
Raisa dan Titi asik duduk di bangku depan rumah Johan. Mereka tampak senang menikmati indah nya kebun bunga yang di buat oleh Titi.
"Cantik banget yah kebun bunga mu" kata Raisa memuji indah nya bunga bunga yang sedang mekar.
"Aku membuat ini semua sejak diri mu pergi" jawab Titi, ia menoleh kearah Raisa. Rasa syukur besar menghinggapi relung hati Titi.
Raisa yang mendengar ucapan Titi, malah tersenyum simpul.
"Kau sangat setia pada ku" kekeh Raisa.
"Kau orang pertama yang menghargai orang rendah seperti ku di hidup ku" balas Titi lagi.
"Hei...Sudah lah, jangan terlalu memuji ku" ujar Raisa merasa sedikit malu, Titi terlalu membesar besarkan dirinya.
"Itu kenyataan nya Raisa. Kau memang panutan ku"
"Tapi, kau lebih tua dari ku!" potang Raisa.
"Meskipun begitu, hati mu sangat mulia, meskipun banyak cobaan menghantui hidup mu" lirih Titi.
"Begitulah orang baik" Keke Raisa dengan nada bercanda.
Mereka berdua tertawa ringan, masa lalu yang kelam perlahan memudar di hati Raisa dan Titi.
"Mami!!!"
"Mama!!!!"
Raisa dan Titi terlonjak kaget mendengar teriakan putra dan putri mereka.
Keduanya secara serempak menoleh ke arah Ratu dan Roy berlari.
"Mami!!! Gawat!!" teriak Roy lagi. Keduanya menghampiri Raisa dan Titi.
"Ada apa Roy?"tanya Raisa, ia mengerut melihat putranya yang terlihat tergesa-gesa dan panik.
"Mama, papa...." ucap Ratu pada mama nya.
"papa kenapa?" tanya Titi ikutan panik.
"Di dalam mami, Aunty. Papa...." ucapan Roy terputus putus karena nafasnya yang tersengal-sengal.
Titi dan Raisa langsung berlari masuk ke dalam rumah. Entah apa yang terjadi pada Yoga dan Johan, mereka sangat khawatir.
Roy dan Ratu bertos riah bersama, kemudian ikut berlari menyusul mami dan maminya.
"Sayang!!!!" teriak Raisa dan Titi bersamaan mencari para suami mereka.
Raisa mencari keberadaan suaminya dan kakak nya.
__ADS_1
Ketika berada di ruangan keluarga, Titi dan Raisa melongo melihat apa yang sedang tersuguhkan di depan mata mereka.
"Kau berani sama aku huh!!" tantang Johan.
"Kau penakut!!" balas Yoga.
Johan menjadi sangat geram, ia menarik telinga Yoga dan juga rambutnya.
Yoga yang merasa sakit di telinga dan kepala nya malah membalas dan menarik narik rambut Johan.
Mereka persis seperti wanita sedang berantem, saling tarik menarik dan menjambak rambut.
"Yoga!"
"Johan!"
Panggil Raisa dan Titi tegas, mereka tidak menyangka ini yang terjadi.
Deg.
Yoga dan Johan terdiam, dengan kedua tangan mereka masih saling menjambak rambut.
Yoga melirik istrinya, begitu juga dengan Johan. Menatap wanita nya dengan tatapan kaget.
"Kenapa kalian ada di sini?" tanya Yoga.
"Kami lagi serius!" sahut Johan.
"Dia duluan Raisa," tuding Yoga.
"Enak aja! kamu duluan!!!" balas Johan tidak terima di salahkan.
Mereka berdua kembali memulai aksi mereka, saling menjambak dan dorong mendorong.
"Diam!!!!! stop!!! Stop!!!" teriak Titi lantang.
Wanita itu berjalan tegas kearah Yoga dan Johan. Lalu melerai keduanya.
"Kalian ini yah, depan anak anak masih aja bersikap seperti ini!" omel Titi.
"Tau ih, gak malu apa!" tambah Raisa.
"Kalau aja bukan dia duluan, gak bakal lah terjadi seperti ini" balas Yoga, masih menyalahkan Johan.
"Enak aja, kamu tu duluan!" balas Johan tidak terima di salahkan.
Mereka kembali adu bacot, dan hal itu membuat Raisa dan Titi semakin setres.
Sedangkan Roy dan Ratu malah tertawa keras melihat rencana mereka berhasil.
__ADS_1
Orang tua mereka pusing 7 keliling saat ini.
"Hahaha....Lucu yah Ratu" ucap Roy pada Ratu.
"Iya kak" balas Ratu.
Yoga dan Johan berhenti berdebat, mereka menoleh ke arah kedua bocah yang masih tertawa bersama.
"STT... Seperti nya ada yang aneh deh" gumam Johan.
"Benar, seperti nya ada yang mengerjai kita" sahut Yoga.
"Apa sih?" tanya Raisa penasaran. Mereka berempat berbicara pelan pelan agar kedua bocah itu tidak mendengar nya.
"Kalian lihat mereka, tertawa kesenangan karena berhasil mengerjai kita berempat" ujar Johan.
"Ih jadi?" ucap Titi terhenti, ia tidak percaya jika ini adalah ulah kedua bocil itu.
"Wah...Bener bener yah!!" geram Raisa berjalan cepat kearah Roy dan Ratu.
Roy melihat maminya berjalan cepat kearahnya.
"Dek, seperti nya mereka menyadarinya" ujar Roy pada Ratu.
"Benar kak, mereka terlihat mengerikan!!" sahut Ratu.
"Ka-ka-kaburrrrr!!!!" teriak Roy. Ia menarik tangan Ratu agar ikut kabur bersama nya.
"Hei, mau kemana kalian!!!!! " teriak Raisa.
"Hei tunggu!!!!!" teriak Titi. Ia ikut mengejar Ratu dan Roy bersama Raisa.
"Huh, jadi kita di kerjain?" dengus Yoga.
"Huh, hancur reputasi ku" sahut Johan.
"Mana kita baper banget tadi, berantem kaya cewe gila!!!" pekik Johan.
"Kamu sih, main jambakan" ujar Yoga melirik Johan kesal.
"Eh kok aku, aku bisa aja tinju kamu. Tapi aku malas bawa kamu ke rumah sakit" ucap Johan.
"Sombong banget, kaya aku lemah aja" balas Yoga
"Emang kamu lemah lah" kata Johan lagi.
"Kau mancing lagi huh? aku udah sabar sabar nih!!!" kata Yoga dengan mata melotot.
"Udah udah, lebih baik kita lihat bocah berdua itu" kata Johan menarik tangan Yoga ikut bersama nya menuju ke arah Roy dan Ratu berlari.
__ADS_1
Memanglah sikap 2R itu sangat berbahaya, masih kecil tapi sudah buat seisi rumah gempar dan heboh.
Andai saja mereka gak menyadari tingkah mereka ini, mungkin kekacauan masih ada. Yoga dan Johan pasti berdebat .