
Setelah Ziyan berserta keluarganya bertolak ke Kuala Lumpur, keluarga Zia dan juga Zizi pun akhirnya bersiap pulang,
Bobi dan Shane yang sempat berusaha mencari keberadaan pemilik energi jahat yang mereka rasakan di sekitar Bandara, pada akhirnya mereka harus merelakan diri tidak mencari keberadaan mereka lagi karena harus melepas keluarga Ziyan,
Apalagi, setelah kemudian Zia datang bergabung, dan Zia menyampaikan apa yang telah ia dengar dari salah satu hantu bahwa mereka para siluman memiliki pengabdi yang menyediakan fasilitas mereka untuk pergi ke satu tempat tanpa terganggu, semua pun akhirnya mengerti kenapa mereka sulit ditemukan,
"Mama akan mampir ke Kemang lebih dulu?"
Tanya Zizi,
Tampak Zia menggeleng pelan, ia merangkul buah hati satu-satunya,
"Tidak Zizi, Mama akan langsung ke Bogor, Scot dan Gil juga akan Mama langsung ajak pulang, kamu pulanglah dengan Shane dan persiapkan semuanya dengan baik kepindahan Rain, Aron dan Bobi, tadi Mama sudah banyak diskusi dengan Ayah Zanuba, dan benar memang semua harus bersiap, apalagi..."
"Aaaaaaa..."
Tiba-tiba terdengar suara jeritan para pengunjung bandara di bagian para penumpang biasa,
Semua pun langsung saling berpandangan dan cepat Aunty Maria bergerak,
Hantu none Belanda itu melayang ke arah asal suara berisik yang begitu ia sampai di sana, tampak banyak penumpang berhamburan berusaha berlomba keluar dari bandara,
Hantu None Belanda itupun tampak celingak-celinguk, ia mencoba mencari tahu sebetulnya apa yang terjadi,
Hingga kemudian terdengar jeritan beberapa pengunjung,
"Vampir... Ada vampir..."
Mendengar hal tersebut tentu saja Aunty Maria langsung bergerak cepat menuju sumber jeritan,
Ia yakin di sanalah sumber masalahnya, dan...
Aunty Maria terkejut luar biasa, manakala dilihatnya seorang perempuan tengah menggigit leher seorang laki-laki dengan beringasnya,
Darah mengucur dari leher, dan tampak perempuan yang menggigit kini melepaskan korbannya,
Matanya menyapukan pandangan ke seluruh orang yang ada di sana dan berlarian mencoba menyelamatkan diri,
Aunty Maria pun cepat melesat ke arah makhluk itu,
Perempuan dengan pakaian seragam kebersihan itu matanya merah menyala, ia begitu melihat Aunty Maria melayang ke arahnya seperti tahu jika hantu itu bukanlah hantu biasa,
Perempuan yang telah berubah menjadi vampir itupun tiba-tiba saja melompat cepat ke arah dinding, ia merayap sangat cepat dan kemudian menghilang entah ke mana,
Aunty Maria berusaha terus memburu, dan kemudian...
"Minggir... Minggir..."
Terdengar suara Zizi di kejauhan, Aunty Maria pun cepat menuju ke tempat asal suara Zizi, yang kemudian kini tampak Zizi dan Shane tengah mengamankan laki-laki yang semula menjadi korban perempuan dengan seragam kebersihan yang entah kenapa berubah menjadi vampir,
Laki-laki yang semula menjadi korban pun tampaknya akan berubah menjadi vampir lagi, tapi untunglah Zizi dan Shane lebih dulu sampai di tempat tersebut dan akhirnya mengamankannya,
Petugas bandara pun dibuat sibuk karena pengunjung yang berhamburan keluar karena panik,
Shane tampak mencengkram ubun-ubun laki-laki yang nyaris menjadi vampir itu, ia berusaha membunuh energi yang tersimpan di sana, yang untungnya lagi belum terlalu kuat,
Bobi yang semula akan menusukkan kuku naga miliknya ke dada calon vampir tersebut tampak dicegah Aron dan Rain,
"Biar Papa yang mengurus, kita belum saatnya,"
Kata Rain,
__ADS_1
Scot dan Gil malah senang melihat ada keramaian, yang harus membuat pengawal Alpha Centauri jadi sibuk mengurus mereka yang ikut berlarian ke sana ke mari mengejar hantu-hantu yang ada di bandara karena para pengunjung manusia keluar dan jadilah para hantu jadi terlihat jelas,
"Kenapa ada vampir di sini?"
Zizi tampak menyapukan pandangannya, dan datanglah Aunty Maria yang melayang dari satu sudut bandara,
"Dia menghilang,"
Kata Aunty Maria,
"Siapa?"
Tanya Zizi, sedangkan Shane terlihat membaringkan tubuh si laki-laki yang kini telah tak bernafas lagi,
Tangisan pecah dari isterinya, mereka yang tampaknya pasangan pengantin baru tampak menyedihkan karena harus mengalami peristiwa semacam itu,
"Maaf, saya terlambat,"
Kata Shane menyesal pada isteri laki-laki itu,
Perempuan itu tak sanggup berkata apapun lagi, ia hanya ambruk saja memeluk tubuh sang suami,
Zion meminta para petugas bandara membantu sang perempuan,
Sedangkan Zia menghampiri Zizi untuk bicara dengan Aunty Maria,
"Perempuan dengan seragam kebersihan, tampaknya dia menjadi korban langsung dari vampir, dia berubah menjadi vampir, tapi dia tak bisa aku dapatkan, ia masuk ke satu tempat di bandara ini,"
Ujar Aunty Maria melapor,
Zia tampak tubuhnya pun tergetar,
"Baru tadi Ayah Zanuba bicara, ternyata sepertinya benar akan ada banyak hal mengerikan nantinya, Zizi, kuatkan dirimu untuk mendampingi anak-anak,"
Zizi memandangi semua anaknya, yang kini berkumpul di dekat Shane sambil mengitari mayat laki-laki yang sempat akan menjadi vampir pula,
"Aku rasa mereka akan lebih siap daripada aku Ma, jangan khawatir,"
Kata Zizi,
Zia mengangguk,
Zion mendekati Zizi dan Zia,
"Bagaimana? Apa sumber masalah bisa ditemukan?"
Tanya Zion,
Zizi dan Zia menatap Zion dan kemudian sama-sama menggeleng,
"Aunty Maria kehilangan sosok itu, tapi nanti kita akan minta semua hantu di sini untuk menemukannya,"
Kata Zizi,
Dan baru saja Zizi bicara demikian, seorang hantu anak kecil melayang ke arah mereka,
"Makhluk itu melarikan diri, ia pergi,"
Kata hantu anak kecil,
Semua pun terkejut,
__ADS_1
"Ke mana?"
Tanya mereka,
"Seorang laki-laki membawanya menggunakan mobil besar, tampaknya akan dibawa ke satu tempat,"
"Apa kau tahu kenapa perempuan itu menjadi vampir?"
Tanya Aunty Maria menyela,
Hantu anak kecil memandang Aunty Maria, lalu mengangguk,
"Serombongan siluman ular membawa salah satu mahluk itu, dan memberikan perempuan itu sebagai korban, sepertinya sengaja,"
"Siluman ular?"
Zizi membulatkan matanya, hantu kecil itu mengangguk,
"Mereka telah pergi menggunakan jet pribadi, dan meninggalkan mayat perempuan petugas kebersihan itu begitu saja, membiarkan dia berubah menjadi vampir di sini,"
"Jahat sekali,"
Geram Zia,
"Kita cari sampai ketemu,"
Kata Zizi,
Zia mengangguk setuju.
Shane mendekat dan bergabung, Zizi pun menceritakan apa yang telah dikatakan hantu anak kecil,
Shane menganggukkan kepalanya,
"Aku sudah menduga, ini teror,"
Kata Shane,
Ia lantas menatap seluruh penjuru bandara,
"Biar aku yang urus nanti,"
Ujar Shane,
Sementara itu Zion mengurut keningnya yang pusing,
"Aduh, kenapa semua terjadi tepat saat aku akan mengambil alih apartemen terangker di Jakarta, aku butuh kalian menyingkirkan semua hantu di sana,"
Kata Zion, membuat semua pun menatapnya,
"Hah, apaaaaa?"
Dan...
...T A M A T...
...****************...
Note:
Hahaha... jangan protes ya gaes, ini memang sengaja aku gantung ceritanya karena akan langsung lanjut ke kisah lainnya, dengan judul Putri Vampir Terakhir dan juga Apartemen Angker.
__ADS_1
Sampai jumpa di sana ya...