Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Raisa Menghilang???


__ADS_3

"Pokoknya aku tidak akan memberi ijin pada mu, membawa Raisa keluar dari rumah ku!" ucap Yoga tegas tak terbantahkan.


Raisa mendesah dalam hati kecewa mendengar ucapan Yoga, entah apa yang gadis itu harapkan.


"Kenapa dia minta ijin? seharusnya kau yang meminta ijin kepada kakak ku. Karena kau membawa adiknya!" gerutu Raisa kesal.


Johan merasa di atas awan, Raisa membela dirinya.


"Tidak bisa begitu!" protes Yoga.


"Aku lebih dulu membawa mu, sebelum fakta itu ada!" lanjutnya.


"Dia sejak lahir memang sudah adik ku!! lagi pula aku lebih dulu mengenal Raisa di bandingkan diri mu!" sela Johan.


"Aku tidak peduli!" bantah Yoga.


Raisa memejamkan mata nya merasa jengah dengan sikap dua pria yang sudah lanjut usia.


"Tampang dingin, datar, kejam. Tapi sikap hello Kitty!" gerutu Raisa melenggang pergi. Lama lama melihat pertengkaran Johan dan Yoga membuat otak nya stress.


"Eh, tunggu!!" panggil Yoga dan Johan bersamaan.


"Jangan meniru ucapan ku!" serga Yoga melotot marah pada Johan.


"Kamu yang meniru, enak saja menuduh ku!" sangkal Johan.


Keduanya kembali adu mulut, melupakan Raisa yang sudah pergi entah kemana.


Di lantai dasar, Raisa bertemu dengan Niko. Pria baik hati itu tersenyum lebar. Kabar mengenai fakta jati diri Raisa sudah terdengar di telinga pria itu.


"Hallo.... nona muda, mau kemana?" tanya Niko menghalangi jalan Raisa.


"Aduh, tuan. Kenapa kau menghalangi jalan Ku?" protes Raisa.


"Jangan memanggil ku Tuan, " ucap Niko.


"Kenapa tidak boleh? biasanya aku juga memanggil mu begitu"


"Kau adalah adik Johan, jadi panggil aku kakak" titah Niko.


"Terserah kau saja, sekarang minggir lah dari hadapan ku!" ucap Raisa.


Niko menggeser sedikit tubuhnya ke samping, memberi jalan untuk Raisa lewat. Namun, pria itu tidak membiarkan Raisa pergi begitu saja, ia malah mengiringi langkah gadis itu.


Dengan malas, Raisa kembali menghentikan langkahnya.


"Kenapa kau malah mengikuti aku Kak Niko???" tanya Raisa dengan sengaja memperjelas panggilannya untuk Niko. Membuat pria itu tersenyum malu.


"Kau mau pergi kemana? kenapa Johan atau Yoga tidak mengikuti mu??"


"Mereka sibuk berdebat, aku jadi malas" jawab Raisa.

__ADS_1


"Kalau begitu, mari bersama ku saja. Aku akan mentraktir mu makam eskrim " ajak Niko menawarkan kesukaan Raisa.


Mata gadis itu langsung berbinar, eskrim merupakan makanan yang bisa mengubah moodnya.


"Kalau begitu, mari pergi!!", sorak Raisa senang. Benar benar gadis lugu dan ceria menurut Niko. Sangat mudah untuk mengembalikan mood Raisa yang buruk.


Mereka berdua pergi ke toko eskrim yang tidak jauh dari kantor Johan.


"Tunggu lah di meja itu, aku akan memesan semua rasa eskrim yang ada di toko ini" ucap Niko sembari menunjuk salah satu meja yang ada di sudut toko.


"Baiklah!" balas Raisa tersenyum patuh.


Niko pergi memesan eskrim, sedangkan Raisa berjalan menuju ke meja yang Niko katakan.


Ketika hampir sampai, tiba-tiba seseorang menarik lengan Raisa dan membawanya pergi tanpa sempat gadis itu menolak. Gerakan nya terkunci dan hanya bisa pasrah mengikuti kemana ia di bawa.


5 menit Niko memesan dan menunggu Eskrim 6 rasa siap, pria itu berjalan menuju ke meja di mana seharusnya Raisa berada.


"Loh, kemana gadis itu???" gumam Niko heran. Raisa tidak ada di meja yang ia tunjuk tadi. Niko mengedarkan pandangannya ke seluruh isi toko itu, ia pikir Raisa salah meja. Namun, hasilnya nihil. Raisa tidak ada di mana pun.


"Maaf mas, apa anda melihat gadis yang bersama ku tadi?" tanya Niko pada pelayan yang melewatinya


"Maaf mas, saya baru dari belakang. Saya tidak tahu gadis mana yang anda maksud " jawab pelayan itu. Niko mengangguk mengerti, lalu membiarkan pelayan itu pergi.


"Kemana Raisa pergi???" gumam Niko bingung. Tidak mungkin gadis itu pergi tanpa mengatakan padanya, sudah jelas Raisa sangat menginginkan eskrim ini.


Di ruangan kerjanya, Johan masih berdebat dengan Yoga. Tiada habis habisnya pertengkaran mereka.


Perdebatan mereka berhenti oleh suara getar ponsel Johan yang terletak di atas meja.


Pria itu bergerak cepat meraih ponselnya dan langsung menempelkan ponsel itu ke daun telinga nya setelah menggeser tombol hijau.


"Ada apa?" tanya Johan to the poin.


"Apa Raisa bersama mu?" tanya Niko di sebrang sana.


"Tidak, tadi dia baru saja keluar dari ruangan ku" jawab Johan biasa saja.


"Setelah dari ruangan mu, aku bertemu dengan nya di bawah. Lalu kami pergi ke toko eskrim yang tidak jauh dari kantor mu. Ketika aku memesan eskrim dan kembali. Raisa tiba-tiba menghilang " jelas Niko panjang lebar dengan nada panik.


"Apa???? Raisa hilang???", teriak Johan kaget . Yoga yang mendengar nya juga ikut kaget.


"Ada apa??" tanya Yoga panik.


"Baiklah, aku akan ke sana sekarang!!" balas Johan lalu memutuskan panggilan.


"Raisa menghilang, kita harus mencari nya" ucap Johan pada Yoga, lalu ia berlari keluar dari ruangannya dan di susul oleh Yoga.


Johan dan Yoga tiba di toko eskrim, menghampiri Niko yang tengah berbicara dengan keamanan toko itu. Seperti nya Niko sangat emosi, terlihat pria itu membentak pria yang bertugas sebagai keamanan.


"Maaf tuan, kami tidak tahu jika cctv kami rusak! padahal kami sudah mengeceknya kemarin!"jawab pria itu.

__ADS_1


"Kalian itu harus menjaga keamanan dengan baik. Jika seperti ini, untuk apa kalian bekerja sebagai keamanan di sini!" marah Niko.


"Di mana Raisa?" tanya Yoga.


Niko berbalik, ia menghampiri kedua sahabatnya.


"Aku juga tidak tahu, cctv di toko ini tiba-tiba rusak. Seperti ada yang sengaja merusaknya. Ini sebuah perencanaan!" jelas Niko.


"Sial!" umpat Johan.


"Kerahkan semua anak buah mu mencari adik ku!!" titah Johan pada Yoga.


"Niko, lakukan!!" ucap Yoga menatap saudara angkatnya.


"Baik!" balas Niko langsung berlalu pergi, ia menghubungi semua kepala bodyguard nya untuk segera bergerak.


"Siapa yang telah berani melakukan semua ini!!" geram Yoga mengepal tangan nya, ia akan memastikan siapapun yang telah berani mencoba menyakiti Raisa. Maka ia akan menghancurkan nya, bahkan melenyapkan nya sekalipun.


Johan dan Yoga mencari Raisa ke seluruh tempat di dekat toko eskrim itu. Bahkan mereka memerintahkan anak buah mereka untuk mengecek cctv. Di daerah sekitar.


"Sial, mereka bergerak terlalu cepat!" umpat Yoga.


"Ini bukan orang biasa, mereka sudah terlalu berpengalaman dalam melakukan nya!" sahut Johan.


"Apa ada penjahat tidak berpengalaman?" cibir Yoga. Membuat Johan mendelik kesal padanya.


"Maksud ku, pelakunya adalah orang hebat" balas Johan asal.


"Dan sekarang kau memuji penjahat itu??" decak Yoga menatap Johan tidak percaya.


"Ah terserah kau saja!" dengus Johan kesal, dalam situasi seperti ini Yoga masih sempat memperdebatkan hal hal seperti itu.


"Tidak jelas!!" dengus Yoga mengikuti kemana Johan pergi.


Sementara di sisi lain, Raisa terus memberontak berusaha melepaskan diri. Ia menatap orang yang mengenakan topeng dan terus menyeretnya masuk ke dalam mobil.


Ingin sekali Raisa berteriak sekencang mungkin memanggil nama Yoga dan Johan. Namun keinginannya harus ia buang jauh jauh, karena mulut Raisa tertutup rapat oleh lakban. Kedua tangan nya juga di ikat oleh penculik dengan tali.


Mobil melaju cepat, Raisa bergerak dan berteriak dengan mulut tertutup rapat ketika mobil yang membawanya pergi melewati Johan dan Yoga yang berdiri di pinggir jalan.


"Hhmmpppp!!!?? Hmmmmppp!!!!!"


"Kak!! aku di sini!!" teriak Raisa dalam hati. Ia tahu jika Yoga dan Johan tengah mencarinya.


"Hahahaha.....Berteriak lah sesuka hati mu, karena mereka tidak akan melihat apalagi mendengar mu" tawa para penculik itu menggelegar di dalam mobil. Mereka berjumlah 4 orang. Dua di sisi kanan dan kiri Raisa dan dua lagi duduk di depan, dengan satunya mengemudi.


Raisa merasa sangat takut sekali, sampai kepalanya terasa ingin meledak. Kilasan kilasan aneh melintasi otak nya. Ia merasa seperti pernah berada di posisi ini, tapi kapan??.


Gadis itu memejamkan matanya dengan kening berkerut.


"Apa ini?? kenapa kepala ku sakit sekali??" erang Raisa dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2