The Pandawa

The Pandawa
63. Misteri Hantu Nenek


__ADS_3

Dan...


Kini jadilah hantu Tania dihadapkan kepada para Dewan yang terhormat,


Aron yang melihat semua kini semakin cengar-cengir begitu melihat betapa cantiknya hantu Tania akhirnya hanya mampu menghela nafas,


Sudah jelas mereka semua anggota keluarganya akan membulli nya setelah semua masalah ini selesai,


Hantu Tania sebagai hantu yang bermartabat terlihat sopan sekali memberi hormat, meskipun agak berlebihan karena hormat yang ia lakukan adalah hormat dalam arti kata yang sebenarnya sebagaimana kepada bendera,


Zia dan Zion yang kini duduk bersebelahan tampak mengurut keningnya melihat hantu Tania yang hormat kepada mereka,


"Sudah... sudah, tidak perlu hormat begitu, aku nanti jadi ingin berkibar,"


Kata Zizi,


Membuat Shane harus melirik isterinya,


Baru membayangkan isterinya berkibar di ujung tiang tinggi, rasanya kepala sudah senut-senut lebih dulu,


"Gil mau berkibar juga,"


Kata Gil semangat,


Membuat Zia langsung ganti mengurut tengkuknya,


"Pa, obatku belum habis kan bulan ini?"


Tanya Zia berbisik pada Zion, sang suami yang duduk di sebelahnya,


"Tenang Mah, stok aman,"


Jawab Zion,


Zia mantuk-mantuk lega,


Tak lama hantu Tania pun lantas dipersilahkan duduk di kursi yang dikosongkan,

__ADS_1


Duduk di antara Aron dan Rain membuat hantu gadis cantik itu rasanya ingin hidup lagi dan jadi manusia lagi,


"Baiklah, ceritakan, kenapa tiba-tiba kamu masuk ke rumah ini?"


Tanya Zizi yang menurut hantu Tania adalah manusia yang paling menyeramkan di ruangan itu,


Bahkan dibandingkan mahluk campuran yang duduk di sampingnya, Zizi untuk hantu Tania benar-benar horor,


Pasti, jika dunia hantu membuat film, maka Zizi adalah judul film horor yang paling ditakuti oleh penonton hantu,


Hantu Tania mengangguk, ia lalu bersiap menjelaskan...


"Begini ceritanya,"


Kata si hantu Tania,


Semua pun menatapnya, seolah ia adalah nenek yang akan berkisah tentang dongeng si kancil mencuri ATM,


Hantu Tania pun kemudian menceritakan tentang kisahnya, dari awal ia masuk ke dalam lukisan, sampai akhirnya ia keluar dan tiba-tiba saja di kamar mandi yang ada di kamar tidur Rain,


"Berarti kata kunci keluar dari lukisan Rain adalah memanggil nama Rain? Begitukah?"


Tanya Zia,


Hantu Tania terdiam sejenak, lalu baru akhirnya mengangguk,


"Aku rasa begitu Nyonya,"


Jawab hantu Tania,


Zia mengangguk mengerti,


Zizi menatap Rain,


"Berapa lukisan yang sudah kamu lukis Rain?"


Tanya Zizi,

__ADS_1


Rain menggeleng, karena ia tak yakin sudah berapa banyak lukisan yang ia buat,


"Jika semua lukisan itu akhirnya menjadi pintu masuk dunia lelembut juga, apakah pintu keluarnya selalu di cermin kamar mandi?"


Zizi menatap para hantu yang ikut rapat,


Hantu perempuan hamil mengelus perutnya,


Berpikir membuat perutnya terasa kembung dan jadi begah.


"Mungkin lebih baik dipecahkan saja cermin kamar mandinya,"


Kata Zizi yang tentu saja idenya selalu langsung anarkis,


Shane tampak menggeleng tidak setuju,


"Jika cermin itu benar jalan keluarnya, harusnya sudah banyak sekali yang keluar dari sana, tapi ini hanya hantu yang bertemu si nenek, dan itupun yang menyebutkan nama Rain, aku rasa ini ada hubungannya dengan keberadaan Rain di mana, dan termasuk juga adalah sosok nenek itu."


Kata Shane.


Semua menatap Shane, merasa apa yang dipikirkan Shane ada benarnya,


Lalu...


Shane tampak kini yang menatap Rain, anak sulungnya,


"Rain, menurutmu siapa nenek itu?"


Tanya Shane kemudian,


Rain mengerutkan kening,


Nenek?


Rain mencoba mengingat semua hantu yang pernah ia temui dan ia persilahkan berada di lukisannya.


**------------**

__ADS_1


__ADS_2