
Zion tampak mondar mandir di ruangan tengah rumah Bogor, sementara Scot dan Gil, dua cucunya malah mengikuti di belakangnya.
Zion ke kanan, keduanya ikut ke kanan. Zion ke kiri mereka ikut ke kiri.
Arya yang sengaja datang ke rumah Zion untuk menyampaikan kabar, kini terlihat menatap Zion yang mondar-mandir diikuti kedua cucunya itu.
"Emmm..."
Zion tampak melipat kedua tangannya di atas dada,
"Emmm..."
Scot dan Gil juga tak mau kalah mengikuti,
Hari sudah menjelang pagi, drama Lesti yang bolak-balik pingsan karena Zanuba pun telah diakhiri dengan turunnya Zion ke lantai satu dan Zanuba meminta maaf karena telah membuat kegaduhan.
Tapi...
Tentu saja Zion tahu, jika semua bukanlah salah Zanuba.
Lesti memang sama seperti asisten rumah tangganya dahulu, yang sangat takut pada hantu.
Hanya saja, jika Mbak Ning, asisten rumah tangganya dahulu tidak mudah pingsan, kalau Lesti mudah sekali pingsan dan terkadang gampang kerasukan.
"Apa yang akan Paman lakukan sekarang?"
Tanya Arya memecahkan keheningan yang telah terlalu lama,
Mendengar suara Arya, tampak Zion pun menghentikan langkahnya tiba-tiba, dan seketika Scot dan Gil di belakangnya pun menabrak tubuh sang kakek.
"Hmm... Kalian ini!"
Zion menatap kedua cucunya yang benar-benar tidak bisa diam.
"Hihihi..."
Scot dan Gil mengusap jidat mereka masing-masing,
Arya terlihat hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas. Tentu ia rasanya tak bisa membayangkan jika kedua anak itu adalah anaknya, sudah jelas kepalanya akan langsung empuk seperti onde-onde karena sering pusing.
"Rain dan Aron, ke mana mereka? Bukannya jaga adiknya..."
Zion celingak-celinguk,
__ADS_1
"Sepertinya mereka tadi ke lantai dua Paman, paling ke kamar."
Ujar Arya.
"Kalian, sana ke kamar Kakak."
Zion memerintah Scot dan Gil,
"Tidur, dan jangan turun sampai Kakek suruh! Kalau tidak mau, Ulangtahun Scot nanti, tidak jadi Kakek belikan Helikopter baru, dan Gil juga tidak jadi Kakek buatkan aquarium seperti SeaWorld!"
Ancaman Zion itupun langsung membuat kedua anak itu berlarian menuju tangga rumah,
"Dasar Zizi, punya anak modelnya kalau tidak bikin perut kembung, ya kepala jadi berat sebelah."
Kesal Zion.
Arya nyengir tak berani komentar karena takut menambah kesal Zion yang tampaknya memang masih kurang istirahat.
Zion menghela nafas, lalu duduk di sofa besar depan Arya,
"Menurutmu apa yang harus aku lakukan Arya? Karena tentu kamu lah yang melihat bagaimana kondisi terakhir di sana, apakah kira-kira berbahaya atau tidak."
Ujar Zion.
"Kalau berbahaya mungkin tidak juga Paman, karena sepertinya Nenek jelmaan buaya putih itu memang lelembut yang baik."
Kata Arya membuat Zion sedikit lega,
"Tapi, bagaimana dengan nasib yang lain? Bobi terutama, Zizi dan Shane juga."
Lirih Zion,
"Aku ke sini karena Aunty Maria yang meminta, dia bilang lebih baik aku kembali ke dunia manusia karena urusan di dunia mereka akan lebih baik yang tahu saja yang membereskan."
"Maria bersama Zizi?"
Tanya Zion,
"Aku bertemu Tuan Marthinus dan Ali, lalu kemudian akhirnya bertemu Aunty Maria yang bersama Zizi dan Shane, hanya saja aku belum bertemu dengan Zizi dan Shane secara langsung Paman, tapi aku yakin mereka akan berkumpul dalam waktu dekat."
Kata Arya optimis.
Zion mantuk-mantuk,
__ADS_1
"Kalau begitu, aku akan minta Dave saja mengerahkan beberapa mobil untuk kembali ke tempat kemarin terakhir kita berhenti. Mungkin tak akan sampai siang hari, mereka sudah keluar dari tempat si nenek. Aku yakin, Zia juga hanya butuh menemukan Bobi dan yang lain saja."
Kata Zion pula.
Di lantai dua, Rain dan Aron yang ternyata tidak masuk kamar dan malah menguping dengan bantuan kakak Zanuba yang menjelma jadi cicak tampak saling berpandangan.
"Bobi, apakah dia akan bisa selamat?"
Lirih Aron,
"Tentu saja, dia paling kuat di antara kita, bagaimana mungkin dia tidak selamat. Apalagi semuanya turun tangan mencari, bahkan Paman Ali."
Ujar Rain.
Cicak jelmaan kakak Zanuba baru akan kembali berubah bentuk menjadi jin tinggi besar saat Scot dan Gil tiba-tiba datang lalu langsung menyambar cicak di depan kedua kakaknya.
"Cicak hantu."
Kata Scot,
"Hey! Lepas, itu kakak tante Zanuba!"
Rain langsung melompat ke arah Scot untuk mengambil cicak jelmaan di tangan Scot, tapi tiba-tiba,
"Ah!"
Rain terpental jauh saat Scot mengibaskan tangannya ke arah Rain.
Tangan Scot itu seperti mengeluarkan gelombang panas yang membuat Rain terpental, untungnya Rain mampu menahan energi panas itu, hingga tubuhnya tidak sampai terbakar.
Semuanya kini menatap Scot, bahkan Scot sendiri juga langsung melepaskan cicak di tangannya yang berubah menjadi jin tinggi besar berambut kribo.
"Kau pemilik api Bandapati ternyata, itu sangat membakar Scot, hati-hati."
Jin kakak Zannuba lantas pergi menghilang setelah mengatakan itu,
Rain, Aron dan Gil menatap Scot.
"Api Bandapati?"
Gumam mereka.
**---------------**
__ADS_1