Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Bertemu Titi


__ADS_3

Tuk!!! Tuk!!!


Ting Tong....


Julia mengetuk dan menekan bel rumah Johan. Tapi tidak ada yang menyahut atau membukakan pintu.


"Kemana sih mereka!" gerutu Julia tidak sabaran.


Hari ini, sesuai janji Dave pada Julia. Mereka pergi menemui Johan dan Titi.


Ting!! Tong!!


Ceklek.


"Huh, akhirnya!" dengus Julia, saat melihat pintu rumah Johan terbuka.


Titi keluar, ia terlihat bingung melihat Julia dan juga Dave.


"Maaf kalian siapa yah?"


Julia tersenyum, ia menarik Titi ke dalam pelukan nya.


"Ehm...Maaf" cicit Titi berusaha melepaskan pelukan Julia.


"Eh sorry, aku Julia istri Dave" ucap Julia memperkenalkan diri. Ia terlalu senang melihat sahabat Raisa yang sangat cantik dan lembut.


"Maaf lagi, Dave siapa yah?" tanya Titi, ia tidak mengenali pria yang datang bersama wanita ini.


"Aduhh Lucu sekali yah wanita ini" ungkap Julia.


"Dia adalah kakak sepupu Lina" jelas Julia.


Bukan nya mengerti, Titi malah semakin bingung. Siapa lagi yang mereka sebut itu.


Melihat Titi kebingungan, Dave menutup mulut istri nya.


"Raisa, aku kakak sepupu Raisa. Kami memanggilnya Lina" jelas Dave.


Titi mengangguk mengerti, suaminya sudah memberitahukan kepadanya soal kakak sepupu mereka yang dulu sempat di kira sudah meninggal.


"Oh aku tau, Johan sudah cerita. Mari masuk" Titi mempersilahkan mereka masuk.


Julia dengan senang hati masuk ke dalam rumah besar milik Titi. Ia duduk bersebelahan dengan suaminya.


"Bi, tolong ambilkan air yah!!" teriak Titi pada pembantu rumah tangga nya.


Titi ikut duduk pada sofa di samping Julia dan Dave.


" aku sudah mendengar semuanya dari Johan. Kalian yang membantu Raisa ketika dirinya dalam kesulitan. Bahkan, aku yang menjadi sahabat nya saja tidak ada di sisi nya" lirih Titi, ia mulai bersedih dan hampir menangis.


"Eh kok kamu malah sedih sih!!" Julia pindah ke sebelah Titi, ia mengusap bahu Titi agar wanita itu tidak menangis.

__ADS_1


"Aku hanya sedih, dan merasa sangat bersalah pada Raisa"


"Loh kok gitu?" tanya Julia.


"Harusnya aku ada bersamanya, harusnya dia tidak menanggung sendiri"


"Stttt....Kamu tenang saja, semuanya sudah baik baik saja. Lina sudah lebih baik sekarang"


Dave hanya menatap Titi yang sedang menangis, dalam hati ia bersyukur adik nya di kelilingi oleh orang orang yang baik.


"Jadi, begini Titi. Kami ingin tahu bagaimana sih permasalahan Yoga dan Raisa itu?" ujar Dave mulai melakukan penyelidikan.


Titi menghapus air matanya, ia menatap Dave serius.


"Kenapa bertanya seperti itu?"


"Kami ingin mencari tahu saja Titi, kami ingin Lina dan Roy bahagia." sahut Julia menjelaskan.


"Maksud kalian, ingin menyatukan Yoga dan Raisa?"


Julia dan Dave mengangguk.


Titi menghela nafas berat, ia sebenarnya tidak setuju dengan rencana Julia dan Dave. Ia takut Raisa kembali pergi dan meninggalkan nya. Bahkan ia belum bertemu dengan Raisa.


"Aku tidak setuju!"


Dave dan Julia kaget.


"Memang benar aku sahabat Raisa, tapi aku hanya pembantu bagi tuan Yoga. Bukan masalah jahat atau baik nya. Aku hanya tidak mau nona pergi lagi. Tuan sangat menyakiti hati nona muda" jelas Titi.


"Memang nya apa yang terjadi, bisakah kau menjelaskan pada kami?" pinta Dave.


Huffff....


Titi menghela nafas berat, sungguh sulit baginya mengingat apa yang Raisa alami.


"Sejujurnya aku juga kaget dan merasa sangat sedih. Raisa hamil, aku tidak tahu sejak kapan. Ketika tuan menyakiti hati Raisa untuk kedua kalinya aku juga tidak tahu. Yang aku tahu hanya mendapatkan testpack di kamarnya nona muda, lalu nona muda pergi.


Awalnya aku benci dengan tuan muda. Aku berpikir dia tidak mengakui bahwa itu adalah anak dari benihnya."


"Kenapa?"sela Julia.


"Seseorang telah memfitnah nona muda, sehingga Tuan muda menerima ajakan dari Gladies, wanita yang tergila gila pada harta tuan.


Setelah itu, Nona pergi. Dia tidak kembali lagi selama 4 tahun. Bahkan aku sangat terpukul saat mengetahui nona muda kecelakaan dan meninggal " jelas Titi panjang lebar. Sesekali tangannya terangkat menghapus air matanya.


"Jadi, semuanya hanya karena kesalahpahaman?" tanya Dave memastikan.


Titi mengangguk. "Yah, semua hanya kesalahpahaman. Membuat mereka terpisah dan saling membenci"


"Kalau begitu, mari kita buat mereka saling jatuh cinta lagi!" usul Julia.

__ADS_1


"Tidak!" tolak Titi.


Dave dan Julia mengerut bingung.


"Kenapa kamu gak mau? bukan kah kamu juga akan senang jika Raisa bahagia?" ujar Julia.


"Tentu saja, tapi aku tidak mau nona pergi lagi. Aku takut, tuan muda kembali menyakiti nya dan membuat aku kehilangan Raisa lagi." jelas Titi.


Julia tersenyum lembut," kamu tenang aja, Raisa tidak akan pergi lagi. Dia akan bersama kita"


"Benarkah? apa kalian janji?"


"Tentu saja" sahut Dave.


"Baiklah, aku setuju"


Julia bersorak dan langsung memeluk Titi.


"Kita akan membuat Raisa dan Roy bahagia"


"Tentu!!" sahut Titi.


...----------------...


Raisa dan Roy duduk di dalam kamar berdua. Roy duduk di atas pangkuan maminya dan bersandar pada dada maminya.


Sementara Raisa mengelus elus punggung putranya, menyusahkan rasa hangat dan kenyamanan untuk Roy.


"Sebenarnya papa kemana sih mi?kok gak jenguk aku?" tanya Roy, ini adalah pertanyaan yang kesekian kali Roy lontarkan.


"Sayang, anak mami yang sangat tampan. papa akan datang kok sayang,nanti setelah Roy besar!" jelas Raisa.


Roy mengangguk mengerti, itu adalah jawaban yang sering ia dengar dari maminya.


"Boleh tahu kenapa papa pergi?"


Glek.


Raisa tercekat, ia tidak tahu harus bagaimana menceritakan pada Roy.


"Kayaknya saja mami, aku ngerti kok" ujar Roy meyakinkan maminya.


Raisa menghela nafas berat, lalu mulai menceritakan pada Roy soal permasalahan nya dengan Yoga. Mungkin Roy harus tahu, meskipun belum saatnya.


"Ketika kamu masuk ke dalam perut mami, papa kamu selingkuh. Dia tidak mengakui kalau kamu itu anak mami sama papa. Mami gak tahu kenapa, dia terlihat sangat membenci mami. Oleh karena itu lah, mami memutuskan untuk membesarkan kamu sendiri. Kamu kesayangan mami, kekuatan terbesar dari mami." jelas Raisa panjang lebar.


Roy terdiam, hati nya terasa sangat sakit ketika mendengar cerita fakta dari mami nya.


"Roy, apa kamu sedih?. Tapi, jika kamu bertemu dengan nya nanti, kamu tidak boleh benci padanya yah.Dia itu tetap papa kamu. Mami yakin, dia memiliki alasan yang menyebabkan berlaku seperti ini kepada kita" Nasehat Raisa untuk putranya.


Tapi, Roy tidak menyahut. Ia berpura-pura tidur saat maminya bertanya padanya. Agar mami nya tidak kecewa dan sedih melihatnya bersedih, lebih baik Roy pura pura tidur. Meskipun ia sebenarnya mendengar semua yang maminya katakan.

__ADS_1


__ADS_2