The Pandawa

The Pandawa
81. Cemas


__ADS_3

"Kamu sudah berangkat ke Jakarta Mah?"


Terdengar suara Zion dari seberang sana, ia tengah berada di kantor utama perusahaan bersama Ziyan dan Aisyah,


"Sebentar Pah, aku sedang ada tamu,"


Jawab Zia,


"Oh oke, baiklah, Kak Ziyan dan Kak Aisyah akan terbang ke Kuala lumpur sekitar pukul empat sore, jadi usahakan sebelum jam tiga sudah sampai di Jakarta,"


Kata Zion,


"Ya, Pa, tenang saja, aku akan ke Jakarta dalam sekejap,"


Ujar Zia, setelah itu panggilan mereka pun di akhiri, baru kemudian ia melanjutkan perbincangan dengan para tamunya yang tak lain adalah keluarga Jin Zanuba yang tinggal di pohon mangga besar di depan rumahnya,


Sejak Zion berangkat, keluarga Zanuba memang sengaja datang menghadap Zia, selain karena mereka merasakan banyak energi negatif belakangan ini, kabar semesta yang didengar oleh Ayah Zanuba juga sangat penting untuk ia sampaikan,


Ya, sebagai mahluk dari alam lain yang usianya jauh lebih tua dari manusia, bahkan dari iblis, bangsa jin memang jauh lebih memahami apa yang biasanya akan terjadi,


"Jadi, menurut Ayah Zanuba, semesta nantinya akan mengalami masa gelap dan banyak kekacauan?"


Tanya Zia,


Ayah Zanuba mengangguk,


"Lalu anak-anak Zizi yang akan menghadapi semuanya?"


Tanya Zia lagi, Ayah Zanuba pun kembali mengangguk,


"Itulah sebab, saya setuju Nyonya, jika Rain, Aron dan Bobi dikirimkan ke London, karena nanti kekacauan juga akan datang dari sana lebih dulu,"

__ADS_1


Ujar Ayah Zanuba,


Zia membelalakkan matanya,


"Mereka akan memulai serangan pada manusia dari sana untuk memancing seluruh kekuatan yang tersembunyi di bawah tanah maupun yang bersembunyi di alam tak kasat mata, semua kekuatan akan terbelah, Rain dan dua adiknya, jika mereka bisa sambil menggalang kekuatan di sana, itu setidaknya akan bisa membendung kekuatan mereka terlalu besar,"


"Kudengar Scot dan Gil yang dipilih mewarisi Jayapada, jadi jika kekuatan mereka dari awal bisa dibendung, Scot dan Gil tak akan terlalu berat tugasnya,"


"Ya, karena Scot dan Gil pasti akan menghadapi para Naga, banyak naga memusuhi Bandapati, keturunannya adalah target utama untuk dibinasakan,"


"Naga hitam dan naga merah?"


Ayah Zanuba tersenyum,


"Salah satunya Nyonya,"


Zia pun tercengang, mendengar semua yang dituturkan Ayah Zanuba sejak tadi membuatnya terus memikirkan kemungkinan yang akan terjadi pada kelima cucunya ternyata bukanlah hal yang biasa,


Meski ia dulu pun sempat mengalaminya ketika mendapat kabar Zizi akan menghadapi huru hara pula, tapi tampaknya kali ini akan lebih serius,


Ujar Ayah Zanuba,


"Vampire, bagaimana dengan mereka?"


Gumam Zia,


Ayah Zanuba terdiam sejenak seraya memejamkan matanya,


"Dalam penglihatan saya, di antara mereka ada satu mahluk yang mirip Tuan Shane, dia perempuan, dan..."


Zia menatap Ayah Zanuba,

__ADS_1


Jin yang jika sedang dalam bentuk aslinya sangat tinggi dan besar itu kini kembali memejamkan matanya lagi,


Lalu...


"Nadia, anda masih ingat anak itu Nyonya?"


Tanya Ayah Zanuba pada Zia,


Tampak Zia mengangguk pelan, perasaannya langsung tidak enak,


"Dia bukan lagi manusia, dia lah ratu di sana, dia kini telah menjadi mahluk seperti Tuan Shane,"


Mendengarnya Zia sampai berdiri, ia rasanya nyaris tak bisa percaya dengan apa yang terjadi,


"Ba... bagaimana itu bisa terjadi?"


"Mereka melakukan serangan kecil ini, sebetulnya karena tengah mencari mustika ular emas yang tersimpan di kerajaan mereka yang ada di bawah rumah kakek Tuan Zion,"


"Apa? Mustika ular emas?"


"Ya Nyonya, banyak jin yang saya temui menyampaikan itu, saya rasa mereka ingin mencegah Nadia berubah menjadi mahluk asing yang tak ada dalam kekuatan mereka, tapi kelak dalam kabar semesta, itu justeru akan sangat menguntungkan bagi mereka, jadi, berhati-hatilah Nyonya, saya akan membantu menjaga Scot dan Gil semampu saya, Rain, Aron dan Bobi, pastikan mereka juga dalam penjagaan Tuan Marthinus hingga nanti mereka siap menghadapi semuanya,"


"Kira-kira kapan semua akan terjadi?"


Tanya Zia yang kini kembali terduduk lemas,


"Saat Scot dan Gil sudah melewati usia tujuh belas tahun,"


"Du... dua belas tahun lagi, aku mungkin sudah tidak ada di dunia,"


Lirih Zia makin lemas,

__ADS_1


Sungguh ia begitu khawatir.


...****************...


__ADS_2