The Pandawa

The Pandawa
60. Rencana Busuk


__ADS_3

"Hahahaha..."


Suara itu menggema seperti suara kembung,


Rumah super besar yang berada di kawasan elite Ibu kota itu kini halamannya terlihat dalam penjagaan ketat,


Beberapa mobil mewah berjajar terparkir di sana,


Tampak laki-laki dengan wajah lumayan tampan duduk di kursi besar berukir seekor Naga,


Wajahnya yang meskipun lumayan tampan itu terlihat menyimpan aura kegelapan,


Sorot matanya tajam menatap setiap orang yang kini duduk mengitari meja panjang yang di mana sosok laki-laki itu adalah pemimpinnya,


"Sepertinya semua sesuai rencana, kita buat saja mereka terus sibuk dengan kekacauan tak berarti, tujuanku yang pertama adalah menghancurkan Alpha Centauri, setelah itu menghancurkan keluarga mereka dan setelah itu mengambil pusaka yang seharusnya akulah pemiliknya! Hahahaaha..."


Laki-laki itu kembali tertawa terbahak-bahak, yang disambut oleh para pengikut setianya yang juga ikut tertawa-tawa,


Tak lama, seorang ajudan dengan setelan rapi tampak masuk ke ruangan tersebut,


Ajudan itu berjalan menuju laki-laki yang kini tampak memandangi dengan tajam kedatangan ajudannya itu,


"Maaf Tuan,"


Pemuda yang tinggi tegap dengan rambut cepak itu lantas sedikit membungkuk untuk berbisik,


Orang-orang yang berada di ruangan itu tampak memasang wajah tegang, mereka tentu tak ada yang tahu, sebetulnya kabar apa yang dibawa oleh si ajudan tersebut pada sang bos besar,

__ADS_1


Hingga...


Ajudan si bos besar tampak kembali berdiri tegap setelah selesai membisikan sesuatu pada atasannya,


Semua menunggu dalam keheningan dan wajah-wajah yang tegang,


"Tetap di sini,"


Kata si laki-laki dengan wajah lumayan tampan itu pada ajudan,


"Ya tuan Alex, siap."


Kata si ajudan,


Tuan Alex kemudian menatap satu persatu orang-orang yang kini sengaja dikumpulkan di rumahnya.


"Salah satu di antara kalian ada yang berusaha berkhianat,"


Tampak mereka saling pandang satu sama lain seolah saling curiga-mencurigai,


"Kau pikir semudah itu berusaha mengkhianati aku, hah?!"


BRAKG!!


Gebrakan tangan Alex di atas meja yang begitu kuat menghancurkan meja tersebut, seluruh hidangan pun seketika berantakan tumpah tumpang tindih,


Semua tampak berdiri, dan seorang laki-laki yang usianya sudah hampir enam puluh tahun tampak berdiri gemetaran di tempatnya dengan wajah pucat pasi,

__ADS_1


Tampak Alex berdiri, ia menatap laki-laki itu dengan tatapan yang lebih tajam dari sebelumnya,


Tatapan yang layaknya binatang buas yang siap menerkam mangsanya,


Alex matanya berubah seperti mata ular, kuku jari tangannya memanjang dan runcing,


Tubuh Alex mulai menggeliat, mulutnya terbuka, dan tampak taring mulai muncul di sana,


Pelahan Alex tubuhnya berubah menjadi ular setengah manusia,


"Aaam... ampun tu... tuan, ampuuun..."


Laki-laki tua yang gemetaran itu bersimpuh sambil menangis,


Ia berusaha memohon kepada Alex agar bisa diampuni,


Tapi...


Alex menyeringai, jelas kali ini Alex merasa sudah ada di atas angin,


"Kau harusnya sudah tahu risikonya berkhianat padaku!"


Kata Alex sambil tubuh ularnya merayap ke atas meja yang sudah hancur berantakan,


Semua yang menyaksikan kini berdiri sambil menatap ngeri laki-laki tua yang terlihat sudah tak tahu harus bagaimana karena jelas melarikan diri pun percuma,


"Sebaiknya penghianat sepertimu memang harus kuremukkan tulang-tulangnya, dan juga seluruh isi kepalamu aku keluarkan,"

__ADS_1


Kata Alex yang bersiap membelit si laki-laki tua, seandainya pintu ruangan tersebut tidak dibuka dari luar secara tiba-tiba dan muncul seorang gadis seusia Aron.


**-------------**


__ADS_2