The Pandawa

The Pandawa
39. Hantu Jahat


__ADS_3

"Bunuuuh... Bunuuuuh sekaraaang..."


Terdengar lirih suara perempuan dari satu tempat di lantai tiga Star Hotel, Maria yang tengah melayang mencari Zizi dan Bobi pun terpaksa berhenti,


Ciiiiiit...


Maria mengerem,


Tampak ia celingak-celinguk mencari sumber suara,


"Cepaaat... Bunuuuuh... Bunuuuuh... Jangan ragu... Jangan bimbang... Jangan takut pada ombaaak..."


Suara itu terdengar terus berulang-ulang, Maria menajamkan pendengaran, ia yakin suara itu bukan suara manusia,


Maria lantas memutuskan menunda pencarian Zizi dan Bobi, ia melayang mencari mahluk apa itu sebetulnya,


Maria menatap satu persatu pintu kamar hotel yang ada di lantai tiga itu, hingga kemudian pandangan Maria tertuju pada pintu kamar yang paling dekat dengan jendela paling sudut yang menghubung ke arah balkon,


"Biar aku lihat dulu, ada apa di sana."


Kata Maria, dengan ekspresi seperti dalam sinetron,


Maria melayang ke arah sudut, lalu melongokkan kepalanya di pintu tersebut.


Dan...


Tampak kini seorang laki-laki tengah berdiri di dekat tempat tidur, ia sedang berusaha membekap seorang perempuan dengan bantal, di sampingnya sesosok hantu wanita dengan wajah penuh darah terus menyemangati agar laki-laki itu melakukan aksinya dengan tanpa ragu,


"Hentikan!!"

__ADS_1


Maria tanpa lama-lama langsung berteriak pada mereka,


Laki-laki yang sedang dalam pengaruh hantu wanita dengan wajah penuh darah tampak menoleh, begitu juga dengan si hantu wanita.


Maria masuk menembus pintu, membuat si laki-laki yang sedang membekap perempuan dengan bantal terkejut dan langsung melempar bantalnya begitu saja,


"Si... siapa kau..."


Ujar si laki-laki dengan ketakutan melihat sosok none Belanda yang baru saja masuk ke dalam kamar dengan menembus pintu,


Maria tampak menyeringai...


Tentu saja, tatapannya kini fokus pada sosok hantu wanita yang wajahnya berdarah-darah,


"Kenapa kau mencampuri urusanku!!"


Si hantu wanita tampak marah karena kesenangannya terganggu,


"Kau merusak keseimbangan alami lelembut dan manusia dengan mendorong manusia laknat ini membunuh agar perempuan itu bisa jadi budakmu, tentu itu jadi urusanku."


Kata Maria kemudian,


Hantu wanita tertawa melengking, tak sadar jika di dalam hotel itu ada beberapa mahluk lain yang bisa mendengar suaranya,


Zia di atas bersama Ali dan Shane serta Marthinus, lalu Zizi dan Bobi yang bersiap menikmati santap siang, semua tampak langsung celingak-celinguk,


"Suara apa itu?"


Lirih Zia,

__ADS_1


"Ada hantu tertawa Mah,"


Kata Bobi pada Zizi,


"Enyahlah kau hantu kelas bawah, daripada kau nanti menyesal karena membuat masalah di sini."


Kata Maria,


"Apa hak mu hah? Aku lebih dulu ada di sini, aku mengikuti laki-laki ini sejak dari tempat tinggalnya, perempuan itu mengandung janin hubungan haram, itu makananku! Itu makananku!!!"


Hantu wanita itu melengking, membuat Maria jadi kesal hingga terpaksa menerjang si hantu wanita jahat,


Laki-laki yang ketakutan melihat hantu Maria yang melayang ke arahnya dan khawatir akan menyerangnya tampak merangkak di lantai ke arah pintu,


Tangannya yang gemetaran meraih handel pintu dan seketika membukanya untuk kemudian lari secepat yang ia mampu,


"Hantuuuuuuu... Hantu none Belandaaaaa..."


Laki-laki yang gagal membunuh itu kocar-kacir sambil berteriak, memancing penghuni kamar lain untuk keluar dan melihat apa yang terjadi.


"Ada apa Tuan?"


Ramai orang bertanya,


"Hantu... Hantu None Belanda,"


Kata si laki-laki,


Lalu...

__ADS_1


**--------------**


__ADS_2