Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Mulai sedikit Canggung


__ADS_3

"Papa!!!!"


Roy berlari kearah Yoga yang baru saja keluar dari mobil. Raisa mengikuti dari belakang dengan langkah pelan, seakan ia terlihat malas bertemu dengan Yoga.


"Roy, anak manis papa" sahut Yoga menyambut putranya, ia langsung menggendong Roy.


"Sekarang kita mau main apa sayang?" tanya Yoga.


Roy berpikir sebentar, kemudian tersenyum lebar.


"Seperti nya aku merubah pikiran ku, aku tidak jadi mau main di sini"


"Huh? trus mau main kemana lagi sayang?" sela Raisa.


Yoga menatap sinis Raisa, nada bicara Raisa terlalu kasar pada putranya.


"Apa!" ketus Raisa melihat Yoga menatap sinis pada nya.


"Gak bisa lembut apa? kalau ngomong sama anak" protes Yoga.


Ucapan Yoga membuat Raisa naik darah, ia bersiap ingin mengeluarkan sumpah serapahnya pada Yoga, tiba-tiba Roy berteriak dan menghentikan nya.


"Mama!!! Papa!!! stop!!!. Bisa gak sih, jangan bertengkar di depan anak kecil!" dengus Roy.


Raisa dan Yoga terdiam, mereka saling melempar tatapan tajam.


"Yaudah ayo, mau kemana?" pasrah Raisa.


"Aku mau ke taman wisata!" jawab Roy.


"Yang mana sayang, taman wisata banyak Loh" ujar Yoga.


"Hmm...Aku mau ke kebun binatang aja deh!" putus Roy.


Raisa dan Yoga geleng kepala, putra nya benar benar labil.


"Yaudah ayo!" ucap Raisa sambil berjalan menuju ke mobil nya.


"Pake mobil ku aja" ucap Yoga.


"Aku gak mau!" tolak Raisa.


"Yaudah pake mobil mu aja" putus Yoga hendak berjalan mengikuti Raisa, tapi terhenti karena Raisa kembali berbalik dan menatap nya sinis.


"Mau kemana kau?"


"Yah mau masuk ke mobil lah, kemana lagi!" jawab Yoga.


"Mobil kamu tuh di sana, ini mobil aku!" ketus Raisa.


"Lah trus? kan kamu bilang pake mobil kamu!" balas Yoga heran, ia tidak mengerti jalan pikiran Raisa.


"Yah aku sama Roy, kamu tetap pake mobil kamu lah!" jelas Raisa.


"Kenapa harus pisah mobil? tujuan kita kan sama. "


"Yah kita kan bisa bertemu di sana!" balas Raisa.


Mereka terus berdebat, Roy sampai menutup telinga malas mendengar perdebatan kecil yang sangat tidak berguna dari kedua orang tua nya.


"Tapi kan itu tidak elit"


"Kenapa pula tidak elit, malahan kalau kamu ikut malah makin buruk!" Cibir Raisa.


"Ka-" ucapan Yoga terhenti.


"Stop!!!!!!!!!" teriak Roy menutup mulut papa nya dan menunjuk mama nya, agar mereka sama sama diam.

__ADS_1


"Kapan kita jalan nya sih,kalau kaya gini terus!"


"Dia tu+" sungut Raisa.


"Kok aku sih!" ucap Yoga membela diri.


"Udah deh,ini kan kemauan Roy. Jadi kalian ikutin apa yang Roy mau"


Raisa dan Yoga saling membuang muka, entah mengapa mereka berdua malah terlihat seperti anak kecil yang tengah berantem.


"Pergi lake mobil mama, tapi papa yang nyetir. Adil!" putus Roy tak terbantahkan.


"Tap-"


"Gak ada tapi tapian mama, aku pengen kaya gitu!" sela Roy memotong ucapan mama nya dan tidak bisa di bantah.


Hufff...


Raisa menggerutu dalam hati, banyak sumpah serapah yang ingin ia lontarkan untuk Yoga, namun ia tahan.


Mereka semua masuk ke dalam mobil, Raisa duduk di samping Yoga yang duduk di belakang setir.


Roy duduk di atas mami nya,mereka terlihat seperti keluarga bahagia yang sedang menghabiskan waktu senggang bersama.


...----------------...


Setiba nya di kebun binatang, Roy meminta Yoga menggendong nya.


"Kita lihat gajah yok Pa" ajak Roy.


"Ayok!!" sorak Yoga . Ia membawa Roy pergi ke kandang gajah. Tak lupa Yoga menggandeng tangan Raisa.


Awal nya Raisa ingin protes, tapi Yoga sudah menariknya sebelum Raisa protes.


Dengan terpaksa Raisa membiarkan tangannya di genggam oleh Yoga.


"Jangan ambil kesempatan kau yah! aku akan membuat perhitungan dengan mu nanti!" ucap Raisa berbisik pada Yoga.


"Mami ngomong apa?" tanya Roy yang sempat mendengar bisikan Raisa, tapi terdengar samar.


"Oh gak ada kok Sayang, itu gajah nya gede banget yah" jawab Raisa tercengir.


"Eh itu ada harimau" tunjuk Yoga.


"Garang yah" sahut Roy.


Di balik kesal dengan Yoga, Raisa juga memperhatikan putranya yang terlihat sangat bahagia.


Roy tak henti henti nya tertawa bersama Yoga, mereka terlihat mirip dan dekat.


Tanpa Raisa sadari, ia ikut tersenyum ketika Roy tertawa bersama papa nya.


"Apa ini yang kau inginkan sayang? bersama papa mu yang selama ini kau pertanyakan?" ucap Raisa dalam hati.


"Mami, itu ada singa!!" teriak Roy memberitahu Raisa agar ikut melihat kearah singa yang menatap kearah mereka.


"Iya sayang, mami lihat kok"balas Raisa tersenyum.


"Nah, kan cantik" bisik Yoga.


Seketika senyum Raisa berubah menjadi cemberut.


"Mau mati huh!" dengus Raisa.


Seharian Roy menikmati waktu bersama papi dan Mami nya. Ia merasa sangat senang dan bahagia.


Kini Roy tengah tertidur di pangkuan Raisa, berkeliling di kebun binatang membuat Roy kelelahan.

__ADS_1


Tangan Raisa mengusap punggung Roy, agar tidurnya semakin nyenyak. Sedangkan Yoga fokus mengemudi dan sesekali melirik kearah Roy yang tengah tidur.


"Dia terlihat bahagia" lirih Yoga.


"Hem.." dehem Raisa menyahut ucapan Yoga.


"Apa kau tidak mau kembali bersama ku? aku masih sangat mengharapkan mu Raisa, aku sangat ingin bersama mu kembali, bersama putra kita!" ucap Yoga penuh harap.


Namun, Raisa tidak menjawab. Ia malah diam dan memilih menatap ke luar jendelanya mobil.


Setiba nya di rumah, Raisa memanggil pengasuh Roy dan menyuruhnya untuk memindahkan Roy tidur di kamarnya.


Kini, yang ada di luar hanya Yoga dan Raisa. Suasana terasa sangat canggung, Raisa masih belum menjawab ucapan Yoga tadi.


"Makasih udah mau bawa Roy keluar" ucap Raisa sebelum ia berbalik hendak masuk ke dalam rumah.


"Raisa!" panggil Yoga.


Raisa menghentikan langkahnya. "Apa lagi?""


Yoga melangkah cepat mendekati Raisa, laku memeluk tubuh Raisa yang mulai membeku.


Meskipun tatapan matanya selalu terlihat membenci Yoga, Tapi, di dalam hatinya masih ada nama Yoga. Jantung nya akan selalu berdetak kencang setiap kali pria itu menyentuhnya.


"Lepaskan aku, nanti ada yang liat aku tidak enak!" ucap Raisa berusaha melepaskan pelukan Yoga.


"Aku gak peduli, tapi aku ingin kamu kembali padaku, aku ingin memperbaiki semuanya Raisa!!" mohon Yoga.


"Aku tidak mau, aku sudah bahagia hidup begini!" tolak Raisa


Yoga tidak sakit hati, ia malah semakin mengeratkan pelukan nya pada Raisa.


"Aku tidak percaya , aku masih yakin kau mencintai ku Raisa. Dan aku juga begitu!"


Mendengar ucapan Yoga, membuat emosi Raisa kembali memuncak. Dengan sekuat tenaga Raisa menghentakkan tangan Yoga dan mendorong tubuh Yoga agar menjauh darinya.


"Aku sudah bilang, aku tidak mau!" bentak Raisa penuh emosi.


"Bisa bertemu dengan Roy, bisa menghabiskan waktu bersama nya, apa tidak cukup???"


Yoga tidak menjawab, ia hanya menatap Raisa dengan tatapan penuh harap, ia sama sekali tidak marah di tolak oleh Raisa.


"Pergilah,bawa saja mobil ku. Nanti supir ku akan mengambilnya!" ucap Raisa, lalu ia melangkahkan cepat masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu dengan hempasan kuat.


"Raisa!!! Raisa!!!!!!"


Brak!!! Brak!!!


"Raisa!!! aku belum selesai ngomong!!!" Teriak Yoga dari luar,ia berusaha mendorong pintu, namun Raisa sudah menguncinya.


"Aku akan tetap mengejar kamu Raisa! hingga kamu mau menjadi milik ku lagi!" teriak Yoga terdengar bersungguh sungguh.


Raisa masih tetap diam di balik pintu, perlahan air matanya mengaliri pipi nya.


"Aku tahu kamu dengar aku, tapi kamu hanya tidak mau menatap ku!!!" teriak Yoga lagi dari luar.


"Aku mencintai mu Raisa, aku akan memperbaiki semuanya!!!" teriak Yoga lagi, lalu setelah itu ia masuk ke dalam mobil Raisa dan melaju pergi.


Ceklek~


Raisa membuka kunci pintu rumah, lalu membukanya lebar lebar.


Mata nya melihat kiri dan kanan, mobil yang mereka tumpangi sudah pergi.


Bruk~


Raisa terduduk di lantai teras, hati nya kembali terasa sesak, ia tidak tahu apa yang ia rasakan sekarang. Semuanya tampak kacau dan berantakan!!.

__ADS_1


Raisa tidak tahu mau melakukan apa, keputusan apa yang membuat hidup nya dan Roy akan baik baik saja. Raisa tidak tahu itu, ia sangat bingung.


...----------------...


__ADS_2