisa mendekat kearah pelayan.


"Kamu gila yah, kenapa selalu mengikuti ku huh!" bentak Raisa menjadi emosi.


Pelayan yang melihat Raisa dan juga boss nya, langsung mendekat dan memberi hormat pada pria itu.


"Boss" hormat pelayan itu.


Raisa melotot, jadi dia pemilik restauran ini?? pria yang sejak tadi ia puji??.


"Nona, kau tadi ingin tahu siapa boss kami kan? dia lah boss kami nona. Pria yang kau puji itu" kata pelayan wanita memperkenalkan pria itu pada Raisa.


Seketika harga diri Raisa hancur, ia merasa menyesal telah memuji pria itu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2