The Pandawa

The Pandawa
51. Hantu Gadis Cantik


__ADS_3

Malam pun akhirnya kini telah benar-benar larut, semua mulai tenggelam dalam tidur yang lelap,


Keluarga Zanuba tampak menjaga kediaman Zia, sebagaimana juga para pengawal yang terlihat duduk di depan rumah memastikan rumah majikannya aman terkendali,


Di lantai dua, di mana kamar-kamar utama berada, terlihat kini para penghuninya yang telah terlelap,


Zia di kamarnya sendiri, sementara kelima cucunya berada di empat kamar yang berbeda,


Rain menempati kamar yang dulu ditempati Zizi, Aron di kamar sebelahnya yang semula milik Arya, Bobi di kamar dekat perpustakaan Kakeknya, yang selama ini tak pernah menjadi kamar yang benar-benar ditempati, sedangkan Scot dan Gil di kamar yang ada di samping kamar sang Nenek,


Jarum jam terlihat bergerak mendekati angka tiga dini hari, saat di mana Rain merasa ada yang memanggil-manggil namanya,


"Raiiin... Tolooong... Raiiin... Tolooong."


Rain yang masih tertidur, antara sadar dan tidak terlihat tidurnya jadi gelisah,


Suara itu terdengar sepertu di samping telinga Rain, tapi nyatanya tak ada siapapun di sana,


Namun...


Bukan hanya Rain yang ternyata mendengar bisik gaib itu, namun ada saudaranya yang mendengar suara itu,


Ya...


Aron, dia yang tidur di kamar yang bersebelahan dengan kamar Rain seperti mendengar suara memanggil nama sang kakak,


Aron membuka matanya pelahan, melihat jam masih berkisar pukul tiga dini hari, membuat Aron langsung paham jika ini jelas bukan ulah manusia,


Aron bangun dari posisinya berbaring di atas tempat tidur,


Apa mungkin ada hantu menyusup di rumah sementara keluarga Zanuba berjaga di luar? Batin Aron heran,


Tampak sejenak Aron kembali mencoba mendengarkan dengan seksama suara yang memanggil Rain,


Hening,


Tak ada lagi suara yang memanggil nama Rain dan meminta pertolongan,


Aron yang penasaran akhirnya memutuskan turun dari tempat tidurnya, ia berjalan menuju pintu kamar untuk kemudian keluar dari sana,


Aron celingak-celinguk, lantai dua terlihat begitu sepi sekarang, jelas saja karena semua sudah tidur lelap, bahkan dua sumber masalah pun tak ada suaranya sama sekali,


Anak Zizi yang paling tampan itupun baru akan berjalan menuju kamar kakaknya, manakala ia seperti merasa ada yang berkelebat di belakangnya,


Aron pun menengok dengan cepat, dan...


Kini tampak sesosok hantu gadis cantik berdiri melayang di sana,.


"Siapa kau? Bagaimana kau bisa masuk?"


Tanya Aron,

__ADS_1


Hantu gadis cantik itu melayang ke arah Aron,


"Aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba masuk ke sini, yang aku ingat aku disuruh seorang Nenek untuk memanggil Rain,"


Ujar hantu gadis itu,


Aron mengerutkan kening,


"Nenek siapa?"


Tanya Aron pula,


Hantu gadis itu menggeleng, jelas ia tidak tahu Nenek itu neneknya siapa, pokoknya ada nenek-nenek yang menyuruhnya meminta tolong Rain,


Ah si hantu sudah membayangkan Rain di full house, tapi nyatanya tidak ada.


"Memangnya kamu tadinya di mana?"


Tanya Aron heran,


"Oh, aku masuk galeri lukisan, lalu sesosok hantu Ibu yang sedang hamil mengajakku masuk ke lukisan rumah yang katanya itu rumah pemberian manusia baik hati."


Tutur si hantu,


Ah Galeri?


Aron jelas langsung paham jika galeri yang dimaksud pasti adalah galeri lukisan milik Alpha Centauri yang memang khusus disiapkan oleh Kakek Zion untuk lukisan-lukisan milik Rain,


Aron menatap hantu gadis itu,


Tampak hantu gadis itu balas menatap Aron,


"Apa kau Aron?"


Tiba-tiba hantu itu malah bertanya,


Aron membulatkan matanya kepada di hantu gadis cantik tersebut,


"Kenapa kau tahu namaku?"


Tanya Aron lagi,


"Apa nenek itu lagi yang memberitahu?"


Tambah Aron pula,


Hantu gadis itu tertawa,


Dan dasar hantu, selalu saja tawanya tak bisa kalem sedikit, tawanya harus terdengar ke mana-mana, membuat keluarga Zanuba langsung heboh masuk ke dalam rumah,


"Siapa itu yang tertawa?!"

__ADS_1


Tanya kakak Zanuba begitu masuk rumah langsung melayang ke sana ke mari mencari sumber suara tawa tak dikenal,


Hantu gadis cantik yang sedang tadinya sedang tertawa langsung menutup mulutnya,


Aron yang melihat tombak panjang yang dibawa salah satu kakak Zanuba pun langsung bergidik, dan dengan cepat menarik tangan si hantu gadis itu masuk ke dalam kamar Aron,


"Kenapa aku diajak masuk kamarmu? Apa kamu mesum? Kita masih ABG, ini tidak benar!!"


Kata si hantu gadis cantik itu panik,


Haiiish... Aron mendesis,


"Kamu pikir aku apa?! Enak saja bilang aku mesum,"


Kesal Aron,


"Hey hantu yang berani-beraninya menyusup ke rumah ini, tunjukkan pesonamu!!"


Kata kakak Zanuba malah seperti presenter acara take me out.


Aron yang mendengar suara kakak Zanuba lantas menyuruh si hantu gadis sembunyi,


"Sembunyi di mana?"


Tanya si hantu,


"Masuk botol kek, masuk bantal kek, lemari kek, terserah kamu kalau mau selamat ya cepat sembunyi."


"Kenapa aku harus sembunyi? Kamu berusaha menyelamatkan aku?"


Tanya si hantu dengan pipi berwarna merah seperti rok seragam SD.


Aron yang melihat ada hantu bisa salah tingkah dan terlihat malu-malu jadi ingin balas tertawa,


Tapi...


"Aku masih penasaran kenapa kamu bisa sampai di sini, jadi kamu tidak boleh dibawa mereka dulu."


Kata Aron,


"Hey hantu lucknut, kemana kau!! Aku akan mencarimu sampai ketemu!!"


Suara kakak Zanuba pun terdengar lagi,


Aron pun demi agar hantu itu tak sampai kenapa-kenapa, akhirnya keluar dari kamar lagi untuk menemui kakak Zanuba.


Ya...


Aron harus keluar dari kamar sebelum kakak Zanuba yang lain memarahi.


**--------------**

__ADS_1


__ADS_2