
Prosesi pemakaman Tuan Ardi Subrata berjalan lancar dengan sedikit drama haru karena Ziyan kakak kembar Zion terlihat terus menangis sambil ikut terjun sendiri menguburkan kakeknya.
Aisyah sang isteri bahkan sampai memeluk tubuh suaminya ketika akhirnya tanah telah mengubur jenazah kakek Ardi Subrata tapi Ziyan masih menangis di atas pusara.
Ya...
Tentu saja wajar jika Ziyan menjadi orang yang paling terpukul dan sedih melebihi kesedihan yang dialami Zion.
Karena...
Ziyan merasa dulu sempat akan melakukan kejahatan pada kakeknya itu, menganggap semua yang menimpa Ibunya adalah kesalahan kakeknya itu.
Ziyan juga sempat merasa sang kakek telah membeda kasih antara dirinya dengan Zion yang di mana hidupnya serba berkecukupan sejak kecil, sedangkan dirinya harus merasakan kelaparan bahkan sempat masuk ke dunia hitam demi bertahan hidup.
Tapi...
Ketika akhirnya ia berkumpul kembali dengan sang kakek, nyatanya semua sungguh tak seperti yang dipikirkannya.
__ADS_1
Nyatanya Kakek Ardi Subrata sungguh teramat menyayangi dirinya, dan sama sekali tidak membedakannya dengan Zion saudara kembarnya.
Waktu terasa begitu cepat sekali berlalu bagi Ziyan yang merasa sama sekali belum sempat membahagiakan kakeknya.
Anak-anak Ziyan, Nona Eva dan Tuan Muda Ali terlihat ikut menangis melihat bagaimana Ayah mereka teramat sedih.
Pun juga Zion dan Zia, serta semua yang hadir di sana.
Bahkan hantu Maria pun seolah bisa merasakan kesedihan yang meliputi semua orang di sana.
Hantu Maria rasanya ingin sekali ikut menangis jika bisa, sayangnya selain air matanya telah kering karena stok air di tubuhnya tidak terlalu banyak, Maria juga sibuk mengawasi gerak-gerik dua cecunguknya Zizi yang lagi-lagi mau melarikan diri mengejar sesuatu di balik barisan pohon-pohon rindang yang tumbuh di sekitar sana.
Ya...
Suling sunda bahkan terdengar begitu mendayu-dayu dari salah satu sudut desa, suaranya yang merdu dengan irama yang tenang itu bahkan terdengar sampai ke telinga Maria.
Untungnya, bukan hanya Maria yang menyadari gerak gerik Scot dan Gil yang sepertinya gemas ingin memasuki perkampungan lelembut yang ada di sekitar sana, karena Zizi tiba-tiba menghampiri kedua anaknya itu, lalu memutuskan berdiri di tengah keduanya dan merangkul keduanya agar tak bisa ke mana-mana.
__ADS_1
Shane sendiri dan Marthinus terlihat begitu serius sesekali mengedarkan pandangan mata mereka ke sekitar wilayah di mana Tuan Ardi Subrata dikebumikan.
Tentu saja, Marthinus dan Shane tak mau ada acara kecolongan lagi seperti semalam di rumah Kemang, yang tiba-tiba saja bisa masuk ke dalam rumah dan nyaris membuat keributan.
Apalagi, Marthinus juga merasa sepertinya bisa jadi ada banyak mahluk lain yang mengawasi keluarga majikannya saat ini.
Tentu, setelah melihat dan bahkan menangkap kepala keluntung, Marthinus rasa, jika firasatnya benar, maka salah satu kemungkinannya adalah kepala keluntung itu juga mata-mata sebuah kelompok yang memiliki kepentingan paling besar dengan keluarga Tuan Ardi Subrata.
"Pura-pura lah tidak melihat apapun Scot."
Terdengar Zizi berkata sembari memaksa wajah Scot menghadap ke arah pusara eyangnya yang kini terlihat Paman Ziyan dan Bibik Aisyah, serta Papa dan Mamanya Zizi yang tengah mengaminkan pembacaan doa dari orang yang dituakan di sekitar sana.
Zion di samping Zia terlihat terduduk lemas, lalu...
"Selamat istirahat Kek,"
Lirih Zion sembari menitikkan air mata.
__ADS_1
**------------**