The Pandawa

The Pandawa
77. Pulang


__ADS_3

Rain dan adik-adiknya tampak menyusul Paman Marthinus, Gil dan Scot yang paling semangat melihat ke arah belakang semak, membuat Shane dan Marthinus langsung melompat ke arah sana takut ada bahaya mengancam,


Dan...


"Hihihi... Nenek,"


Gil terdengar teriak senang melihat seorang nenek tampak sedang berusaha berdiri,


Melihat Gil muncul dan juga kemudian Scot, nenek yang tak lain adalah nenek jelmaan buaya putih terlihat kaget sampai semua rambutnya berdiri macam kesetrum,


"Aaaa... dua bocah ini lagi..."


Nenek jelmaan buaya putih hendak melarikan diri, tapi kainnya cepat dipegangi Gil dan Scot, mereka tertawa-tawa karena nenek jadi tak bisa lari,


Nenek Bandapati melayang ke arah si nenek jelmaan buaya putih,


"Berani-beraninya kamu menyerang kami,"


Kata Nenek Bandapati,


Nenek jelmaan buaya putih cepat menggelengkan kepalanya,


"Tidak, sama sekali tidak berani, aku pikir tadi kalian adalah gerombolan ular, aku tidak lihat dari sana,"


Kata nenek buaya putih,


Nenek Bandapati pun menabok kepala nenek buaya putih,


"Sudah kubilang, kau harusnya berada di sini untuk berjaga di sini, jika ada apa-apa yang mencurigakan beritahu aku,"


Kata Bandapati,


"Bagaimana aku mau memberitahu, bukankah kau sedang bertapa Bandapati? Aku bahkan harus mencari cucu keturunanmu dan jadi berurusan dengan dua kurcaci ini, lihatlah... lihatlah kelakuan mereka,"


Nenek buaya putih rasanya begitu tekanan batin,


Nenek Bandapati tertawa kecil melihat Gil dan Scot yang memegangi kain nenek buaya putih dan mulai menarik-nariknya,


"Gil, Scot, lepaskan, kasihan nenek buaya,"


Kata Zizi,


"Kita bawa pulang Ma,"


Pinta Gil,

__ADS_1


Haiiss... Zizi mendesis,


"Anak-anakmu, kelakuannya tak jelas,"


Kata Aunty Maria,


"Ya Aunty yang ngasuh,"


Kata Zizi tak mau disalahkan,


"Tapi sifat mereka persis kamu,"


Ujar Aunty Maria,


Haiiish... Zizi mendesis lagi,


"Untuk sementara hutan ini akan diberi penjagaan oleh Retnoasih, tapi saat nanti naga hitam kembali, mungkin penjagaan itu tak akan kuat, jadi kau harus cepat melapor,"


Kata Bandapati,


Nenek buaya putih mengangguk,


Lalu...


Nenek buaya putih sejenak menoleh ke belakang, di mana di sana ada banyak gerombolan Zizi,


"Kalian apa juga akan tinggal di sini?"


Tanya Nenek buaya putih,


Bandapati menggeleng,


"Mereka akan segera pulang, ada mustika yang harus mereka jaga,"


"Ah begitu rupanya, baiklah... baiklah..."


Nenek buaya putih mantuk-mantuk, langsung lega rasanya mendengar tak ada yang akan tinggal,


Tapi...


"Aku mau di sini aja,"


Tiba-tiba Gil bicara,


"Aku juga,"

__ADS_1


Kata Scot,


Yang tentu saja keduanya langsung di tabok Zizi,


"Kalian sekolaaaah,"


"Yaaaah Mamaaa..."


Gil dan Scot merajuk,


"Sudah... sudah... kita pulang duluan saja Pa, ini pasti Mama juga pusing nyari Gil dan Scot,"


Kata Zizi pada Shane,


Tampak Shane pun mengangguk setuju,


Mereka lantas pamit pada Nenek Bandapati dan yang lain,


Rain, Aron dan Bobi pun ikut, sedangkan Paman Marthinus serta Aunty Maria pastinya juga,


Hantu perempuan hamil yang sejak awal akhirnya hanya sembunyi begitu tahu rombongan akan pulang langsung melayang menyusul,


"Aku ikuuut... aku ikuuuut..."


Kata si hantu perempuan hamil,


"Huuu dari tadi malah ngumpet, giliran pulang muncul,"


Aunty Maria siap jitak,


"Aku mau bantu tapi melihat mereka begitu kuat jadi takut,"


Kata si hantu perempuan hamil,


"Hmm... Dasar,"


Aunty Maria geleng-geleng kepala, pun juga Zizi dan yang lain,


"Kebiasaan,"


Kata mereka kompak lalu bersiap kembali ke rumah,


"Jangan lupa, beritahu kami jika mulai ada yang membahayakan nekbuy,"


Kata Zizi pada nenek buaya putih, yang kini terlihat garuk-garuk kepala.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2