The Pandawa

The Pandawa
69. Pertarungan


__ADS_3

Shane masuk ke dalam hutan, tepat saat seekor ular besar terlihat menggelepar di atas tanah,


Seekor Naga terbang ke atasnya dan kemudian dengan beringas mencabik-cabik ular itu hingga tewas,


Kuku-kuku tajam sang Naga begitu mengerikan, menancap lalu merobek kulit, daging hingga seluruh otot ular raksasa itupun mati dengan mengenaskan,


Kepak sayap naga tersebut lantas membuat angin seolah bertiup lebih kencang di sekitar sana,


Shane menatap nanar sosok Naga di depannya, sorot mata sang Naga terlihat tajam menghujam,


Naga itu yang tentu saja juga menyadari kehadiran Shane tampak kini juga menatap Shane,


Seolah ia bertanya pada Shane,


Siapa kau?


Ada apa kau di sini?


Sementara itu Maria yang melayang menyusul Shane tampak mengerem laju terbangnya,


Ciiiiit...


Maria takut kebablasan,


Hantu None Belanda itu menatap naga yang baru saja membunuh ular raksasa,


Namun...


Tak disangka, begitu melihat Maria, naga itu lantas seperti mengangguk,


Maria dan Shane pun sempat saling berpandangan,

__ADS_1


Ketika disadari oleh mereka jika Naga itu seperti mengenal sosok Maria.


Belum lagi Maria dan Shane mampu memikirkan siapa kemungkinan naga itu sebetulnya,


Kabut-kabut tebal yang seperti berasal dari arah danau tiba-tiba saja mengganggu pandangan mata,


Bersamaan dengan itu, terdengar lamat-lamat suara desisan yang begitu banyak,


"Kau dengar itu Shane?"


Tanya Maria pada Shane,


Shane mengangguk,


"Apa kau berpikir sama denganku?"


Tanya Maria dengan wajah panik,


Shane kembali mengangguk,


Lalu...


"Tidak apa-apa Aunty, akan aku hadapi sendirian apapun yang jadi musuh di depan sana,"


Kata Shane,


Maria menggeleng,


"Tidak Shane dan Zizi, aku akan membantumu mengurus semuanya, ini jelas sudah menjadi janjiku pada Nyonya Zia, mertuamu."


Kata Maria,

__ADS_1


"Tapi, aunty Maria bukannya mules, tidak apa-apa Aunty, pergilah,"


Ujar Shane yang kini terlihat telah siap pada posisinya jika di depan sana musuh tiba-tiba menyerang,


Mendengar perkataan Shane, bukannya merasa senang karena diperhatikan lebih, Maria justeru kesal pada Shane,


Jika ia tak ingat Shane adalah percampuran vampire dan Lycan, andai Maria tak ingat jika Shane suami Zizi dan menantu Zia, pasti Maria sudah menabok kepalanya dua belas kali,


Bagaimana bisa di saat sedang akan menghadapi bahaya seperti ini, Shane malah sempat-sempatnya salah tanggap soal Maria dikiranya sedang mules.


Lalu...


Ssttt...


Ssstttt...


Suara desisan-desisan seperti desisan ular kini semakin terdengar jelas, Shane dan Maria pun langsung siaga.


Bersamaan dengan itu kabut yang menghalangi pandangan menghilang pelahan, dan kini digantikan nenek yang memakai kain bercorak Naga.


"Lah ini si Nenek,"


Kata Maria yang tentu saja ia sudah pernah bertemu dan tak mungkin lupa begitu saja,


Tapi si nenek belum sempat menyahut perkataan Maria, ketika ia lebih dulu melihat seekor ular menyabetkan ekornya ke arah si nenek,


Maria yang melihat tentu tak tinggal diam, ia langsung melayang ke arah si ular membantu nenek melawan.


Ular lain yang jumlahnya sangat banyak kini terlihat bersiap menyerang pula,


Shane melompat dengan gesit, ia tampak dengan lincah menerjang lebih dulu dan tak lupa mengeluarkan kuku-kukunya yang runcing,

__ADS_1


Pertarungan mereka pun tak terelakkan lagi, tiga mahluk berbeda itu kini dalam sekejap langsung berada di tengah kepungan para ular raksasa.


**-----------**


__ADS_2