Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Surat Dari Raisa


__ADS_3

Yoga berjalan lesuh masuk ke dalam ruangan nya. Ia benar-benar terlihat gunda semenjak kehilangan Raisa. Apalagi dengan semua fakta yang menyatakan bahwa Raisa tidak bersalah.


Gadis yang tengah mengandung calon dari anak nya itu pergi bak di telan bumi. Semua anak buah nya sudah ia kerahkan untuk mencari nya kemana mana, tapi tetap saja tidak ia temukan.


"Kamu di mana sih Raisa? apa sebegitu benci nya kamu sama aku?"


Yoga duduk bersandar pada kursi kerja nya, menatap loteng ruangan kerja kosong. Pikiran dan hati nya hanya berisi tentang Raisa , Raisa dan Raisa.


Tanpa sadar tangan Yoga tersenggol pada laci meja kerja nya. Ia mengadu kesakitan, mengusap tangan nya yang terbentur.


Yoga melihat kertas terjulur pada laci yang tidak terdorong rapat.


"Kertas apa ini?" gumam Yoga mulai menarik laci itu dan mendapati sebuah surat.


To My Yoga.


Hai kak Yoga, akhirnya kamu membaca surat ku ini. Mungkin saat ini aku sudah tidak bersama mu lagi.


Aku berharap kamu tidak mencari ku, karena aku sudah pergi jauh.


Aku tidak membenci mu, tapi aku juga tidak bisa berada di dekat mu.


Aku tidak bisa melihat mu bersama wanita lain, itu sangat menyakitkan.


Hari terakhir aku mencari mu itu, aku datang untuk memberitahu mu sesuatu.


Tapi, aku tidak jadi mengatakannya. Keberanian ku menciut saat melihat tatapan tajam mu padaku.


Aku tahu, mungkin aku sudah mengecewakan mu. percayalah aku hanya mencintai mu. Aku sayang pada mu.


Kak, aku hamil. Apa kakak akan marah mengetahuinya? aku harap tidak.


Kakak pasti bertanya-tanya kapan melakukan nya bukan?


huh, kakak saat itu mabuk. Ketika kita masih menjaga jarak. Aku datang dan membawa mu ke sebuah hotel. Untuk mengantar mu pulang sangat tidak mungkin bagi ku. Karena itulah aku bawa ke hotel.


Tapi, keadaan mu yang mabuk memaksa ku untuk melakukan hal itu dengan ku. Aku tidak bisa berbuat apa apa.


Aku pikir semuanya baik baik saja, dan akhirnya kita dekat lagi. Aku kembali percaya pada mu. Tapi kak....


Kau kembali menyakiti hati ku. Kau kembali menoreh luka yang dulu sempat tertutup.


Mungkin, ini kesempatan terakhir untuk kita bersama. Aku akan mengurus hidupku, dan kau hidup bahagia bersama wanita itu.


Jangan cari aku, ku mohon. Biarkan aku hidup tenang tanpa kamu.


From Your Raisa


Air mata mengalir begitu deras membanjiri pipi Yoga. Hatinya terasa remuk setelah membaca surat yang Raisa tulis untuk nya.


Terlihat pada permukaan kertas itu, ada jejak air yang sudah kering. Mungkinkah Raisa menangis sembari menulis surat ini?


Yoga tidak bisa membayangkan bagaimana sakit dan kecewa nya gadis itu saat ini.


"Aku pria yang bodoh!" maki Yoga pada dirinya sendiri.


...----------------...


"Apa kau yakin? ingin melakukan ini?." Dave menatap Raisa dengan tatapan sulit di artikan.


Raisa mengangguk yakin, ia tidak akan berpikir dua kali. Bahkan ia tidak akan menyesal untuk ini.


"Tapi Lina, apa tidak sebaik nya kamu kembali dan membicarakan ini dengan keluarga mu?"


"Tidak Dave, aku tidak mau kembali. Mereka tidak membutuhkan aku" jawab Raisa cepat.

__ADS_1


"Apa maksud mu pria itu? bukan kah keluarga mu tidak bersalah di kasus ini?" ucap Dave lagi, ia berharap Raisa tidak gegabah.


"Benar, tapi aku juga tidak mau mereka tahu keberadaan aku. Karna, jika mereka tahu. Pria itu pasti juga akan mengetahuinya."


Raisa berbalik, menghadap ke jendela yang memamerkan keindahan hutan lindung. Saat ini mereka berada di sebuah villa milik Dave. Letak nya sedikit jauh dari kota.


"Hingga waktu nya telah tiba, aku akan menghubungi keluarga ku" lanjut Raisa. Terdengar dari nada suaranya bahwa hatinya sedang sedih.


"Baiklah, terserah pada mu. Aku akan membantu mu" balas Dave.


Raisa menatap hijaunya hutan di luar sana, bukan itu sebenarnya yang terlihat di matanya. Tapi wajah Johan dan Titi, sekilas wajah pria itu juga melintas di sana. Membuat dada Raisa terasa sesak dan menjatuhkan air mata.


Tuk!! Tuk!!


Dave menoleh kearah pintu.


"Seperti nya paman mu sudah datang" ujar Dave. Ia berjalan menuju pintu, lalu membukanya.


Dave menatap pria tampan yang sudah tidak muda lagi. Mata Dave mulai berembun, sebentar lagi air matanya akan jatuh, tapi ia berusaha menahan nya.


"Anda siapa?" tanya Dave hampir tercekat.


"Saya paman Raisa, saya ingin menemui nya" Jawab Mr Bein.


"Silahkan masuk, Lina ada di dalam" kata Dave mempersilahkan paman Raisa masuk.


Mr Bein mengangguk, ia masuk ke dalam villa dan berjalan menuju ke arah Raisa yang ia lihat berdiri menatap jendela.


"Raisa" panggil Mr Bein.


Raisa berbalik, kemudian berjalan cepat mendekati Mr Bein.


"Papa!" lirih Raisa memeluk paman yang ia panggil papa. Tangis Raisa pecah di dalam pelukan Mr Bein.


Dave menatap haru, ia merasakan betapa sedih nya hati Raisa saat ini.


"Silahkan duduk tuan" kata Dave.


Raisa mengangguk dan menuntun pamannya duduk di sofa.


"Sebenarnya apa yang terjadi sayang? kenapa kamu melarikan diri" tanya Mr Bein.


Raisa menunduk, ia tidak sanggup untuk menceritakan pada Mr Bein.


"Aku hamil pa" lirih Raisa menunduk, ia benar-benar malu pada paman nya.


"Apa? siapa yang udah menghamili kamu? katakan! biar papa Hajar tu orang!" ucap Mr Bein mulai emosi.


Raisa menggeleng, ia tidak menginginkan hal itu.


"Tidak perlu pa, semua ini terjadi begitu saja. Aku dan pria itu melakukan nya di saat dia mabuk, dan setelah sadar dia tidak mengingatnya" jelas Raisa.


"Baj*Ngan!" umpat Mr Bein kesal.


"Sekarang papa cukup bantu aku, aku ingin pergi jauh dan di anggap tidak ada di dunia ini."


"Kenapa Raisa?? papa akan membalas pria itu, kamu tidak perlu melakukan hal seperti itu" sela Mr Bein emosi.


"Tidak pa, aku ingin melanjutkan hidup ku dengan identitas baru, bersama bayi ku. Tolong buat aku seperti sudah mati, buat mereka percaya pa, aku mohon." Raisa berlutut di hadapan Mr Bein, ia benar-benar ingin hidup bebas dan terlepas dari masa lalu kelam ini.


Dave sampai terkejut melihat apa yang Raisa lakukan. Gadis ini benar benar nekat.


Haaa....


Mr Bein menarik nafas gusar, ia tidak bisa berbuat apa apa jika sudah begini.

__ADS_1


"Baiklah, papa akan melakukan sesuai dengan permintaan mu" ucap Mr Bein Pasrah.


Raisa tersenyum lesuh, setidaknya ia akan hidup bahagia bersama calon bayi nya.


Mr Bein beralih menatap pria yang duduk di depan mereka. Ia tidak pernah melihat pria ini sebelum nya.


"Siapa kau?" tanya Mr Bein menatap tajam Dave. Ia takut Dave berniat jahat dan malah memanfaatkan kondisi Raisa.


Dave tertegun, mendapat pertanyaan tiba tiba dari Mr Bein.


"Dia pria aneh, yang memaksa berkenalan dengan ku. Dia juga yang sudah menyelamatkan ku" jelas Raisa.


Mr Bein menatap penuh selidik pada Dave, ia menaruh curiga pada pria itu.


"Aku Dave Khan Rajha" jawab Dave


"Khan Rajha?", ulang Mr Bein, ia merasa tidak asing dengan nama itu.


Deg


"Apa papa mu Turhan Khan Rajha?" tanya Mr Bein.


Dave mengangguk pelan, jantungnya berdetak kencang.


"Papa ku Turhan Khan Rajha, dan mama ku Guina" jelas Dave.


Raisa menatap paman nya terkejut. "Paman mengenal keluarga nya?",


Mr Bein mengangguk penuh senyuman, " Keluarga dia sangat berjasa bagi keluarga kita Raisa. Turhan merupakan orang kepercayaan ku, dia yang selalu melindungi putra ku. Pria baik dan jujur itu mengorbankan jiwa dan raganya demi keselamatan kakak sepupu mu."


Mr Bein menghela nafas berat.


"Tapi sayang, di saat Turhan membawa putra ku kabur untuk menyembunyikan nya. Mereka tertangkap musuh dan tewas di tempat"


Dave hampir menangis, ternyata Turhan benar, semua cerita yang Mr Bein katakan sama persis seperti yang Turhan ceritakan. Hanya saja endingnya berbeda.


"Turhan tidak tewas, ia sengaja mengelabuhi musuh" ungkap Dave.


Mr Bein membeku, ia menatap Dave tidak berkedip.


"Benarkah? apa papa mu masih hidup?? di mana dia?? aku ingin tahu, apakah putra ku juga masih hidup??" Mr Bein sangat tidak sabaran, ia tidak percaya hal ini bisa terjadi. Sudah bertahun tahun ia mengira ana buahnya itu sudah tiada.


"Sekarang Turhan sudah meninggal, ia berpesan pada ku untuk mencari mu. Mencari papa ku!" ungkap Dave setengah menangis, persetan jika ia di bilang pria cengeng.


"Huh??" kaget Raisa melongo mendengar penuturan Dave.


"Apa?? Ka-kau???" kata Mr Bein terbata, ia merasa ada yang salah dengan pendengaran nya.


"Aku mengalami benturan di otak, aku menjadi lupa ingatan permanen. Turhan merawat ku dengan sangat baik. Ia membangun usaha restauran sembari merawat ku. Turhan menyembunyikan identitas ku agar tidak ada yang bisa melacak ku, lalu setelah aku dewasa, aku di latih dan di didik bagaimana cara melawan musuh.


Hingga detik detik Turhan sakit, dia mulai menceritakan semuanya pada ku. Asal usul ku, makanya aku pindah ke sini untuk mencari mu, papa"


Tangis tak terbendung lagi, Mr Bein langsung bergerak memeluk putranya yang selama ini ia anggap sudah meninggal.


"Putra ku" lirih Mr Bein memeluk Dave.


"Jadi, kau kakak sepupu ku?" ujar Raisa.


Mr Bein melepas pelukannya pada Dave, menatap Raisa yang masih bengong .


"Yah, dan aku hampir saja menyukai adik ku sendiri " ungkap Dave dengan nada bercanda.


"Huh, padahal aku baru saja berniat ingin membuat mu baper" lenguh Raisa.


Dave dan Mr Bein tertawa mendengar nya.

__ADS_1


Kira kira bagaimana yah kisah selanjutnya??? ada yang penasaran gak??


__ADS_2