
Yoga menatap wajah cantik Raisa, mereka saling melempar senyum manis dan tatapan penuh cinta.
Sesuai permintaan Niko, Raisa dan Yoga pun menikah.
"Yey!!!! Mami dan Papa kembali bersama!" sorak Roy sangat bahagia.
Julia dan Titi turut tersenyum bahagia.
"Wah, kak Roy ternyata keluarga kita yah ma" ucap Ratu.
"Iya dong cantik mama, kamu sekarang sudah ada yang jaga jika ada yang berusaha mengganggu mu" jawab Johan sembari menoel pipi putri kecil nya.
"Yeay!!!" sorak Ratu.
"Tidak! aku bukan bodyguard nya, kenapa aku harus menjaganya. Paman silahkan sewa orang untuk menjaga nya!" ucap Roy membantah ucapan Johan.
Semua orang menatap kearahnya, lalu tertawa bersama. Sedangkan Johan malah tersenyum malu.
"Benar sekali, bayar jika ingin di jaga" sahut Yoga bertos riah dengan putranya.
"Kak Roy, kau ini sombong sekali, padahal kemarin aku yang melindungi mu dari para anak berandalan itu!" kata Ratu balik membalas ucapan Roy.
"Benarkah???" kaget Julia.
Roy merasa malu, ia bersembunyi di belakang papa nya.
"Bagaimana ini, kenapa malah Ratu ku yang melindungi mu" ledek Johan, kini giliran dirinya dan putri nya yang bertos riah.
Raisa tersenyum melihat keluarga nya terlihat sangat bahagia. Lagi lagi Raisa merasa sangat berterimakasih pada Niko yang menyadarkan dirinya.
Jika bukan Niko yang memohon dan membuat Raisa sadar akan keegoisannya. Mungkin keluarga nya masih berantakan sampai sekarang.
"Ayo kita makan!" ucap Titi, ia baru saja dari dapur sambil membawa SOP ayam, lalu di ikuti oleh para pelayan membawa ayam bakar kesukaan Raisa.
"Ini khusus untuk pengantin baru!!!!" sorak Titi menyuguhkan ayam bakar besar untuk Raisa dan Yoga.
"Wahhhh, terimakasih!!!" sahut Raisa senang.
Mereka semua duduk lesehan di lantai, sesuai keinginan Raisa. Ia ingin makan bersama semua anggota di rumah ini, termasuk bodyguard,pelayan dan pekerja lain nya.
"Kak Roy itu anak nya uncle Yoga dan Aunty Raisa?" tanya Ratu bijak bicara.
"Iya sayang, uncle kamu itu papa yang selama ini Roy cari" jelas Johan.
"Kak Roy udah gede, tapi kok baru nikah?" celetuk Ratu mampu membuat semua orang terdiam membisu.
Roy sempat berhenti makan, ucapan Ratu membuat sedikit perasaan nya tidak enak.
"Kenapa nanya gitu?" balas Titi tak enak hati, ia melirik Raisa dan Yoga yang salah tingkah.
"Di tv Latu liat, nikah baru ada anak!" jelas Ratu dengan nada bicara lucu nya.
Suasana menjadi canggung, putrinya benar benar membuat masalah. Johan mengambil paha ayam, lalu menyumbatnya ke mulut Ratu.
__ADS_1
"Makan yang banyak sayang, terlalu pintar juga tidak baik loh" ujar Johan tercengir pada Yoga dan Raisa.
"Ayo makan lagi" kata Raisa pada Roy. Namun bocah itu malah meletakkan sendok nya, lalu beranjak pergi.
"Roy, mau kemana??" teriak Raisa. Ia ikut meletakkan sendok nya, lalu berlari mengejar Roy.
"Waduh, gimana ini?" gumam Julia. Dave hanya bergidik bahu.
"Ratu,,, mulut kamu yah, kenapa gak ada rem nya sih!!!" geram Titi pada putrinya.
"Tidak apa apa, hal ini biasa kok. Dia juga masih anak kecil" ujar Draison memaklumi.
"Kenapa kak Roy marah? aku kan cuma bertanya" ujar Ratu heran.
" gak papa Ratu, kamu lanjut makan yah" kata Yoga tersenyum hangat.
...----------------...
Raisa menyusul putranya masuk ke dalam kamar, ia tidak tau mengapa putra nya begitu marah dengan ucapan Ratu.
"Roy, Roy... kamu kenapa sayang?" panggil Raisa.
Roy tidak menjawab, ia naik ke atas ranjang lalu menyelimuti tubuh nya dengan selimut.
"Roy!" panggil Raisa lagi, sambil menyibakkan selimut yang menutupi tubuh putranya.
"Roy ngantuk mi, jangan ganggu!" ujar Roy kembali menarik selimut nya.
"Gak, kamu pasti bohong. Mami ini mami kamu, mami tahu kamu bohong atau nggak!" jawab Raisa. Ia kembali menyibakkan selimut Roy.
Raisa terdiam, putra nya menangis.
"Hei, apa yang terjadi? kenapa kamu nangis sayang?" tanya Raisa mulai melembut.
Lagi lagi Roy tidak menjawab, ia malah semakin kencang menangis nya.
"Roy!!" panggil Raisa, kedua tangannya terulur merengkuh tubuh putranya yang masih unyu unyu.
"Mami, sama papa menikah sekarang, dan ini adalah pernikahan papa dan mami yang pertama kan?" tanya Roy dalam tangis.
"Iya sayang, kamu senang kan?" balas Raisa, ia masih belum ngeh dengan arah pembicaraan putranya.
Roy semakin menangis keras mendengar jawaban mami nya.
"Loh kok makin kenceng nangis nya? apa yang salah sayang?" tanya Raisa heran.
"Jika kalian baru pertamakali menikah, lalu aku ini anak apa??? Aku anak haram kan??????" teriak Roy histeris.
Roy mendorong tubuh Raisa agar menjauh darinya.
Raisa tidak dapat berkata kat lagi, ucapan putranya memang benar. Semua terjadi begitu saja tanpa bisa di elak kan.
"Pergi!!! Aku mau sendiri!!" usir Roy.
__ADS_1
"Sayang, kamu dengerin mami dulu!!" bujuk Raisa berusaha menenangkan putranya.
"Apa yang teman teman Roy bilang ternyata benar, Roy adalah anak haram!" teriak Roy dalam tangis.
Raisa tak bisa berkata lagi, ia malah duduk di lantai, kemudian menangis keras, sama seperti putranya.
"Iya, kamu anak haram. Kenapa??? apa kamu akan membenci mami?? sama seperti mereka yang membenci mami???" Teriak Raisa menangis histeris.
Roy malah diem, ia berhenti menangis.
"Kenapa malah mami yang menangis!" seru Roy kesal.
"Mau bagaimana lagi, kamu menyalahkan mami, padahal papa kamu yang memaksa mami sebelum menikah. Papa kamu yang gatal!" ucap Raisa masih dalam keadaan menangis.
"Kenapa mami mau sama dia, kenapa gak cari pria yang baik saja!" ujar Roy.
Ceklek~
Yoga masuk ke dalam kamar Roy, ia mendengar semua pertengkaran ibu dan anak ini.
"Jika mami mu gak mau sama papa, maka bukan seperti ini wajah mu!" cibir Yoga mendelik sinis pada Roy.
"Hikks....Hiks...Dia lah pelaku nya!!" teriak Raisa menunjuk Yoga.
"Gara gara kamu!!!! Aku di anggap anak haram!!" teriak Roy marah.
"Eh kenapa malah durhaka, huh?" balas Yoga marah.
"Terserah, Sekarang keluar!!!" usir Roy menarik tangan kedua orang tuanya.
"Kenapa mengusir kamu huh?" protes Raisa.
"Aku malas bicara dengan kalian, sukanya cuma membuat anak haram!!!" teriak Roy.
"Jika aku menjawab itu sebuah kecelakaan, kau pasti akan lebih menangis lagi" cibir Yoga menahan tubuhnya agar tidak tertarik oleh Roy.
"Waktu itu itu papa mabuk berat, lalu mami mu datang menjemput papa. Karena hari sudah larut malam, mami mu tidak berani menyetir terlalu jauh. Jadi mami mu membawa papa ke hotel. dan yahhh begitulah, hasil nya kamu!"jelas Yoga tanpa di minta oleh Roy.
"Lalu kenapa kalian tidak menikah? kenapa malah berpisah?" teriak Roy.
"Itu karena papa mu memili orang lain!" jawab Raisa.
Roy kaget, ia menatap sinis kearah Yoga.
"Mampus aku!" batin Yoga. Raisa malah tersenyum sinis, Sekarang saatnya dirinya membalas dendam pada Yoga.
"Begitu kah?? memang bukan pria sejati!" maki Roy pada Yoga.
"Semuanya salah paham sayang" bujuk Yoga.
Sebenarnya Roy sudah tahu cerita nya dari Niko. Tapi, ia masih belum mendengar langsung dari mami nya.
Ternyata memang benar, apa yang Niko jelaskan, sama persis seperti yang papa nya jelaskan.
__ADS_1
Hidup itu rumit, dan setiap manusia mengalami kerumitan masing-masing, sesuai dengan kemampuan nya dalam menghadapi semua itu.
...Terimakasih ...