
Hari demi hari, rasa cinta tumbuh semakin dalam di lubuk hati Raisa. Ia merasa sangat bahagia setiap kali mendengar kata cinta dari Yoga.
Seperti hari ini, Yoga mengucapkan beribu kali kata cinta kepadanya sebelum berangkat bekerja.
"Mau sampai kapan melamun di sana?"
Raisa menoleh, ia tersentak karena mendengar suara Titi.
"Kau ini, jika sedetik saja tidak mengganggu aku. Apa badan mu itu akan gatal gatal??" cibir Raisa.
Raisa bangkit dari duduk nya, ia menghampiri Titi yang berdiri di belakang bangku taman.
"Bagaimana perkembangan diri mu dengan kakak ku?" tanya Raisa menggoda.
,"Apaan sih, kenapa tanya begitu"
"Yahhh karena aku tahu, kau menyukai nya" jawab Raisa tersenyum lebar. Ia senang jika wanita yang mendampingi kakak nya adalah orang seperti Titi.
Titi menggeleng cepat, ia tidak mungkin memiliki keberanian untuk mendekati pria kaya seperti Johan.
"Kenapa? apa kau tidak menyukai kakak ku??" tanya Raisa heran.
Titi kembali menggeleng cepat, ia tidak bermaksud seperti itu.
"Nona tahu lah, aku seperti apa. Mana mungkin berani menyukai pria tampan dan kaya seperti tuan Johan"
"Kenapa tidak mungkin?? kau hanya butuh menjaga hati mu dan bersikap seperti jati diri mu Sekarang. Baik dan tidak busuk hati"
"Tentu saja aku baik, apa aku pernah berbuat jahat pada mu"
"Karena itulah aku merestui mu bersama Kaka ku" ucap Raisa lagi.
Titi menjadi senang, mungkin kah dia bisa mendapatkan hati Johan??
"Ah sudahlah, aku tidak mau bermimpi terlalu tinggi. Sekarang ayo masuk, sebelum sinar matahari membakar kulit mu!"
"Baiklah, calon kakak ipar" sahut Raisa menggoda Titi.
"Ih apaan sih, nanti ada yang denger"
"Tidak masalah, karena aku bersama mu" balas Raisa meyakinkan Titi.
Sementara itu, di sisi lain. Yoga tengah menemui papa nya. Pria yang sejak kematian mama nya tidak ia anggap lagi.
Kini mereka berada di ruang kerja Draison.
"Kenapa memanggil ku lagi? aku sudah katakan jangan pernah ikut campur dengan urusan ku lagi!" ucap Yoga sinis.
Draison menghela nafas, sakit baginya mendengar kata kata pedas dari darah dagingnya sendiri.
__ADS_1
"Kenapa kau selalu bersikap seperti ini kepada ku??? aku ini papa mu! kau ada karena aku!"
"Karena itulah aku menyesali hidup ku" tukas Yoga semakin tajam.
"Aku tahu kau akan menikahi gadis itu, dan aku merestui nya. Aku hanya ingin mengatakan hal itu pada mu" Draison bangkit dan hendak beranjak pergi.
Namun, ucapan Yoga sedikit menyentuh di hatinya.
"Aku tidak butuh restu mu papa"
Setelah mengatakan hal itu, Yoga keluar lebih dulu dari Draison.
"Pap" ulang Draison tersenyum bahagia. Meskipun kata katanya itu sangat menyakitkan, tapi setidaknya Yoga kembali memanggil nya dengan sebutan papa.
Ketika di luar ruangan kerja papa nya, Yoga bertemu dengan Gladies. Gadis yang selama ini selalu menjadi penghancur di hidupnya.
"Kak Yoga, sejak kapan kau datang? apa kau mencari ku??"
Gladies langsung berhambur mendekati Yoga, bergelayutan di lengan pria itu.
"Wahhh mesra banget" sahut Yaisya yang entah sejak kapan berada di sana.
"Lepas! aku tidak mencari ku, dan tidak akan pernah!" ucap Yoga menghentakkan tangan Gladies dari lengannya. Lalu pergi begitu saja.
"Ihhhh Pria sombong! apa yang kurang sih dari aku. Kenapa Yoga tidak pernah mau melihat ku!" rengek Gladies mencak mencak.
"Kurang hati nya" sahut Draison dari atas, ia memang tidak pernah suka dengan gadis itu. Apalagi menjadi istri Yoga nanti.
"Kamu apaan sih mas" serga Yaisya memeluk keponakan nya.
Sejujurnya Draison sudah tidak tahan dengan sikap istri nya. Ia benar-benar ingin melenyapkan wanita itu. Jika saja dirinya tidak ceroboh dulu nya, maka ini semua tidak akan terjadi.
Draison yang terlalu sombong dengan kekuasaan nya mencoba bermain api di belakang istri nya.
Ia termakan oleh bujuk dan rayu Yaisya si wanita ular. Hingga akhirnya ia terjebak dengan sebuah surat yang ia tanda tangani.
Surat itu berisi, jika Draison menceraikan Yaisya, maka hak semua hartanya akan jatuh ke tangan Yaisya. Begitu juga sebaliknya, jika Yaisya meminta cerai, maka ia tidak akan mendapat apa apa dari Draison.
Semua nya sudah Draison lakukan agar wanita itu pergi dari hidupnya. Tapi malah membuat nya semakin terjerat dalam lubang yang ia gali sendiri.
Yaisya mengancam akan menyakiti Yoga apabila Draison tidak melakukan apa yang ia inginkan.
Awalnya Draison tidak percaya, ia hendak mencampakkan Yaisya. Tapi malah istrinya yang menjadi korban. Yaisya melukai istri nya hingga meninggal.
Semua itu, Yoga ketahui sebagai kesalahan papa nya. Makanya Yoga membenci papanya.
Hanya Niko yang mengetahui cerita yang sebenarnya. Namun, ia juga tidak bisa membuka mulut. Yaisya merupakan anak dari mafia yang berpengaruh besar. Jadi cukup sulit untuk mengalahkan nya.
...----------------...
__ADS_1
Lain hal dengan pria satu ini. Johan Jeland, pria ini bersikeras pada paman nya untuk mengajarinya berbagai hal tentang menjadi Mafia yang kuat.
Kejadian yang menimpa keluarga nya membuat Johan bertekad kuat.
"Apa kau yakin ingin memasuki dunia ini?? kau tidak akan menyesal nanti?" tanya Mr Bein meyakinkan keponakan nya
"Aku yakin paman, aku tidak mau keluarga kita terus menerus seperti ini. Lagi pula, setelah paman, siapa lagi yang akan melanjutkan tahta ini"
Mr Bein mengangguk pelan, ada benarnya juga perkataan Johan.
"Jika kau ingin mencoba nya, aku akan mengajari mu"
Johan mengangguk, ia benar benar ingin memasuki dunia gelap itu.
"Apa Raisa sudah mengetahuinya?" tanya Mr Bein.
Johan menggeleng, jika gadis itu tahu. Maka Johan tidak akan mendapatkan ijin. Apalagi Raisa sangat tidak suka dengan dunia mafia.
"Aku tidak memberitahu nya, aku harus ahli dulu baru memberitahu nya"
Mr Bein membawa Johan ke tahanan bawah tanah, ia ingin memperlihatkan tahanan yang mereka tahan.
Johan bergidik ngeri, para tahanan terlihat sangat lemah dan menderita. Mereka kurus kering dan tidak bertenaga.
"Apa mereka di beri makan?"tanya Johan.
"Tentu saja, mereka akan di beri makan dan minum 1 x dalam 3 hari"
"Waw... sangat baik hati yah" decak Johan tersenyum miring. Ia terus memperhatikan setiap penjara yang mereka lewati.
Langkah Johan terhenti, ia menatap kearah jeruji besi yang berikan orang yang tidak asing di matanya.
"Kau kenal dia?" tanya Mr Bein.
"Aku tidak asing pada mereka, siapa mereka?" tanya Johan penasaran.
"Dia adalah keluarga yang berani memisahkan mu dan mama mu!"
"apa?" seketika tangan Johan mengepal, ia menatap lekat wajah Bram yang terlihat babak belur. Hampir ia tidak mengenali wajah itu.
"Aku mengampuni mereka dan membiarkan mereka selama ini karena mama mu hidup aman bersama nya. Tapi ternyata aku salah, mereka malah memanfaatkan mereka!"
Johan beralih pada penjara yang terdapat wanita muda yang terkapar di lantai.
Mr Bein mengikuti arah pandang Johan
"Dia putri dari mereka" ucap Nya.
"Wanita yang hampir menyakiti adik ku!!!!" Johan mengambil air yang terletak di atas meja penjaga, lalu mendekati penjara Mawar.
__ADS_1
Byurrr....