
"Anda yakin tidak ada apa-apa Tuan muda?"
Tanya Kakak Zanuba pada Aron yang seperti dalam keadaan buru-buru keluar dari kamar,
Aron terlihat tengok kanan tengok kiri, lalu memandang ke arah kakak Zanuba,
"Ya, tenang saja, tidak ada apapun,"
Kata Aron.
"Lalu, suara apa tadi? Suaranya seperti keledai tertawa,"
Kata kakak Zanuba,
"Oh itu pasti Scot atau Gil mengigau, mereka memang sering aneh-aneh, tahu dong pasti,"
Kata Aron menjadikan kedua adiknya korban fitnah,
Kakak Zanuba lantas menganggukkan kepala, anggap saja untuk kali ini percaya pada Aron, toh andai ada yang berbahaya pastinya Aron sudah mengatakan padanya.
"Baiklah, kalau memang tidak ada yang membahayakan, sebentar lagi subuh tiba, anda lebih baik istirahat Tuan Muda, jangan dibiasakan begadang kalau tiada artinya."
Kata kakak Zanuba dengan suara seperti Bang Haji, sepertinya kakak Zanuba adalah salah satu fansnya,
Aron mantuk-mantuk,
"Ya meskipun anda masih darah muda, darah yang berapi-api,"
Ujar kakak Zanuba lagi,
Aron nyengir,
Lalu kakak Zanuba pun melesat pergi, membuat Aron langsung lega dan cepat kembali ke dalam kamar.
Di kamar, hantu gadis cantik terlihat sedang duduk di atas rak buku sambil tersenyum ke arah Aron yang baru masuk,
"Apa cengar-cengir?"
Ketus Aron,
Hantu gadis cantik itu melayang ke arah Aron yang berjalan menuju sofa yang ada di kamar tersebut,
"Aron, pantas kau jadi pembicaraan banyak hantu perempuan,"
__ADS_1
Ujar si hantu,
Haiiish... Aron mendesis,
Anak laki-laki ABG itupun duduk di atas sofa, di hantu mengikuti dan duduk di atas meja,
Hantu memang begitu, senang melakukan hal yang tak lazim dilakukan manusia.
"Baiklah, sekarang katakan padaku! Bagaimana kau bisa masuk rumah ini tanpa lewat depan,"
Kata Aron,
Si hantu gadis cantik mengulurkan tangannya terlebih dahulu pada Aron,
Tangan putih pucat dengan kuku jarinya yang panjang lagi runcing,
"Kenalan dulu,"
Kata si hantu,
Aron tampak menghela nafas,
Lalu iapun meraih tangan itu dan menjabatnya,
"Tania, Setan Mania."
Kata Si Hantu memperkenalkan diri,
Aron menatap si hantu,
"Kirain Ketan Mania."
Kata Aron.
Si hantu ingin tertawa, tapi takut nanti jin-jin di luar sana yang sigap menjaga keluarga pemilik rumah akan kembali masuk dan menangkapnya.
"Baiklah Tania, sekarang, katakan padaku,"
Ujar Aron.
Hantu Tania mantuk-mantuk, lalu akhirnya siap bercerita,
"Begini Tuan muda Aron,"
__ADS_1
Hantu Tania duduk sila di atas meja, wajahnya yang pucat tampak serius,
"Seperti yang aku bilang, aku sebelumnya hanyalah hantu yang lontang lantung, lalu akhirnya aku masuk sebuah galeri, di sana aku bertemu hantu Ibu hamil yang baik, sayangnya hantu Ibu hamil itu bernasib kurang beruntung..."
Tutur hantu Tania dengan tatapan kosong,
"Kenapa begitu?"
Tanya Aron.
"Kau tidak tahu? Semua lukisan kakakmu kemasukan siluman ular, banyak hantu di sana dibantai, tidak peduli itu anak-anak, ataupun ciwi-ciwi."
"Maksudmu, dunia di dalam lukisan?"
Hantu Tania yang mendengar pertanyaan Aron mengangguk,
"Ya, dunia dalam lukisan kakakmu diobrak-abrik mereka,"
Kata hantu Tania.
Aron terlihat terdiam,
"Aku lari tunggang langgang, eh maksudnya melayang-layang tak tentu arah, takut dengan semua yang terjadi di dalam sana. Aku tak menyangka jika keadaan justeru lebih buruk, hingga..."
"Kamu bertemu sesosok nenek?"
Tanya Aron.
"Ya betul, dia Nenek bersembunyi di dalam pohon, dia mengatakan padaku agar memanggil nama Rain."
Aron sejenak berpikir, kenapa harus memanggil nama Rain,
"Kata Nenek itu, yang membuat pintu ke dalam dunia itu adalah Rain lewat lukisannya, nenek itu juga sebetulnya ingin pergi melarikan diri, tapi ia tak sanggup melayang cepat. Sebagai hantu, ia sudah mulai soak."
Kata hantu Tania,
"Dan akhirnya kamu bisa masuk ke sini?"
Aron menatap tajam hantu Tania, yang kemudian terlihat mengangguk.
Dan...
**------------**
__ADS_1