
"Aunty bau keju kadaluarsa!"
Gil mendorong Maria, dan segera melompat ke arah Zizi, Mamanya,
Tapi tak sesuai dengan harapannya, sang Mama malah langsung menjitak kepala Gil,
Pletak!
"Aduh,"
Gil mengusap kepalanya yang kena jitak,
"Minta maaf sama Eyang, cepat!"
Kata Zizi memerintah,
Gil melongok ke arah Rain, Bobi dan Aron yang terlihat geleng-geleng kepala melihat adiknya,
Belum lagi mengurus Gil selesai, Scot kini juga tak mau ketinggalan membuat ulah, ia mendekati Eyang Bandapati,
Ia mencolek-colek lengan Eyang, sambil cengar-cengir melihat ke arah wajahnya,
Semua sesepuh tampak mengurut kening, pusing rasanya punya penerus tak jelas juntrungannya,
Lagipula, Jayapada juga entah kenapa malah memilih dua anak tak jelas ini, padahal tiga kakaknya adalah kandidat yang paling diandalkan oleh semuanya,
"Sailor Mars?"
Tanya Scot tiba-tiba pada Bandapati,
Eyang Bandapati jelas saja mengerutkan kening,
Sailor Mars?
Apa itu?
Tentu saja Eyang tidak pernah nonton film nya di jam delapan pagi setiap hari minggu di tv swasta kesayangan kita di jaman dulu, Eyang juga tidak pernah baca komiknya, maka jadilah Eyang Bandapati celingak-celinguk,
Tapi tiba-tiba Scot geleng-geleng kepala sendiri,
"Tidak mungkin, sailor mars cantik, ini terlalu tua,"
__ADS_1
Gumamnya,
Tapi yang pasti gumaman itu jelas sekali di telinga para Naga,
Maka,
Plak!
Eyang pun menabok Scot,
"Dasar bocah kurang ajar, Nenek moyang sendiri dikatai,"
Zizi melihat kelakuan anaknya akhirnya langsung sibuk minta maaf,
"Aduh maaf Eyang, mohon maklum, mereka memang kelakuan mirip ulet Pete, semua dibuat susah,"
Kata Zizi,
"Ya persis kamu,"
Timpal Eyang Bandapati, membuat Maria tertawa puas,
Scot ditarik turun oleh Maria dan didekatkan pada Shane,
Eyang Bandapati dan para sesepuh lainnya kemudian ikut turun dan berdiri menghadapi Zizi serta Shane dan anak-anaknya,
"Pertempuran yang sesungguhnya belum waktunya, siapkan anak-anak ini menghadapi para naga besar dan juga mungkin sesuatu yang tak bisa kalian duga,"
Kata Eyang,
"Apa itu Eyang?"
Zizi bertanya,
"Langit akan gelap beberapa hari, badai angin memporak-porandakan banyak tempat, para naga akan terbangun dan merusak kota,"
Zizi membulatkan mata,
"Sebelum semua itu terjadi, tugas kalian adalah membasmi semua yang akan menjadi penyebab seluruh kekacauan dunia,"
"Berapa lama lagi Eyang?"
__ADS_1
Tanya Zizi,
"Apa ada waktu cukup untuk kami bertindak?"
Tambah Shane,
Eyang Bandapati mengangguk,
"Saat para cecunguk ini besar, mereka akan dipenuhi energi yang sangat kuat, itulah kenapa kami harus berada bersama mereka,"
Ujar Eyang,
"Dunia lukisan ini, apa yang harus aku lakukan? para siluman ular itu, apa mereka akan terus melakukan teror jika aku hancurkan saja semua lukisanku dan aku berhenti melukis saja,"
Kata Rain,
"Teror mereka tidak berfungsi apapun bukan? Mereka hanya membuat gaduh para lelembut, belum sampai melukai manusia, justeru yang di depan sanalah yang nantinya berbahaya,"
Eyang Bandapati menghentikan kalimatnya sejenak, lalu...
"Kau tak perlu berhenti melukis, mereka untuk sementara tak akan berani mengganggu lagi sampai waktu nya tiba,"
Zizi menatap kelima anaknya, terbayang seketika tugas yang diemban mereka ternyata akan lebih besar dari dirinya,
"Pergerakan mereka yang sekarang adalah gerakan terburu-buru, ada yang mereka incar, tapi bukan Jayapada, tapi yang lain,"
Kata Eyang Bandapati,
"Bisa jadi sesuatu itu ada di rumah kemang,"
Tambah Eyang pula,
Sesuatu di rumah Kemang?
Tiba-tiba Maria seperti mengingat sesuatu.
**-------------**
Note : Sore Gaes, maaf maaf sekali ya.. aku lagi terkapar tak berdaya beberapa hari, akibat salah minum obat sampai muntah busa, buka kasur busa ya gaes, terlalu gede.
Mohon doa ben cepet sembuh jadi bisa nulis lagi ya... love u gaes
__ADS_1