
Sementara itu, Zizi dan Shane yang telah memasuki dunia lukisan Rain terlihat mulai menyusuri jalan di kota yang begitu sepi,
Kota yang layaknya kota mati itu benar-benar tak ada satupun mahluk yang terlihat melintas,
Zizi dan Shane mengedarkan pandangannya ke sekeliling, memastikan di sana tak ada marabahaya yang mengancam,
Marthinus dan Maria juga ikut serta, begitupun Rain, Bobi dan Aron.
"Di mana Nenek yang Aunty temui berada?"
Tanya Zizi pada Maria yang melayang ke sana ke mari mencari apakah ada gerangan hantu yang masih tersisa,
"Aku tidak tahu kenapa lukisanku berubah,"
Kata Rain,
Bobi yang berjalan di samping Rain menoleh pada sang kakak,
"Apa maksudmu ka?"
Tanya Bobi,
"Sepintas lalu ini mirip, tapi aku merasa mereka merubahnya, atau entah aku tidak mengerti,"
Ujar Rain,
Marthinus tampak melompat ke atas atap gedung, ia terlihat mengawasi setiap sudut kota dari sana,
"Jika kau berjalan terus mengikuti jalan ini, kau akan bertemu ujungnya, lalu kau akan melihat satu pemukiman padat, ada kebun dan tanah lapang menuju hu..."
Maria sejenak terdiam,
Zizi dan Shane menatapnya,
"Apa Aunty? Kau keselek?"
Tanya Zizi,
__ADS_1
Maria menatap Zizi,
"Hutan, ya hutan, aku baru sadar, hutan yang dipenuhi kabut,"
Zizi dan Shane pun sejenak berpandangan, lalu...
"Jangan bilang itu hutan yang sama dengan hutan dalam kekuasaan Paman Jaka Lengleng,"
Ujar Zizi,
"Tidak Zi, nyatanya hutan itu memang sepertinya hutan yang sama,"
Hingga...
Ketika mereka tengah bicara serius, tiba-tiba Marthinus yang penciuman dan penglihatannya setajam silet, melompat dari atas gedung bertingkat ke arah Zizi dan Shane serta Maria dan anak-anak Zizi,
"Sepertinya, ada pertarungan di dalam hutan yang letaknya tak begitu jauh dari sini,"
Kata Marthinus,
"Apa? Pertarungan?"
"Di mana Paman? Sejak kapan di sini ada hutan? Ini adalah kota tua,
Martinus tampak menunjuk jauh dari sana, namun arahnya persis searah dengan arah jalan yang persis dengan yang dikatakan Maria,
"Apa kubilang,"
Kata Maria pula,
"Kalau begitu, baiklah, biar aku ke sana lebih dulu, jika itu hutan yang benar terhubung dengan istana Paman Jaka Lengleng, maka berarti aku tahu,"
Kata Zizi yang seketika langsung mempercepat langkahnya,
"Paman Marthinus, bantu aku melindungi anak-anak,"
Kata Shane pada Marthinus,
__ADS_1
Tampak Marthinus mengangguk,
"Pasti Tuan, jangan khawatir,"
Jawab Marthinus cepat,
Shane tampak mengangguk, sebelum kemudian ia cepat menyusul Zizi yang sepertinya sudah tak sabar ingin tahu sebetulnya ada apa,
Marthinus sebagai pengawal sekaligus pengasuh Rain, Bobi dan Aron, tampak cepat berada di belakang ketiga anak-anak Zizi dan Shane yang sepertinya sebentar lagi akan mulai bersiap mendapatkan tugas berat dari semesta,
Maria melayang di dekat Zizi, mengiringi Zizi seraya ikut mengawasi sekitar apabila ada mahluk yang tiba-tiba menyerang,
Dan...
Saat mereka semua hampir sampai ke ujung jalan, mata mereka semua mulai melihat ada asap membumbung tinggi di tengah hutan,
Tak hanya itu, suara pekikan yang cukup kencang terdengar seiring suara pusaran angin yang kini mereka semua lihat dari kejauhan berputar-putar menerjang hutan,
"Kekuatan Jayapada, siapa yang menggunakannya? Siapa lagi yang bisa melakukannya?"
Zizi seperti bergumam,
Ia terlihat sangat heran, bagaimana bisa ada kekuatan seperti Jayapada di sekitar hutan,
"Aku ke sana lebih dulu,"
Tiba-tiba Shane bersuara,
Ia melompat dan melesat sangat cepat menuju hutan,
Maria tak mau ketinggalan, hantu none belanda itu melayang seraya mengangkat ujung gaunnya,
Ia mengejar Shane,
"Tunggu Shane... Tunggu,"
Kata Maria,
__ADS_1
**------------**