The Pandawa

The Pandawa
48. Mencurigakan


__ADS_3

Malam akhirnya tiba, Zia yang kelelahan memilih istirahat di kamarnya sejak sore hari.


Zion sendiri pergi pertemuan dengan Ziyan di tempat kuasa hukum perusahaan yang sekaligus juga kuasa hukum pribadi Tuan Ardi Subrata, kakek Zion dan Ziyan.


Rumah pun jadi dikuasai sepenuhnya oleh kelima bocil Zizi yang kini sibuk dengan kesibukan masing-masing di ruang perpustakaan milik kakek Zion yang ada di lantai dua,


Bobi tampak duduk di kursi depan meja milik kakeknya dengan kaki selonjor ke atas meja, ia terlihat serius memandangi kuku Naga yang di beri oleh kakek misterius,


Rain si sulung tampak duduk di sofa panjang sambil membaca buku tentang London, kota di mana kelak ia bercita-cita akan tinggal di sana setelah lulus SMA,


Ia ingin tinggal bersama Nenek Nancy, ia juga ingin belajar mengelola bisnis perusahaan bersama Paman Nick,


Rain sangat tertarik dengan hotel angker milik perusahaan mereka yang telah lama terbengkalai, hotel yang kini telah ditempati ratusan hantu galau dan hantu-hantu tuna wisma,


Sementara itu, berbeda dengan Rain dan Bobi, tampak Aron tengah sibuk chat dengan satu sosok di suatu tempat,


Aron terlihat kadang cekikikan sendiri, namun juga kadang wajahnya tampak serius dengan kening berkerut,


Bagaimana menurutmu? Ini adalah tempat terbaik sejak aku gentayangan.


Tulis sosok hantu medsos yang kini asik mojok dengan Aron,


Tampak di layar hp Aron, foto pohon melinjo di dekat jalan raya. Di sekitar pohon melinjo itu ada sekelompok pohon bambu yang tidak lolos baris berbaris,


Aron menatap rimbun kelompok pohon bambu itu, di mana di sana ada kuntilanak yang sedang garuk-garuk kepala masuk ke dalam foto sosok hantu medsos,

__ADS_1


Sosok hantu medsos itu cantik dan imut, membuat Aron jadi betah menanggapi,


Berbeda dengan Bobi, Rain dan Aron, tampak Scot dan Gil malah sibuk cekikikan di sudut ruangan,


Keduanya tampak sibuk memandangi buku gambar milik Mama mereka saat masih kecil,


"Ini hantu lucu,"


Kata Gil menunjuk gambar hantu yang wajahnya dicoret-coret warna merah,


"Ini kayak yang di mall kakek, yang di dekat toilet,"


Ujar Scot,


Keduanya lantas kembali membuka-buka buku gambar milik Mama mereka saat masih kecil, saat kemudian terdengar suara yang sangat keras seperti sesuatu menabrak kaca jendela,


DARR!!


Kelima anak itupun seketika menghentikan kesibukan mereka yang tidak penting,


Dan belum lagi mereka tahu apa yang sebetulnya terjadi, tiba-tiba terdengar kembali seperti suara sesuatu yang menabrak kaca jendela rumah di lantai dua,


"Nenek,"


Bobi terlihat sigap turun dari duduknya, pun juga kemudian Aron serta Rain,

__ADS_1


Ketiga anak laki-laki itu lantas cepat melesat menuju keluar ruangan perpustakaan, Scot dan Gil mengikuti kakak-kakaknya,


Mereka menghambur akan menuju kamar Nenek mereka, manakala mereka melihat Nenek Zia yang telah berada di depan kaca jendela lantai dua di mana yang untuk keluar ke arah balkon,


"Ada apa Nek?"


Tanya Rain, yang cepat menghampiri Neneknya,


Bobi, Aron serta Scot dan Gil ikut mendekat, mereka menatap ke arah yang sama dengan tatapan nenek mereka yang kini melihat di luar kaca jendela terlihat dua burung gagak hitam mati.


Tak lama, Zanuba terdengar memanggil Zia,


"Nyonya Ziaaa... Nyonya Zia..."


Suara cempreng Zanuba semakin keras terdengar seiring kemunculannya di ruangan tersebut,


"Zanuba, ada apa ini?"


Tanya Zia dengan wajah sedikit panik,


Tentu saja karena ia dalam posisi sedang enak tertidur,


Zanuba lantas melayang mendekat, lalu...


**-------------**

__ADS_1


__ADS_2