
"Aaaaaa..."
Terdengar suara berisik dua anak kecil,
Semua pun seketika jadi terpecah konsentrasinya,
Dan...
Tampak seperti dari langit dua objek melayang ke arah hutan, yang di mana begitu mendekat, dua objek itu terlihat jelas jika mereka adalah dua bocah yang berteriak-teriak,
"Aaaaaaa..."
Keduanya melayang menuju jatuh,
"Gil?"
"Scot?"
Semua heran bukan kepalang,
Bagaimana bisa mereka masuk? Dan ke mana Nenek Zia?
Shane dan Marthinus segera melompat menuju ke arah kedua anak itu untuk menangkap mereka agar tak sampai jatuh,
Namun, sang naga besar menyemburkan api lagi,
Api yang jauh lebih besar dari sebelumnya,
Semua terpental karena hawa panas yang luar biasa, termasuk juga Bobi yang semula akan menerjang Naga itu untuk menyerang,
Pedang Jayapada melayang ke atas, berpendar terang sinarnya dan tiba-tiba saja terbelah menjadi dua,
Semua menatap pedang pusaka itu terbelah ternganga,
Dan...
Belum lagi keheranan mereka selesai, sinar dari pedang itu terlihat kemudian menyambar tubuh dua anak Zizi yang petakilan,
Scot dan Gil mengambang, sinar terang dari pedang itu melindungi mereka, lalu masuk pelahan ke dalam tubuh mereka,
__ADS_1
Pedang yang terbelah kemudian bergerak sendiri, membuat gerakan seperti X, lalu mengeluarkan sinar yang bergulung-gulung dan menghantam sang naga,
Naga besar itu terpental jauh,
Suara erangannya terdengar nyaris ke seluruh tempat,
Scot dan Gil memejamkan mata, mereka menempel antara punggung dan punggung, melayang berputar-putar dilingkupi sinar,
"Apa ini?"
Zizi bangkit dari tanah tempat ia terjatuh, begitupun Shane dan yang lain,
Maria yang nyangkut di antara dahan pohon terlihat rambutnya berantakan seperti semak-semak,
Hantu itu melayang ke arah semua orang, dengan mata yang sama tetap menatap ke arah Scot dan Gil,
"Jayapada memilih pewarisnya sendiri,"
Tiba-tiba terdengar suara seorang Nenek,
Suara yang kali ini Zizi kenali betul siapa pemiliknya,
Zizi langsung celingak-celinguk mencari sosok Nenek moyangnya yang telah lama sekali tak terlihat,
Hingga terlihat lima permata berkilauan muncul di kejauhan, lima permata itu melayang mendekat, dan tiba-tiba kelimanya menjelma sebagai sosok-sosok yang jelas Zizi dan yang lain langsung menunduk memberi salam,
Eyang Bandapati, Nenek Retnoasih, dan dua kakek serta satu nenek lagi, nenek Widararini,
"Kau akhirnya kembali Eyang."
Zizi melompat ke arah Bandapati dan memeluknya dengan erat,
Haiiish... Bandapati mendesis, lalu menonyor kepala Zizi yang hendak mencium pipinya,
"Ah apa kau tidak merindukanku Eyang? Padahal aku merindukanmu selama ini,"
Kata Zizi,
Bandapati terkekeh, Nenek Retnoasih dan yang lain juga sama,
__ADS_1
Mereka lantas menatap satu persatu anak Zizi yang kini berdiri di dekat Zizi,
"Rain, Bobi, Aron,"
Bandapati menyapa,
Mereka bertiga menunduk memberi salam,
Bandapati tersenyum,
"Untung kau menikah dengan Shane, anak-anakmu sopan seperti suamimu,"
Kata Bandapati pada Zizi yang langsung memanyunkan bibirnya,
Shane tampak hanya tersenyum,
Secara, vampire adalah monster yang berkelas ningrat, wkwkwk
Bandapati baru akan bicara lagi, saat tiba-tiba,
Syuuuuung...
Sebuah pedang melayang ke arahnya, yang untungnya langsung disambar kakek Aji Manggala,
Semua pun melotot ke arah Gil yang melempar pedang ke arah Bandapati,
"Enyahlah kau Nenek lampir!!"
Kata Gil berteriak keras,
"Heeehhh!! Gil, itu bukan nenek lampiiir..."
Semua pun langsung teriak, terutama Maria yang langsung melayang ke arah Gil dan membekapnya,
"Aunty ketekin nih, aunty ketekin nih,"
"Laaah ampuuun..."
Gil kelojotan, membuat Zizi hanya bisa menghela nafas,
__ADS_1
**------------**