
Hari ini Johan kembali ke negaranya, ia pergi mencari paman nya.
Di sebuah bangunan tua yang tidak layak di sebut seperti bangunan, karena terdapat banyak tumbuhan liar menyelimuti bangunan itu.
Johan menatap bangunan itu cukup lama, memperhatikan sekeliling nya.
"Dasar om om gila" cibir Johan lalu melangkah masuk ke dalam.
"Selamat datang tuan tampan, apa yang sedang anda cari??" sapa gadis **** berjalan mendekati Johan.
"Aku mencari Mr Bein" jawab Johan. Johan cukup kaget melihat isi dari bangunan tua itu. Tidak seperti penampilan luar nya, di dalam bangunan itu terlihat sangat mewah dan canggih.
"Mr Bein tidak bisa di ganggu, dia sedang menerima tamu!" jawab gadis itu.
"Aku tidak peduli, katakan di mana pria itu sekarang!" ucap Johan dengan nada datar.
Wanita itu sedikit kaget, ia melirik dan memberi kode pada pria pria yang sejak tadi sudah memperhatikan mereka.
Pria pria itu langsung bergerak mendekati Johan, menahan Johan untuk tidak melangkah masuk.
"Kalian ini apa apaan sih, lepaskan tangan ku!!!" bentak Johan.
"Jika kau hanya membuat rusuh, lebih baik kau pergi tuan! sebelum kau menyesali nya!"
"Cih!! kau tidak tahu siapa aku???? aku datang ke sini mencari Handi Arman Joland!!" tegas Johan menyebutkan nama asli dari ketua Mafia itu.
"Apa?" mereka kaget, bagaimana pria muda seperti Johan bisa mengetahui nama asli boss mereka.
"Siapa kau?" tanya Wanita itu penasaran.
"Di mana paman ku!!" sentak Johan membuat mereka langsung berhamburan pergi. Hanya wanita **** itu saja yang berdiri di sana.
"Maaf" sesal wanita itu.
"Katakan di mana dia??" tekan Johan.
Wanita itu takut takut dan ragu menunjuk ke arah sebuah pintu.
"Dia ada di dalam sana " ucap nya.
Johan menoleh pada pintu itu, lalu berjalan menuju ke sana.
"Tamu apa yang lebih penting dari ku!" dengus Johan. Ia merupakan cucu satu satu nya yang tersisa di keluarga Joland, jadi dia merupakan anak emas.
Pasal nya, semua keturunan Joland selalu di buru dan di musnahkan, keluarga yang memiliki garis keturunan raja Mafia terkuat, darah pemberani mengalir di dalam diri mereka.
Brak!
Johan menggebrak pintu ruangan itu tanpa mengetuk terlebih dulu.
"Akkkkkk!!!!!"
Seorang wanita terpekik dan meloncat dari atas tubuh Mr Bein.
"Sia-p...Johan????" mata Mr Bein membulat besar, ia sangat terkejut melihat kehadiran keponakan nya di sini.
"Pergilah!!" titah Mr Bein pada seorang gadis yang meringkuk menutupi tubuh nya dengan lembaran baju nya yang berserakan di lantai.
Gadis itu menunduk, ia melirik pria yang seperti tidak asing di matanya.
__ADS_1
"Siapa pria ini??" pikir mawar.
Yah, gadis yang sedang memuaskan Mr Bein adalah Mawar. Ia harus datang dan merelakan tubuhnya pada Mr Bein agar memberikan segalanya yang ia mau.
Johan menatap marah pada paman nya, ia duduk di sofa single sembari menunggu paman nya berpakaian.
"Apa yang membawa mu ke sini??" tanya Mr Bein.
"Cih, aku tidak tahu seorang CEO perusahaan besar setiap hari seperti ini!" dengus Johan.
"Kau ini, di tanya apa di jawab apa"
"Paman, sejak kapan kau menjadi seorang mafia???" tanya Johan terdengar frustasi.
"Kau ingin tahu???"
"Tentu saja!!" jawab Johan cepat.
"Huh,,, sebenarnya aku tidak mau, tapi mau kepada siapa jabatan ini di turunkan??? Aku tidak mau membuat mu masuk ke dunia ini, jadi aku akan menjalankan nya sendiri hingga aku menemukan siapa pelaku pembunuh keluarga kita"
Deg.
"Maksud paman? pembunuh mama ku??"
"Bukan hanya mama mu, adik mu, tapi papa mu juga!!! Istri ku, bahkan putra ku yang baru berusia 15 tahun. Mereka memusnahkan nya satu persatu!" teriak Mr Bein marah, emosinya kembali memuncak setiap kali mengingat betapa pedihnya nasib keluarga nya.
"Paman, apa kau juga menyelidiki penyebab kecelakaan mama??" tanya Johan.
Mr Bein tidak menjawab, ia beranjak mendekati sebuah meja kerja yang entah apa gunanya di kamar pemuas nafsu ini.
Johan memperhatikan gerak gerik paman nya, Mr Bein membawa sebuah map.
"Kau lihat ini, aku tahu kau mencari tahu tentang kematian mama mu" ujar Mr Bein.
"Baca, setelah itu kau akan tahu" sahut Mr Bein. Pria setengah baya itu mengambil ponsel nya, lalu menghubungi seseorang.
"Bawakan aku makanan!"
Klik.
Mr Bein langsung memutuskan panggilan itu secara sepihak setelah mengatakan apa keinginan nya.
Johan masih membaca atau persatu lembaran putih yang ada di dalam map itu, terlihat dari raut wajah nya, ia sangat terkejut.
"Paman, apa kau yakin??? adik ku masih hidup???" tanya Johan menatap paman nya tidak percaya.
"Aku yakin, bahkan kau selalu bertemu dengan nya" jawab Mr Bein tersenyum.
Johan masih belum bisa mempercayai ini, ia kembali mengulang membaca isi dari kertas itu. Bahkan air matanya sempat menetes.
"Maafkan aku Johan, aku terlambat mengetahuinya. " Mr Bein menjadi sedih, ia menunduk menyesali keterlibatan nya.
"Tidak masalah, yang terpenting adik ku masih hidup. Raisa.." lirih Johan memeluk kertas yang ada foto Raisa di sana.
"Mereka selamat dari kecelakaan itu, bukan....Tapi memang mereka tidak ada di dalam kecelakaan itu"
Deg.
Tangis bahagia Johan kini berubah menjadi wajah marah.
__ADS_1
"Maksud paman??"
"Seseorang telah merencanakan semua ini, mereka ingin melenyapkan mama dan juga adik mu. Tapi, karena kecerobohan mereka, seseorang telah berhasil mengelabui nya dan menyelamatkan Mariam dan Laura"
Johan masih diam mendengarkan cerita paman nya.
"Seseorang yang menyelamatkan mama mu ini ternyata memiliki niat jahat, ia menggunakan mama mu sebagai tambang uang. Membangun kekayaan yang bersumber dari mama mu."
"Mama dapat uang dari mana? kenapa mama tidak mengabari ku??"
"Tidak bisa Johan, mama mu memakai identitas palsu, uang itu bersumber dari papa mu. Pria yang menyelamatkan mama mu memeras keluarga kita. Karena takut pemburu keturunan kita, akhirnya papa mu memenuhinya. " jelas Mr Bein.
"Lalu, kenapa Raisa tidak mengenali ku??? bukan kah dia sudah besar saat itu?? dia sudah berusia 10 tahun"
Mr Bein menghela nafas, ia menatap Johan sendu.
"Pria licik itu melakukan apapun pada gadis malang itu, membuat gadis yang memang terkena benturan hebat ketika mama mu melarikan diri. Gadis itu mengalami amnesia jangka pendek, tapi pria itu membuat nya mengalami amnesia jangka panjang. " Mr Bein menjeda penjelasan nya.
"Mama mu meninggal beberapa tahun setelah nya, istri pria itu membuat mama mu meninggal. Dan sekarang menyisakan harta yang hampir puna"
"Apa?? jadi, semua harta itu milik Raisa??" pekik seseorang dari balik pintu.
Johan dan Mr Bein melirik ke pintu. Mawar menjadi kalang kabut. Ia hendak kabur tapi suara Mr Bein memerintahkan seseorang untuk menangkapnya terlalu keras
"Tangkap dia!!!" teriak Mr Bein.
Penjaga yang selalu berada di luar kamar Mr Bein langsung menangkap Mawar dan membawanya masuk ke dalam.
"Wanita kecil! Pelac*r baru ku!!" maki Mr Bein.
"kau tahu dia siapa Joha?" tanya Mr Bein menoleh pada keponakan nya.
"Siapa dia??"
Johan meneliti wajah Mawar, ia memang tidak mengenali wanita ini.
"Dia adalah kakak tiri Raisa, mama nya yang sudah membunuh mama mu. Gadis ini juga yang sudah menyiksa adik mu"
"Apa??" Johan langsung bangkit, ia mendekati Mawar dengan tatapan marah.
"Jadi, kau mengetahui siapa keluarga ku?? kau sengaja menjebak ku???" teriak Mawar pada Mr Bein.
"Kau dan mama mu sama saja, sama pelac*r!!
Jangan salah yah, kau sendiri yang menjual tubuh mu pada ku!!!" bentak Mr Bein. Ini adalah balasan dari Mr Bein karena ia mengetahui tentang keponakan nya yang di jual oleh ayah wanita ini. Beruntung keponakan nya di jual pada pria yang baik.
"Kau pantas mendapatkan nya!!" maki Johan.
"Paman, lakukan apapun yang menurut mu benar pada gadis ini. Untuk keluarga nya, aku akan mengurusnya " Johan keluar dari sana, ia pergi membawa informasi yang sangat penting.
"Pria Biadap!!" maki Mawar.
Plak!!?
"Mulut mu terlalu sexy mengatakan nya" kekeh Mr Bein setelah menampar mawar.
"Beri dia obat kemarin, aku ingin membuatnya mengerang dan memohon pada ku" titah Mr Bein pada anak buah nya yang memegangi Mawar.
"Jangan, jangan!! aku mohon jangan!!!" teriak Mawar menolak ketika mereka memasukkan beberapa obat ke dalam mulut nya
__ADS_1
"Jika kau tidak mau di siksa maka ikuti perintah ku!!" seru Mr Bein santai sembari memakan makanan yang baru saja di antar oleh wanita sexy.
"Lepas!!! lepas!!!"