The Pandawa

The Pandawa
70. Musuh Utama kah?


__ADS_3

Shane dan sang nenek baru akan melompat untuk menyerang para ular raksasa, manakala tiba-tiba terlihat sesuatu bergerak sangat cepat dan...


Clas!


Seekor ular tiba-tiba menggelepar, tatkala tubuhnya koyak begitu saja,


Ular itu menjulurkan kepalanya ke atas, lalu bergerak menahan sakit di atas tanah,


Darah merembes memenuhi tanah hutan yang dipenuhi dedaunan yang berserakan,


"Bobi,"


Suara Maria terdengar, dan tentu saja Shane paham itu,


Mereka menatap Bobi yang begitu lincah melawan para ular dengan kuku naga pemberian seorang Kakek,


Yah Kakek...


Dan...


"Jadi Manggala sudah menemukan cicitnya?"


Tiba-tiba Nenek yang kali ini bersuara,


Maria dan Shane menoleh ke arah Nenek,


Apa itu?


Manggala?


Apa sejenis makanan?

__ADS_1


Namun, tentu saja ini bukan waktu untuk banyak berpikir, mereka sedang di dalam kepungan para ular yang kini terlihat menyerang mereka,


Ketiga mahluk itupun seketika langsung meladeni serangan-serangan para ular,


Termasuk juga Bobi yang kini sudah berhasil menewaskan satu ekor ular,


Tak lama, ketika pertarungan tengah berlangsung dengan sengit, datang lah Rain, Aron dan Marthinus,


Mereka seketika membantu Shane dan yang lain melawan sekelompok ular raksasa yang jumlahnya semakin banyak,


Zizi yang kemudian datang paling belakang, tentu saja tak tinggal diam,


Ia yang sebetulnya sudah tak sekuat dulu, melompat seraya mengeluarkan Jayapada dari dalam dirinya,


Keluarnya jayapada kemudian membuat langit seketika bergemuruh,


Langit kembali terlihat menjadi gelap dan angin mulai berhembus kencang luar biasa,


Zizi melayang dengan pedangnya, yang kemudian menghadapi para ular raksasa dengan sekali sabetan,


Ular-ular raksasa yang terlihat menggelepar dihajar habis oleh Bobi dan Rain serta Aron, sebagiannya lagi di babat Shane, Marthinus dan Maria.


Sementara itu, Nenek yang semula jelmaan Naga terlihat melayang dan memperhatikan saja pertarungan yang terjadi,


Ia tampak tersenyum, terutama melihat Rain, Bobi dan Aron.


Wajahnya tampak berseri-seri melihat kelincahan dan betapa cekatannya Bobi menghajar lawan,


Begitu juga dengan Rain dan Aron, yang meskipun tak secepat Bobi gerakannya, namun mereka nyatanya mampu menumbangkan lawan dengan menyerang titik lemah secara tepat,


"Para pilihan semesta sudah mulai siap melaksanakan tugas mereka rupanya, syukurlah,"

__ADS_1


Nenek itu bergumam sendirian,


Tak berapa lama, ketika banyak ular raksasa telah bertumbangan,


Ketika kemenangan telah sedikit lagi berada di tangan, tiba-tiba, dari arah danau muncul suara dentuman yang sangat keras,


Ditambah dengan suara pekikan nyaring yang luar biasa memekakkan telinga,


Nenek yang semula mengawasi pertarungan itupun melayang ke arah danau, terlihat di sana ada pusaran air yang sangat besar pada air danau,


"Ternyata benar, dia bersembunyi di sini, keluarga Jaka Lengleng telah membangunkannya,"


Geram si Nenek,


Seekor Naga yang sangat besar keluar dari danau tersebut, kepak sayapnya yang terbentang begitu lebar membuat angin yang berhembus kencang semakin terasa semacam badai,


Nenek berkain naga itu lantas melayang ke atas,


Ia baru akan berubah menjadi Naga, saat tiba-tiba Bobi melesat ke arahnya dan dengan berani menghadapi Naga besar itu,


Banyak ular kini sekarat dan sebagian besar telah mati dengan luka menganga, dan ada juga yang tercabik-cabik,


"Naga apa itu?"


Suara Maria terdengar,


Zizi jadi menatap ke arah seekor Naga yang kini berada di atas danau dengan mata memerah menatap mereka yang kini berada di hutan yang pohonnya telah banyak rusak bertumbangan,


"Mereka membangunkan Naga jahat,"


Kata si Nenek, membuat semua langsung siaga.

__ADS_1


**--------------**


__ADS_2