The Pandawa

The Pandawa
14. Tragedi


__ADS_3

Rombongan keluarga Zion dan Ziyan masuk ke dalam mobil masing-masing.


Penjagaan dari para pengawal Alpha Centauri yang dipimpin Marthinus tampak sangat ketat di sepenjuru area parkiran tanah pemakaman.


"Scot, Gil, mau ikut Kakek?"


Tanya Zion yang merasa kali ini ia butuh dua anak itu untuk sedikit menghiburnya, yang tentu saja, langsung disambut anggukan semangat dari kedua bocah kecil itu.


Mereka langsung tampak berlari ke arah Zion yang lantas menyambut mereka dan kemudian masuk sama-sama ke dalam mobilnya, yang lantas disusul oleh Zia.


Ziyan sendiri tampak masuk ke dalam mobil yang sama dengan Aisyah, sementara Ali dan Eva satu mobil dengan Rain, Aron dan Bobi.


Shane dan Zizi mengendarai mobil sendiri, dan Zizi yang justeru hari ini ingin mengemudi.


"Apa kamu baik-baik saja menyetir mobil saat ini?"


Tanya Shane sedikit khawatir, Maria yang jelas saja ikut mobil Zizi dan Shane tampak berbaring lelah di jok kedua mobil milik Zizi.


"Aku baik-baik saja Kak Seng, jangan khawatir."


Sahut Zizi.


"Kepala keluntung itu, jangan lupa tanya dia kenapa berada di sekitar rumah Kemang, Zi."


Maria mengingatkan,


"Ya aku akan langsung mengurusnya begitu sampai di rumah."


Kata Zizi.


"Minggu depan aku akan ke London, sepertinya Ali akan ikut denganku."


Shane terdengar bicara,

__ADS_1


Mobil melaju meninggalkan area parkir satu-persatu, termasuk mobil Zizi dan Shane yang berada di barisan belakang nomor kedua sebelum mobil para pengawal.


"Apa Ali tertarik mengurus perusahaan yang di London?"


Tanya Zizi masih dari balik kemudi.


"Ia hanya ingin tahu pertumbuhan anak-anak perusahaan Alpha di London."


Tutur Shane.


"Kalau sempat, cobalah tengok bekas hotel kita yang dulu Kak,"


"Ya, aku juga berencana ke sana, mungkin kita bisa mulai membukanya lagi suatu hari."


Kata Shane.


"Ya harusnya memang dibuka lagi, sayang kan sudah mangkrak lama. Papa selama ini tidak mau sama sekali menengoknya lagi, padahal dulu sangat diminati."


Kata Shane, membuat Maria yang berbaring di jok kedua mobil jadi bangkit duduk,


"Bukan hantu yang Tuan Zion takuti, tapi zombie."


Maria ikutan nimbrung, membuat Zizi mantuk-mantuk,


"Ya, Papa sepertinya Papa memang takut akan ada wabah zombie lagi, lalu tamu yang datang akan jadi korban para zombie."


Kata Zizi setuju.


"Padahal kata Ali, Zombi hotel di Jepang sekarang sudah menjadi salah satu hotel paling ramai pengunjung dan diminati anak-anak muda di kala weekend."


Tutur Shane.


Zizi dan Shane lantas terus membahas soal rencana untuk hotel lama mereka yang mangkrak.

__ADS_1


Saat tiba-tiba,


BRAKG!


DUAAR!!


Terdengar suara seperti ledakan setelah sebelumnya seperti tabrakan benda keras.


Rombongan mobil yang pulang dari pemakaman umum pun terpaksa berhenti.


"Apa itu?"


Tanya Zizi penasaran.


"Aunty, tolong lah cari informasi."


Kata Zizi.


Haiiish .. Maria pun mendesis, meskipun tetap saja ia akhirnya bangkit dari duduknya dan keluar dari mobil, melalui atap mobil.


Maria melayang kemudian, namun terlihat energi gelap begitu besar menerjang.


"Apa ini?"


Batin Maria.


Memang saat berangkat mengiring jenazah Tuan Ardi Subrata tadi mereka tidak lewat di jalan itu, dan sekarang pengawal yang mobil nya paling depan mengarahkan mereka melewati jalan yang berbeda dengan yang saat mereka lewat.


Marthinus tampak keluar juga dari mobil, ia terlihat berlari sangat cepat menuju ke arah sumber suara,


Dan...


**-------------**

__ADS_1


__ADS_2