
"Roy!"
"Mami"
Roy tersenyum senang, akhirnya mami nya menemukan nya. Roy berlari kearah maminya, kemudian memeluk mami nya erat.
"Kamu ke mana aja sih sayang, mami cari kemana mana, mami khawatir banget!" ucap Raisa berjongkok mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan putranya.
"Maaf mami, Roy udah buat mami khawatir" sesal Roy merasa bersalah. Ia menyesali kebodohannya yang berlari ke sembarang arah, sehingga dirinya tersesat seperti tadi. Untung ada Yoga yang menolong nya.
Yoga berdiri dari duduk nya, menoleh kearah Roy dan mami nya berdiri. Ia penasaran dengan mami anak kecil itu, bagaimana bisa ia membiarkan anak sekecil Roy berkeliaran di jalan.
Saat Yoga hendak melangkah mendekati mereka, tiba-tiba ponselnya bergetar. Yoga menunda niatnya, ia meraih ponsel nya yang tersimpan di dalam saku jas bagian dalam, Kemudian berbalik berlawanan arah untuk menerima panggilan yang ternyata dari Niko.
"Sayang, ayo kita pulang" ajak Raisa.
"Bentar mami,aku bilang ke om itu dulu. Dia yang menolong ku"
Raisa menoleh, melihat seorang pria yang sedang membelakangi mereka.
"Dia sibuk, lebih baik kita pergi sekarang. Mami juga harus kembali ke kantor sayang" kata Raisa.
Roy menoleh pada Yoga lagi, lalu kemudian mengangguk setuju dengan maminya.
"Sampai jumpa om" gumam Roy dalam hati. Ia mengikuti langkah kaki mami nya menuju ke mobil.
Tepat saat Roy dan maminya pergi, Yoga selesai nelfon dengan Niko. Ia kembali berbalik dan mendapati Roy telah pergi.
"Kemana mereka?" kaget Yoga.
...----------------...
Di dalam mobil, Roy bercerita pada ibu nya bahwa dirinya bertemu dengan orang baik. Seorang pria yang sangat hangat, awalnya Roy takut padanya. Tapi lama kelamaan Roy mulai percaya dan tidak takut.
"Kamu harus jaga jarak dengan orang asing sayang. Banyak sekali modus yang terlihat baik di awal nya!" peringat Raisa panjang lebar pada putranya , agar tetap berhati-hati.
"Siap mami" balas Roy patuh.
Raisa mengantar putranya pulang kerumah, setelah itu ia harus kembali lagi ke kantor.
"Sayang, kamu jangan kemana mana yah. Tunggu mama di rumah!"
"Baik ma, Roy gak akan nakal lagi"
"Anak pintar"
__ADS_1
Cup~
Raisa mengecup kening putranya, lalu pergi menemui pelayan yang khusus untuk memperhatikan putranya.
"Lain kali jangan sampai lengah lagi. Kamu di gaji bukan untuk berbicara dengan ibu ibu atau hal hal yang tidak penting bagi keselamatan Roy " kecam Raisa dingin. Pelayan itu sampai bergetar ketakutan melihat sikap nyonya nya yang terasa sangat mengintimidasi.
"Baik non, saya tidak akan seperti itu lagi" balas Pelayan itu menunduk patuh.
"Bagus, saya harap kedepannya tidak akan terulang lagi"
Raisa kembali keluar dari rumah, lalu melajukan mobilnya menuju ke kantor. Hari ini ia ada pertemuan dengan client penting.
"Huh, Ada aja, yang membuat aku panik dan tidak tenang!" dengus Raisa meratapi nasib nya.
...----------------...
Yoga kembali ke kantor, Niko sudah menunggu nya di dalam ruangan nya.
"Dari mana aja sih, kok kamu baru sampai!" omel Niko.
Yoga terlihat acuh, ia malah duduk di kursi nya dengan tatapan datar menatap Niko.
"Huh, sudah cukup main main nya Yoga. Kamu harus berubah, jangan bersikap seenaknya saja. Meskipun kamu boss!" kata Niko. Ia sudah mulai jenuh dengan sikap Yoga seperti ini, pria itu seperti tidak memiliki tujuan hidup, Urusan perusahaan juga dia yang urus, Yoga benar benar tidak bisa di biarkan lagi.
"Kamu kan ada, kenapa aku harus pusing" balas Yoga.
"Tenang saja, aku hanya ingin kamu belajar mengurus semuanya. Karena bila saat nya aku pergi nanti, kamu sudah terbiasa mengerjakan semuanya"
"Omong kosong!" bantah Niko.
"Kamu itu sudah gila? kenapa sih tidak pernah sadar dan mulai hidup seperti biasa nya. Dia sudah meninggal, kenapa kamu malah hidup kaya gini!"
"Harusnya kamu sadar dan mulai merubah sikap kamu. Menikmati sisa hidup kamu dan mencoba mencari kebahagiaan kamu!"
Niko terengah, emosi nya meluap seperti asap kereta api. Malah yang diceramahi terlihat biasa saja.
"Susah memang, kalau ngomong sama orang gak gila!" dengus Niko, lalu berbalik pergi.
Hampir Samapi pada pintu, Niko kembali menghentikan langkah kakinya.
"Hari ini jadwal mu pergi ke pihak interior, mereka akan menunggu mu di perusahaan mereka." ucap Niko memberitahu.
Yoga kaget, " Kenapa tidak mereka yang datang ke sini?"
Niko berbalik, kemudian kembali mendekat kearah Yoga dengan tatapan sinis.
__ADS_1
"Dia ini desain interior ternama, sangat sulit mendapatkan kesempatan bertemu dengan nya! jadi kamu harus pergi menemui nya!"
"Aku tidak mau" tolak Yoga.
"Kamu tidak bisa menolaknya, jika kamu menolaknya. Maka kamu akan menyesal seumur hidup kamu!"
"Tidak akan!!", balas Yoga tetap tidak mau menemui orang itu.
Brak~
Niko menggebrak meja, menatap Yoga lekat.
"Mari taruhan, jika kamu datang ke sana dan tidak merasa menyesal jika menolaknya maka aku akan menjadi bayangan mu dan menjadi budak mu di perusahaan ini!" tantang Niko.
"Gak tertarik, kamu kan udah jadi bayangan aku!" balas Yoga.
"Baiklah, kalau begitu aku akan keluar dari sini!" Niko kembali berbalik, ia tahu Yoga pasti akan menerima tantangan dari nya.
"Oke baiklah, aku akan pergi menemuinya!" putus Yoga. Ia sebenarnya sudah tahu hasilnya seperti apa.
Flashback On.
Niko berjalan memasuki kantor khusus untuk para desainer ternama. hasil pekerjaan mereka sangat bagus, sulit bagi perusahaan lain untuk bekerja sama dengan perusahaan ini.
Niko bertemu dengan seorang wanita di lobi, ia menuntun Niko menuju ke ruang tunggu. Setiap yang mau bertemu dengan boss mereka harus membuat janji terlebih dahulu.
"Tunggu di sini yah tuan!" ucap wanita itu pada Niko.
"Baiklah"
Niki duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
Tak lama kemudian, seseorang membuat jantung Niko seakan berhenti sejenak, ia menatap wanita yang berlari kencang di hadapan nya dari dalam ruangan yang ada di depan nya itu.
"Siapa dia?" gumam Niko merasa tidak asing.
Ketika wanita itu menoleh ke belakang, Niko melihat dengan jelas siapa yang berlari cepat di depan nya saat wanita itu menoleh ke belakang.
"Tidak mungkin, bagaimana mungkin dia adalah Raisa. Sudah jelas Raisa benar benar sudah di kubur. Tapi kenapa Raisa masih ada di dunia ini,,??". gumam Niko heran.
Niko hendak mengejar Raisa tapi, seseorang memanggilnya. Mau tidak mau Niko terpaksa menelan rasa penasarannya pada wanita itu.
"Tuan, silahkan masuk ke dalam ruangan!" panggil wanita tadi.
"Humm..Baik" sahut Niko, ia masih menoleh kearah Raisa pergi, kemudian masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
...----------------...
Selamat hari Idhul Adha readers😘😘😘 Mari nikmati daging kurban😘