
Naga besar yang mengerikan di atas danau kini melayang dan tiba-tiba menyemburkan api ke arah Nenek Widararini,
Ya...
Nenek berkain naga, adalah nenek Zia yang mangkat beberapa puluh tahun lalu,
Dia muncul menjadi sosok hantu berkekuatan Naga karena ia keturunan Retnoasih, anak dari Bandapati, di mana percampuran darah pertapa sakti dan juga siluman Naga tertua, yang tak lain adalah Bandapati, nenek moyang Zizi,
"Awas Rain!"
Maria menarik tangan Rain yang posisinya cukup dekat dengan semburan api dari naga,
Tampak Rain yang masih tak percaya bisa melihat naga sebesar itu pun kemudian diperintah Shane agar bersembunyi di belakang Shane,
"Ini terlalu berbahaya, sembunyilah!"
Kata Shane memerintah,
Rain tentu saja tak ingin membantah, karena nyatanya memang mustahil baginya untuk melawan Naga dengan kekuatannya yang tak seberapa,
Aron juga sama, ia yang sebetulnya takjub melihat Naga yang begitu besar dengan mata kepala sendiri itupun akhirnya memilih ikut bersembunyi bersama kakaknya,
Selama ini, meski mereka tahu silsilah keluarga mereka, namun melihat langsung Naga Bandapati, nyatanya mereka belum pernah karena Bandapati sejak mereka baru lahir belum pernah menampakkan diri mewujud Naga,
__ADS_1
Ditambah pula ia kini bersembunyi dalam pertapaan yang panjang,
Namun, berbeda dengan Rain dan Aron yang menuruti perintah Shane, Papa mereka agar anak itu bersembunyi,
Bobi malah justeru memilih mengendap-ngendap ingin menyerang sosok Naga itu dari sisi yang tak terduga,
Zizi melompat ke depan,
Diacungkannya Jayapada ke arah sang Naga yang kini menyemburkan api lagi,
Nenek berkain naga yang bernama Widararini itu lantas ikut melompat ke arah Zizi,
Begitupun dengan Shane, Marthinus dan Maria.
Naga itu terus menyemburkan api ke mana-mana, membuat hutan terbakar hebat,
Hawa panas langsung terasa menyelimuti sekitar,
Zizi dan yang lain terus berusaha menghajar sang Naga, bahkan Nenek Widarini pun berubah menjadi Naga kembali, namun sayangnya kalah jauh besarnya dibandingkan Naga jahat itu,
"Memang benar, lawan Naga itu adalah pastinya Bandapati bukan?"
Gumam Rain tanpa mengalihkan pandangannya dari pertempuran Orangtuanya dan juga Marthinus serta Aunty Maria.
__ADS_1
Sementara itu, di desa sebelah, tampak seekor buaya putih yang kini memilih bersembunyi di dekat semak karena takut diburu warga tampak menatap sedih asap hitam tebal yang membumbung tinggi di langit,
Asap hitam yang sepertinya dari kebakaran hutan itu pastinya membuat buaya putih itu teringat gubuk reyot satu-satunya.
Yah, beginilah nasib siluman duafa,
Mungkin ada baiknya ia kembali ke muara saja, ngadem di sana dan menjauh dari hingar bingar dunia yang diperebutkan oleh dua kekuatan yang sebetulnya masing-masing tak ada yang bisa diandalkan si buaya putih,
Satu-satunya keinginan dia untuk sempat menemui Zia adalah karena ingin ia mengusahakan sesuatu yang pada akhirnya semoga bisa mendamaikan lagi seluruh jagat lelembut di muka bumi ini,
Namun...
Tiba-tiba gemuruh di langit kembali terdengar, kali ini ditambah pula petir yang menghampar dengan kilat yang seolah tak ada jeda menghiasi langit,
Awan hitam bergelayut membuat suasana benar-benar gelap,
Dan ketika di medan pertempuran Zizi tampak melompat, pedang Jayapada miliknya tiba-tiba terlepas,
Pedang itu bersinar sangat terang, berputar mengeluarkan sinar putih yang menghantam semburan api dari Naga jahat,
Hingga...
**------------**
__ADS_1