The Pandawa

The Pandawa
49. Sebuah Pesan Kecil


__ADS_3

"Siapa yang datang?"


Tanya Zia lagi begitu Zanuba telah mendekat,


"Sosok tinggi besar melemparkan dua burung gagak dari atas rumah itu."


Zanuba menunjuk rumah yang berjarak sekitar tiga rumah dan bisa terlihat jelas dari kaca jendela lantai dua rumah Zia,


"Gendruwo?"


Tanya Bobi,


Zanuba menoleh pada Bobi,


"Ah kamu Bob,"


Zanuba tersenyum lebar melihat Bobi ada di sana,


"Atau siluman ular?"


Tanya Aron pula,


Zanuba menggeleng,


"Aku mengejar tadi, tapi kehilangan jejak, gerakannya secepat ufo othor."


Kata Zanuba dengan wajah serius,


Zia menatap dua burung gagak hitam yang mati tergeletak di lantai balkon,


"Tapi tenang saja, kakak semua langsung mengamankan wilayah ini,"


Kata Zanuba lagi,


Rain mendekati kaca jendela balkon, begitu juga Bobi, keduanya lantas membuka kaca jendela yang merupakan sekaligus untuk pintu,


Zia turut mendekat,


"Jangan keluar dulu Rain, Bob..."


Kata Zia mengingatkan, karena belum yakin jika tidak ada hal yang berbahaya dengan kedua burung gagak hitam yang dilempar ke balkon rumahnya,


Zanuba akan melayang untuk keluar membantu memastikan sebetulnya apa tujuan mahluk hitam besar itu melemparkan kedua burung gagak ke rumah Zia,

__ADS_1


Namun, baru saja Zanuba akan melayang, Scot dan Gil malah memegangi ujung rok Zanuba hingga membuat Zanuba kesulitan terbang,


"Scoooot, Giiiil..."


Aron menatap kedua adiknya sambil menggelengkan kepalanya,


Membuat Zia yang mendengar Aron memarahi kedua adiknya langsung menoleh ke arah kedua cucu kecilnya,


"Hmm..."


Zia pun sama menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Scot dan Gil,


Tampak kedua bocil itupun langsung nyengir ke arah sang nenek, sambil tangan mereka melepaskan ujung rok Zanuba,


Zanuba segera melayang keluar menuju balkon,


"Sepertinya ini adalah pesan kematian, mereka pasti memang sudah sangat dekat,"


Kata Rain,


Zanuba mengambil satu mayat burung gagak hitam yang tergeletak dilantai,


Dan saat mayat burung gagak itu diambil, tampak sesuatu seperti terjatuh,


Klentiiing...


Sebuah benda mirip koin terlihat berada di atas lantai balkon, Rain cepat mengambilnya, dan...


"Ular,"


Gumam Rain lirih ketika melihat koin itu bergambar dua ular yang seperti melingkari koin,


Bobi mengambil koin di tangan Rain untuk bisa ikut mengamatinya lebih jelas, dan tampak kini mata gambar kedua ular itu seperti hidup dan menyala merah,


Zia yang lantas ikut melihat koin di tangan Bobi seketika teringat tatto ular yang ada di tubuh para pengikut Paman Jaka Lengleng,


Ya...


Ini sangat mirip dengan saat itu,


Zia lantas memandang Zanuba,


"Bisakah aku minta tolong padamu Zanuba?"

__ADS_1


Tanya Zia,


"Tentu... Tentu saja Nyonya Zia, katakan saja,"


Kata Zanuba,


Zia mengangguk sambil tersenyum, ia menatap rumah yang semula kata Zanuba dari sanalah mahluk besar itu melemparkan kedua mayat burung gagak hitam.


Zia akan bicara, namun tiba-tiba diserobot Scot dan Gil,


"Aku mau burger,"


Kata Scot,


"Aku mau pizza,"


Kata Gil,


Rain, Bobi dan Aron serta Zia dan Zanuba langsung melihat ke arah Scot dan Gil,


"Nenek mau minta tolong Tante Zanuba beli makanan kan? Aku lapar,"


Kata Scot,


Gil mengangguk mengiyakan kompak,


Zia pun tentu saja langsung mengurut kening.


"Kalian ini makan saja yang dipikirkan, ini lagi pada serius jadi tidak fokus,"


Kesal Bobi yang emosian,


Scot dan Gil terlihat langsung memonyongkan bibirnya ke arah Bobi,


Zia menghela nafas, dia seharusnya tak usah kaget dengan kehadiran kelima cucunya itu memang mustahil tidak membuat onar dan memunculkan keributan,


"Zanuba..."


Panggil Zia,


"Ya Nyonya,"


Zanuba mengangguk,

__ADS_1


"Zanuba, coba nanti kamu cari tahu dari semua hantu di sini, apa ada mahluk asing mencurigakan belakangan ini."


**--------------**


__ADS_2