The Pandawa

The Pandawa
58. Kamar Mandi Penghubung


__ADS_3

Aron yang masuk ke kamar Rain tampak mengendap-ngendap, sambil celingak-celinguk ia mencoba melihat situasi dan kondisi,


Aron jelas tak mau nanti Rain sampai terbangun karena kaget dia masuk lalu akhirnya ia dimarahi kakak sulungnya itu.


Ya, tentu saja, meskipun Rain tak sepemarah Bobi, namun tetap saja, saat Rain sudah keluar sungutnya, ia juga lumayan mengerikan,


Aron yang telah memastikan kamar Rain aman terkendali, kini mulai mengendap-ngendap semakin masuk ke dalam kamar,


Tujuannya tak lain adalah kamar mandi, di mana si hantu Tania menjelaskan pertama kali ia masuk adalah di sana,


Masih sambil mengendap-ngendap Aron semakin mendekati pintu kamar mandi di dalam kamar yang ditempati Rain,


Dan saat tangan Aron terulur, tiba-tiba saja sebuah sandal melayang ke arahnya dan mendarat dengan sukses di atas kepala,


TUNG!


Aron cepat menoleh ke arah asal sandal melayang, dan tampak kini Rain yang berdiri di sana sambil melipat tangannya di depan dada,


"Hmm..."


Rain pasang wajah ditekuk,


Aron cepat nyengir sambil garuk-garuk kepala,


"Ngapain kamu kayak tikus begitu?"


Marah Rain pada sang adik,


"Tikus apa Kak, aku hanya ingin memastikan pintu kamar mandi kakak tertutup rapat,"


Kata Aron memberikan alasan,


Rain jelas menatap curiga adiknya,


"Kenapa memangnya? Kamu setor di toilet kamarku?"

__ADS_1


Omel Rain kemudian,


Jiaaah...


Aron geleng-geleng kepala,


"Malah fitnah,"


Gumam Aron,


"Lah kamu, memastikan pintu kamar mandi tertutup itu cuma satu kemungkinan, karena kamu habis ikut BAB dan aromanya keluar,"


Kata Rain,


"Kak, yang benar dong kalau nuduh, ini sih penurunan martabat banget buat cowok seganteng aku, kayak aku tuh suka BAB di sembarang tempat kayak curut."


Kesal Aron tak terima,


Rain yang langsung membayangkan Aron jadi curut akhirnya tersenyum,


Kata Aron kesal.


Rain baru akan mengatakan sesuatu, ketika tiba-tiba di dalam kamar mandi terdengar seperti ada yang berjatuhan,


Brak!


Brak!!


Brak!!!


Rain dan Aron saling berpandangan, dan tak usah menunggu waktu terlalu lama, mereka kemudian berlari menuju kamar mandi dan masuk ke dalam sana,


Lampu kamar mandi tampak otomatis menyala begitu Aron dan Rain masuk, dan...


Betapa terkejutnya Rain dan Aron begitu melihat Maria dan sesosok hantu perempuan hamil kini berada di dalam kamar mandi tengah memunguti perlengkapan mandi Rain yang berjatuhan di lantai.

__ADS_1


"Aunty..."


Rain dan Aron nyaris bersamaan,


Heran melihat Maria yang tiba-tiba saja ada di sana,


"Eh kalian, hai,"


Kata Maria pada kedua anak Zizi yang kini menatapnya heran, lalu kemudian gantian menatap hantu perempuan hamil yang tampak melongo lebar melihat Aron,


Tak hanya melongo lebar, mulut si hantu itupun sampai keluar air liur berwarna biru,


Saat manusia ningrat berdarah biru, ini hantu malah berair liur biru,


Lalu...


Plak!


"Hey! kenapa kamu begitu!"


Maria menabok punggung si hantu perempuan yang hamil, yang saking kagetnya, perut nya sampai copot dan harus dipasang lagi,


"Sudah tua masih ngeces liat Aron,"


Kata Maria,


"Lah aku itu ingin punya anak ganteng, apa tidak boleh!"


Si hantu perempuan hamil tidak terima,


"Ya boleh saja, tapi kan kamu hantu, di mana-mana, hantu itu ya sudah standar mukanya begitu."


"Kamu juga Bu Londo, standar."


Maria yang dikatakan standar jadi manyun, sedangkan Rain dan Aron jadi senyum-senyum.

__ADS_1


**-------------**


__ADS_2