The Pandawa

The Pandawa
66. Kepak Sayap Naga


__ADS_3

Sebuah suara memekik di kejauhan, seiring dengan hembusan angin kencang yang seperti berasal dari sesuatu yang terbang cepat menuju ke arah hutan,


Pekikan suara itu semakin terdengar menyeramkan, manakala kemudian langit tiba-tiba seperti ada yang menutupi,


Dua laki-laki manusia yang kini berada dalam marabahaya menatap ke atas di mana tampak suasana semakin mencekam,


Dan...


"Astaga!"


Laki-laki yang berada sudah agak jauh dari ular besar berteriak, begitu dilihatnya dari arah luar hutan melesat seekor Naga ke arah hutan,


Ular besar yang semula akan memangsa laki-laki manusia yang telah terjatuh dan nyaris pingsan kini terlihat berhadapan dengan sang Naga.


Naga itu mengepakkan sayapnya yang lebar hingga membuat beberapa pohon di sana tumbang,


Cakarnya yang tajam begitu mengerikan seolah siap mencabik-cabik apapun yang ada di hadapannya,


Sang Ular mendesis, berusaha tak lari dari pertempuran,


Jelaslah jika Naga itu kini memilih dirinya sebagai lawan,


Laki-laki yang lari lebih jauh dari temannya yang jatuh tampak kembali ke arah temannya itu agar bisa membantunya berdiri,

__ADS_1


"Ayo cepat, kita harus pergi dari sini!"


Kata si laki-laki itu,


Tampak laki-laki yang terjatuh dengan kakinya yang lemas berusaha bangkit berdiri dari posisinya,


Kakinya yang sempat tersandung terlihat sedikit berdarah karena terluka, namun ia tetap paksakan dibawa lari,


Saat akan keluar dari hutan menuju danau mereka bertemu dengan Nenek yang terlihat tergopoh-gopoh akan menuju danau juga,


Dua laki-laki itu jelas saja cukup terkejut melihat ada seorang nenek renta yang berjalan saja sudah membungkuk-bungkuk keluar dari hutan sampai tergopoh-gopoh,


"Dari mana Nenek itu? Pasti dia tadi sedang mencari kayu bakar, kasihan dia, ayo kita ajak sekalian pergi dari sini, ini terlalu berbahaya,"


Kata si laki-laki yang kakinya terluka,


"Cepatlah, katamu kita harus pergi bukan? Ajak nenek itu secepatnya menjauh dari sini, dua mahluk monster itu, mereka bisa melukai kita semua,"


Kata si laki-laki yang kakinya terluka dan nyaris menjadi santapan ular besar,


Temannya yang masih tampak ragu kemudian didorongnya, dilepaskannya rangkulan tangan sang teman oleh si laki-laki yang kakinya terluka,


"Aku bisa lari sendiri, kau gendonglah nenek itu,"

__ADS_1


Ujar si laki-laki yang kakinya terluka, lalu setelah itu ia memanggil sang nenek, sambil ia memaksakan diri berlari dengan terpincang-pincang mengejar sang Nenek yang akan masuk ke danau,


Teman si laki-laki yang kakinya terluka pun tentu saja langsung berlari secepat yang ia mampu saat melihat Nenek renta itu malah menuju danau,


"Nenek, jangan Nek, jangan lewat sana, itu danau, nanti tenggelam."


Kata si teman laki-laki yang kakinya terluka dengan panik,


Wajahnya begitu serius, menandakan jika ia sungguh-sungguh khawatir membayangkan si nenek renta aslinya matanya sudah kabur dan mungkin melihat danau itupun seperti jalan tanah biasa,


Ini anak dan cucunya pada ke mana, nenek serenta ini keluyuran di hutan. Geram kedua laki-laki itu.


Pekikan suara Naga di dalam hutan dan kepakan sayapnya terdengar begitu mengerikan, termasuk juga suara beberapa pohon yang tumbang entah karena Naga atau justeru sabetan ular besar,


Nenek yang ada di tepi danau tampak melihat dua laki-laki manusia yang kini berlari ke arahnya,


"Nek ayo pergi bersama kami! ini terlalu bahaya Nek, ayo kita pergi!!"


Kata si laki-laki yang kakinya terluka dalam posisi yang tak begitu dekat dengan si nenek,


Tampak nenek renta itu menatap kedua laki-laki itu dengan bingung,


Lalu...

__ADS_1


**-----------**


(Mules, ke belakang bentar)


__ADS_2