Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Bimbang


__ADS_3

Johan sibuk mempelajari strategi menjadi seorang mafia yang kuat. Melindungi keluarga nya dan juga semua keturunan nanti. Ia tidak mau keluarganya terus terancam bahaya.


Awal nya Johan berpikir sama seperti kakek nya, meninggalkan dunia gelap itu. Maka keluarga nya akan aman dan tidak berurusan lagi dengan yang namanya Mafia.


Namun apalah daya, darah yang mengalir di dalam tubuh mereka adalah darah seorang mafia. Semua musuh akan terus memburu mereka.


Maka dari itu, mau tidak mau mereka harus hidup di antara malam dan siang. Setiap generasi harus menjadi kuat untuk menerima tahta.


...----------------...


Sedangkan di dalam ruangan nya, Yoga tampak bimbang. Sikap Raisa semakin dingin. Ia mulai ragu jika ini bukanlah jalan yang tepat untuk menguji rasa cinta gadis itu kepadanya.


Ceklek.


Niko masuk ke dalam ruangan Yoga, ia kaget melihat boss sekaligus adik angkatnya itu sedang melamun.


"Hei, apa yang kau lakukan!"


Yoga tidak menyahut, ia tidak sadar dengan kehadiran Niko.


"Apa dia tidak mendengar ku?" Niko berjalan mendekati Yoga, berdiri di depan meja kerja Yoga.


"Yoga!!!" teriak Niko melambaikan tangannya di depan wajah Yoga.


Yoga tersentak, ia menatap tajam pada Niko.


"Apaan sih, kenapa kau mengganggu ku!" ketus Yoga.


"Apaan apaan, kamu tu yang apaan. Melamun di siang bolong. "


Yoga mendengus kesal, ia beranjak dari meja kerja nya menuju ke sofa.


Bruk~


Dalam satu hempasan tubuh Yoga sudah terbaring di sana.


"Kenapa wajah mu lesuh gitu?" tanya Niko ikut duduk di sofa sebrang Yoga. Ia menatap wajah gusar Yoga.


"Aku sedang bingung" jawab Yoga lirih.


Pria itu menutup mata, lalu meletakkan tangannya di atas kening. Persis seperti orang banyak hutang yang pusing mencari uang, sedangkan dirinya pengangguran.(seperti saya🥺 tapi gak ada hutang😅).


"Kamu udah kaya orang di lilit hutang tahu gak. Kenapa sih!"


Yoga membuka matanya, dengan cepat pria itu merubah posisi dirinya menjadi duduk.


"Apa aku salah yah, melakukan itu sama Raisa?" tanya Yoga abstrak.


"Apa kau pikir aku ini paranormal?? atau dukun ???" decak Niko, membuat Yoga kesal mendengar nya.


"Dukun beranak iya!, aku sedang serius juga" gerutu Yoga.


"Yah kamu pikir aja, kamu bercerita tetap aku tidak tau apa masalahnya."


Huffff....

__ADS_1


Yoga menarik nafas dalam, ia menatap wajah Niko lalu mulai bercerita.


"Kemarin aku berniat ingin melamar Raisa. Tapi, aku ingin tahu seberapa besar cinta nya kepada ku. Selama ini ia hanya menunjukkan rasa senang dan bahagianya ketika aku memberinya hadiah atau kejutan." ucap Yoga panjang lebar.


"Lalu?" sela Niko, ia mulai mencerna cerita Yoga.


"Aku mendiamkannya, cuek padanya. Bahkan kami sampai jarang berbicara. Dia tidak berinisiatif bertanya padaku. Atau merengek meminta penjelasan agar kami kembali seperti semula.


Raisa malah diam dan mengikuti alur yang aku ciptakan "


Niko mengangguk mengerti, Yoga saat ini terjebak dalam lubang yang ia galih sendiri.


"Apa sekarang kau menyesali keputusan mu? apa kau yang merasa gelisah nya?" tanya Niko ketus.


"Kami memberi mu saran untuk melamarnya, bukan menghancurkan hubungan nya!" kata Niko lagi. Ia benar-benar geram dengan Yoga.


Yoga orang nya kaku, ia tidak pernah jatuh hati pada wanita. Ini adalah kali pertama nya ia jatuh hati pada gadis yaitu Raisa.


Jadi, pria itu tidak terlalu mengerti bagaimana melihat dan mengetahui jika wanita itu jatuh hati kepadanya. Ia hanya berpikir semua wanita menyukainya karena hartanya.


"Aku tidak menyesal, tapi aku resah. Karena Raisa tidak melakukan apapun. Apa dia tidak mencintai ku?" tebak Yoga.


Bruk~


Niko melempar bantal sofa ke wajah Yoga. Pria itu benar benar terlihat bodoh di matanya.


"Kau ini benar benar bodoh Yoga!" tukas Niko.


"Ahhh....Apa yang harus aku lakukan???" erang Yoga frustasi, ia kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa.


...---------------...


"Kenapa sih, dia selalu dingin dan cuek?!! Katanya cinta, katanya sayang. "


"Persetan dengan Cinta!!!!"


Bruk~


Brak~


Titi masuk ke dalam kamar, ia kaget melihat Raisa mengamuk dengan melempari barang barang ke sembarang arah.


"Aduh nona!!! kenapa mengamuk begini???" teriak Titi pusing melihat barang barang berantakan.


"Aku benci pada mu!!!!!!!!"


Prank!!


Sebuah pas bunga hancur berkeping keping jatuh ke lantai.


"Astaga?" pekik Raisa. Ia tidak bermaksud ingin menghancurkan benda seperti itu.


Raisa menatap Titi dengan tatapan takut, pasti pelayan itu akan mengomel padanya.


"Kannnn, Jadi pecah. Membersihkan nya pasti lama" erang Titi.

__ADS_1


"Maaf Titi, aku tidak sengaja" lirih Raisa.


Titi mengerucutkan bibirnya, wajahnya terlihat seram ketika di tekuk seperti itu.


"Aku akan membersihkan nya" ujar Titi beranjak keluar dari kamar untuk mengambil sapu dan skop.


Takut membuat Titi semakin kesal, Raisa ikut membantu Titi merapikan kamarnya.


Selesai membersihkan semua itu, Raisa duduk di tepi ranjang, di ikuti oleh Titi.


Keduanya masih setia membisu dalam kesunyian. Tidak ada yang mau membuka suara.


"Hah..." suara ******* nafas Raisa.


"Sebenarnya apa sih yang terjadi, kenapa nona seperti ini?"


Raisa kembali menghela nafas, ia juga tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi. Apa yang sudah membuat tuan muda berubah padanya.


"Aku juga tidak tahu Titi, tapi tuan muda berubah kepada ku"


"Huh?" kepala Titi langsung mendongak menatap wajah Raisa yang menunduk.


"Kenapa bisa nona? tuan kan sangat mencintai nona. Tidak mungkin bisa berubah begitu saja"


Raisa tersenyum getir, mungkin cinta abadi tidak menghampiri kehidupan nya.


"Aku rasa dia sudah bosan padaku " jawab Raisa lirih.


"Tidak nona, aku tidak percaya itu. Pasti ada yang salah" ungkap Titi bersikeras. Ia tahu betul sifat Yoga. Pria itu tidak mudah jatuh hati, tidak mungkin dengan mudahnya ia bosan dengan wanita seperti Raisa.


"Tapi itu kenyataan nya Titi. Di berubah padaku. Dia lebih cuek dan dingin. Bahkan dia lebih memilih tidur di ruang kerja nya di bandingkan bersama ku"


"Apa nona sudah menanyakan pada tuan?"


Raisa menggeleng, bagaimana mungkin ia berani bertanya. Setelah apa yang Yoga lakukan padanya.


"Kenapa anda tidak menanyakan nya langsung, dan katakan bahwa nona tidak suka di perlakukan seperti ini!" ucap Titi.


Raisa terdiam sejenak, kemudian menggeleng lagi ketika mengingat aroma parfum wanita menempel pada jas kerja Yoga.


"Aku rasa itu tidak perlu Titi " lenguh Raisa pelan.


"Kenapa? agar semuanya jelas nona. Oh ayolah" desak Titi.


Raisa menggeleng, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, membiarkan kedua kakinya menjuntai menyentuh lantai.


"Sebelum ini terjadi, aku mencium aroma parfum wanita menempel pada jas kerjanya. "


Titi melotot tidak percaya, Yoga adalah tipe cowo yang tidak bisa di dekati oleh sembarang cewe.


"Kau kaget? tapi aku tidak begitu" ujar Raisa.


"Kenapa begitu?"


"Karena pertemuan pertama kami adalah di sebuah hotel. Aku melihat Yoga sedang bersama seorang wanita di dalam kamar" jelas Raisa tersenyum getir. Ia berusaha untuk tidak menangis.

__ADS_1


Hati yang semula bahagia, kini berputar menjadi sedih. Mungkin ini saat nya untuk kembali pada keluarga nya. Pikir Raisa.


Titi tidak bisa berkata kata lagi, ia juga tahu akan hal itu. Namun, hatinya sedikit tidak percaya dengan apa yang Yoga lakukan. Soal bermain di hotel, memang Titi tahu itu. Tapi, Yoga tidak pernah sampai benar benar melakukan nya. Pria itu selalu menerima jebakan dari lawan bisnisnya. Namun mereka berakhir kalah.


__ADS_2