The Pandawa

The Pandawa
28. Heboh Rumah Bogor


__ADS_3

Lesti membuka matanya pelahan, mengerjap-ngerjap menatap plafon kamar di atasnya.


Sejenak ia mencoba mencerna apa yang terjadi, saat kemudian terdengar suara berisik di depan kamar Lesti, suara anak-anak Nona mudanya.


Lesti pelahan menoleh ke arah pintu, apa yang terjadi? Kenapa begitu berisik?


Batin Lesti bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang.


"Bibi Lestiii... Buka pintunya."


Suara itu berisik, jelas itu suara Gil.


Ya, di luar kamar Scot, Gil, Rain dan Aron tampak berdiri di depan pintu kamar Lesti, tampak pula Zanuba melayang di sekitar mereka.


"Kayaknya masih pingsan, bilang ke pengawal saja di depan."


Kata Zanuba.


"Jangan dulu, pastikan Bibi Lesti tidak apa-apa dulu."


Ujar Rain,


"Tapi ini sudah terlalu lama kita panggil Kak, kata tante Zanuba bukankah Bibi Lesti pingsan? Bagaimana kalau dia bablas angine?"


Kata Aron.


"Bablas nyawane kaliii."


Ralat Zanuba.


"Oh ya maksudnya itu, ah ketularan Mama."


Kata Aron.


"Huuu bilangin Mama,"


Scot mengancam sambil cekikikan.


Pletak!


Dan tentu saja kepalanya langsung kena tabok Aron.

__ADS_1


"Sudah... Sudah anak-anak yang menyusahkan jin dan manusia, biar Tante Zanuba saja yang bukakan pintu."


Putus Zanuba akhirnya.


Demi menghindari keributan yang akan semakin memanas dan takutnya nanti semua jadi kebul-kebul macam jagung rebus di perempatan, maka Zanuba pun mencoba memberikan solusi.


Meskipun...


Sebetulnya, gara-gara dialah Lesti pingsan.


Zanuba pun lantas melayang maju ke depan pintu, ia melongokkan kepalanya dari luar pintu kamar Lesti masuk ke dalam sambio mengulurkan tangannya untuk membuka kancing pintu.


Namun...


Siapalah yang menyangka, tepat saat Zanuba melongok ke dalam di pintu, tepat pula Lesti akan membukakan pintu kamar tersebut karena ia mendengar anak-anak majikannya begitu berisik.


Dan...


"Aaaaaaaaaaaa!!"


Kali ini Lesti menjerit sekuat tenaga karema melihat kepala Zanuba yang melongok ke dalam kamar menembus pintu.


Mendengar suara teriakan dari dalam, para pengawal yang bertugas jaga di depan rumah, pun termasuk yang sedang istirahat lantas bergegas berhamburan menuju kamar Lesti.


Mereka panik karena mengira ada penyusup masuk lewat belakang dan telah terjadi korban.


Namun, melihat ekspresi keempat anak Zizi yang nyengir mencurigakan, membuat para pengawal langsung perasaannya tidak enak.


Aduh, urusan hantu nih pasti. Batin mereka tersiksa.


Zanuba yang melihat Lesti kembali ambruk dan kali ini pingsan di lantai akhirnya mau tak mau menggotongnya naik ke tempat tidur,


Setelah itu, barulah Zanuba membukakan pintu kamar Lesti agar Rain dan adik-adiknya bisa masuk.


Pintu kamar Lesti yang jika dilihat para pengawal itu terbuka sendiri tentu saja membuat para pengawal itu terlihat ragu jika harus masuk.


Bagaimana kalau yang di dalam pocong?


Atau kuntilanak?


Atau suster ngesot?

__ADS_1


Atau suster keramas?


Ah kalau suster keramas tidak apa wis. Batin para pengawal.


Scot dan Gil tanpa menunggu perintah langsung masuk ke dalam kamar, tampak Lesti yang tak sadarkan diri di atas tempat tidur.


"Bibi Lesti pingsan, perlukah panggil dokter Paman?"


Tanya Rain pada salah satu pengawal.


"Ini sudah terlalu malam, tapi kita coba."


Sahut David, pengawal yang kini menjadi kepala pengawal di rumah Zia dan Zion di Bogor.


Rain mengangguk.


Aron menyusul kedua adiknya masuk ke dalam kamar Lesti, lalu mencari minyak angin atau semacamnya di meja rias Lesti.


Setelah menemukannya, Aron mendekati Lesti, mendekatkan botol minyak angin ke hidung Lesti, yang tak udah menunggu lama, Lesti pun terbangun.


David yang hendak menelfonkan salah satu anggota tim dokter Alpha Centauri akhirnya menatap Rain seolah minta pendapat apakah ia harus tetap menelfon atau tidak perlu.


"Besok saja Paman, tidak apa-apa."


Kata Rain akhirnya.


Rain sebagi sulung memang seringkali dimintai pendapat bilamana tidak ada yang lebih dewasa dalam keluarganya berada di rumah.


Selain memang Rain adalah sulung, tentu saja para pengawal cukup segan dan merasa Rain paling bisa bicara normal dibandingkan dengan adik-adiknya.


Tapi, tentu saja itu terlepas dari kadang ia tiba-tiba jika pulang sekolah bicara sendirian sepanjang jalan, lalu kadang meminta tolong pengawal mengantarkan lukisan seram-seram ke galeri yang memang dulu didirikan oleh Kakeknya untuk Rain bisa menyalurkan hobi, yang sekaligus juga menjadi tempat favorit para pengusaha lain yang sering pertemuan dengan Zion ataupun shane.


"Lagipula Bibi Lesti bukan pingsan karena sakit, dia takut dengan jin."


Kata Rain sambil masuk ke dalam kamar.


"Jin? Maksudnya jin di pohon Mangga?"


Tanya salah satu pengawal bisik-bisik.


David melirik mereka agar tidak bicara apa-apa, salah-salah bicara yang ada jin itu marah dan bisa-bisa mereka diteror sepanjang hidup.

__ADS_1


Bukankah jin adalah mahluk yang paling tersinggungan?


**------------**


__ADS_2