Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Balas Dendam


__ADS_3

Yoga dan Johan kalang kabut mencari keberadaan Raisa.


"Apa tidak sebaiknya kita meminta bantuan polisi?" usul Niko.


"Tidak perlu,"tolak Johan.


"Lapor polisi harus melebihi 24 jam" sahut Yoga.


Johan mengeluarkan ponselnya, seperti nya ia harus menghubungi paman nya.


"Mau telfon siapa?" tanya Yoga, namun tidak di jawab oleh Johan.


Ia menatap Johan yang tampak serius menunggu panggilan tersambung.


"Hallo paman, tolong aku. Raisa di culik oleh seseorang. Sekarang aku tidak tahu mereka membawa adik ku kemana"


Awal nya Mr Bein kaget, lalu berusaha untuk menenangkan keponakan nya.


"Kau tenang saja, tidak akan lama mencari nya" jawab Mr Bein di sebrang sana. Ia terdengar santai, namun tangan nya mengepal kuat.


"Mereka sangat teliti paman, jejak nya saja tidak ada" kata Johan lagi.


"Baiklah, aku akan memerintah kan semua anak buah ku!"


"Aku tunggu kabar baik nya paman"


Klik~


Johan menghela nafas berat, baru saja ia bertemu dengan Raisa sebagai kakak dan adik. Mereka malah kembali merenggut nya.


"Hubungi orang rumah, siapa tahu dia ada di rumah " titah Yoga pada Niko.


"Baik" jawab Niko.


...----------------...


Di gudang tua, bahkan tidak layak untuk di katakan itu sebuah gudang. Bangunan nya hampir roboh. Terdapat banyak akar akar menjalar pada dinding gudang yang menandakan jika bangunan itu sangat lama tidak di huni.


Raisa terbaring lemah tidak sadarkan diri. Rambut panjang nya terlihat kotor menyapu lantai berdebu.


"Engg...."Kesadaran mulai menghampiri Raisa, ia mengerang kesakitan lalu perlahan membuka mata.


"Di mana aku?" gumam Raisa lemah. Ia kaget melihat ke sekeliling tempat ia berada saat ini. Sangat mengerikan, tempat ini seperti di dalam film horor pikir Raisa. Gelap tanpa cahaya.


Raisa memaksakan dirinya untuk duduk, setelah merasakan sakit yang amat sangat di kepalanya membuat Raisa jatuh pingsan.


Kini ia terbangun dan berada di sini. Di tempat yang sangat menyeramkan.


Gudang itu terlihat remang remang, pencahayaan nya hanya bersumber dari cahaya yang mengintip di balik dinding yang berlobang kecil kecil.


"Kak Johan, Tuan Yoga...Hiks.. Hiks... Aku takut" tangis Raisa memeluk lututnya.


...----------------...


Sudah 24 jam, tapi kabar dari Mr Bein masih belum ada. Johan merasa resah dan gelisah. Hatinya tidak tenang jika Raisa adik nya masih belum di temukan.


"Apa kita harus diam saja??" ucap Yoga.


Pria itu sudah tidak tahan lagi, hatinya sangat khawatir pada wanita yang sudah menjadi bagian dari hidup nya.


"Aku juga tidak tenang!!!" bentak Johan.

__ADS_1


"Aku akan mencari nya, persetan dengan paman yang tidak berguna mu itu!!!" seru Yoga berlalu pergi.


Johan tak bergeming, hingga getaran ponsel milik nya menarik perhatian nya.


DRRRTTTT.....


"Tunggu!!!" panggil Johan berteriak pada Yoga.


"Apa lagi???" sahut Yoga menoleh.


Johan memperlihatkan layar ponsel nya yang terdapat panggilan dari paman nya.


Yoga kembali mendekat, apakah ada kabar baik dari paman Johan.


"Hallo paman, bagaimana?"


"Mereka tidak jauh, datang lah kehutan Utara kota ini. Mereka menyekap Raisa di sana. Anak buah ku sudah mengepung tempat itu tanpa mereka sadari" jelas Mr Bein.


"Baik paman, kau memang bisa di andalkan" puji Johan sebelum memutuskan panggilan.


"Bagaimana?" desak Yoga tidak sabaran.


"Bawa semua pasukan mu, mereka menyekap adik ku di tengah hutan!"


"Apa???? berani sekali mereka melakukan itu pada Raisa!!!" geram Yoga.


"Sudahlah kita tidak memiliki banyak waktu!"


Yoga dan Johan langsung bergerak menuju ke hutan sebelah Utara kota nya. Semua pasukan sudah di siapkan. Entah sejak kapan Yoga dan pria ini memiliki pasukan sebanyak ini. Ada sekitar 100 orang yang mengikuti mereka dari belakang.


Sementara di dalam gudang gelap itu, Raisa semakin merasa sangat sesak. Pencahayaan semakin hilang. Hari sudah hampir malam. Ingin bergerak ke mana pun Raisa sudah tidak berani, karena ia tidak dapat melihat apapun.


"Siapapun tolong aku!!!!!" teriak nya terdengar memilukan.


Citttttttt.....


Suara pintu berderit ketika seseorang membuka pintu secara perlahan. Cahaya dari luar seakan berhamburan ingin masuk ke dalam gudang penyekapan gadis itu.


Silau, Raisa tidak dapat melihat dengan jelas siapa orang yang tengah berjalan membelakangi cahaya menuju ke arahnya.


"Siapa kau?????" tanya Raisa.


"Cih, masih memiliki tenaga untuk bertanya?"


Glek..


Raisa menelan Saliva nya, suara itu terdengar sangat mengerikan.


"Apa yang kau inginkan huh????" teriak Raisa mencoba memberanikan diri.


"Aku ingin kau dan keluarga mu hancur!!!!"


Srek~~


"Aaahh!!!!!" pekik Raisa ketika sebuah cambuk secara tiba-tiba mendarat keras di bahu nya.


"Sakit??? apa kau merasakan sakit?????" teriak orang itu seperti tidak asing di telinga Raisa.


"Si siapa kau???"


"Hahahaha.....Kau sudah lupa dengan ku???"

__ADS_1


Mata Raisa melotot, ketika orang itu menunduk dan membiarkan cahaya menerpa wajahnya.


"Ma-mmawar??"


"Yah ini aku, kakak tiri yang harus nya hidup lebih baik dari mu!!!" teriak Mawar kembali mengayunkan cambuk ke tubuh Raisa.


"Ahh!!! Akkk!!!! kenapa kau lakukan ini???"erang Raisa menahan sakit di sekujur tubuhnya yang terkena cambuk.


"Kau masih bertanya??? karena diri mu!!! aku mengalami semua itu!!!! Karena dirimu diri ku sudah tidak berharga!!!!"


Raisa menggeleng, ia tidak melakukan apapun


"Apa kau gila???, aku tidak pernah mengganggu mu!!"


"Cih! kau gadis lugu. Mana mungkin bisa melakukan nya. Tapi, Keluarga mu!!!!" teriak Mawar lagi dan lagi mengayunkan cambuk ke tubuh Raisa.


Teringat di benak nya ketika ia menceritakan pada papa dan mama nya bagaimana ia mengalami semua itu. Melayani semua laki-laki yang Mr Bein perintah kan. Hidup nya hancur, ia sangat merasa terhina.


Untuk membalaskan dendam, Mawar meminta papanya menyuruh orang untuk menculik Raisa dan menyiksanya.


"Kau salah paham Mawar, aku tidak pernah menyakiti mu!!!" lirih Raisa tak berdaya.


"Kau memang tidak, tapi keluarga mu. Kau bisa menyalahkan keluarga mu untuk yang kau alami ini" cibir mawar.


"Masuk!!!" titah Mawar pada orang yang berada di luar.


Mata Raisa kembali menyipit, melihat beberapa orang yang ia yakin itu adalah pria semua.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Raisa bergetar ketakutan.


Mawar tersenyum, ia berjongkok di samping Raisa, lalu mencengkram kuat dagu Raisa hingga gadis itu meringis ketakutan.


"Kau harus merasakan apa yang aku rasakan!"


Plak!


Kepala Raisa oleng ke samping, pipi kirinya seketika memerah membentuk jejak jari Mawar.


"Nikmati sesuka hati kalian!!! pastikan ia masih hidup besok hari nya" ujar Mawar membuat Raisa menggeleng kuat mendengar nya.


"Baik boss.." sahut pria pria itu sembari tersenyum dan menatap lapar akan nafsu pada Raisa. Mereka sengaja meminum obat kuat agar bisa menggauli gadis cantik itu hingga pagi hari.


"Rejeki mana boleh di tolak" gumam mereka.


"Tidak!!! Jangan mendekat!!!!" teriak Raisa histeris.


"Selamat menikmati " Mawar menutup pintu gudang dan pergi dengan bibir menyeringai.


"Kau bisa rasakan itu gadis cantik, hahahaha"


Mawar hendak meninggalkan bangunan tua itu, tapi tiba-tiba anak buahnya berlari menghampirinya.


"Boss, Gawat boss!!!"


Mawar menunda langkah nya, ia menatap heran pada anak buahnya.


"Ada apa? apa yang gawat???"


...----------------...


Hallo readers ku tersayang. Gimana??? suka gak??? ada kritik dan saran gak???

__ADS_1


Yuk like dan Komen, supaya aku lebih rajin up nya.


__ADS_2