
"Ampuuun yuuung... nyerah... nyeraaaah..."
Tampak si hantu wanita jahat kini nemplok di dinding ruangan kamar hotel seperti cicak,
Rambutnya tampak acak-acakan, wajahnya penyok karena pastinya habis dihajar Maria,
Zia menghela nafas, melihat Maria yang kini tampak menepuk-nepuk kedua telapak tangannya seperti habis tinju,
Tak lupa ia juga terlihat membetulkan lengan gaunnya yang semula ia gulung hingga ke siku,
"Kenapa dia dihajar begitu?"
Tanya Zia pada Maria,
Di saat Ali dan Marthinus mengawasi staf hotel yang mengurus perempuan yang tak sadarkan diri,
"Hantu itu menyuruh pacar perempuan itu membunuhnya, sepertinya perempuan itu sedang hamil."
Kata Maria pada Zia,
Zia melihat ke arah si hantu yang masih nemplok di dinding ruangan kamar,
"Hantu darimana dia?"
Tanya Zia,
"Ah perlu kita minta KTH nya tidak Nyonya?"
Maria hendak melayang menuju ke arah hantu yang nemplok itu, saat sebuah sinar tiba-tiba seperti melesat sangat cepat melewati mereka,
Sinar yang sangat menyilaukan itu juga bisa dilihat manusia, yang akhirnya membuat heboh,
"Sinar apa itu..."
__ADS_1
Semua ribut,
Zia dan Maria juga, karena saat sinar itu lewat dan menghilang dalam sekejap, hantu yang tadi nemplok pun kini tak terlihat lagi.
"Sialan, dia hilang,"
Maria pun tanpa sempat bicara apapun lagi, langsung saja melayang cepat untuk mencari sosok hantu tadi.
Zia keluar dari kamar hotel di mana perempuan yang hampir saja menjadi korban pembunuhan itu menginap,
"Ada apa Mah?"
Tanya Zizi yang begitu melihat Zia muncul langsung menyambut dengan pertanyaan,
"Mamah harus cepat pulang Zi, kamu juga dan Shane, ajak Ali pulang ke Kemang, Bobi biar ikut Mamah saja ke rumah Bogor, toh Rain dan yang lain juga ada di rumah Bogor,"
Kata Zia,
Zizi menatap Zia,
"Tuan Marthinus, hubungi segera pengawal lainnya, minta mereka menjemput di Star Hotel sekarang,"
Zia memberikan perintah, yang tentu saja langsung diiyakan Marthinus tanpa dibantah.
Maria sendiri di luar hotel tampak berkacak pinggang sambil mengambang di udara,
"Hantu sialan, sama sekali tidak mau buka mulut,"
Kesal Maria,
Panas terik matahari mulai menyengat di pagi menjelang siang begini,
Ambulance datang bersama juga mobil polisi, manager hotel tampak menyambut kedatangan para polisi bersama dengan beberapa staf lain.
__ADS_1
Laki-laki yang tadi disuruh Zizi dihalangi pergi pun mulai ditangani pihak polisi,
"Apa hantu itu ada hubungan dengan para pengikut Paman Jaka Lengleng Mah?"
Tanya Zizi,
Zia menggeleng pelan,
"Kita tidak bisa memastikan, tapi bisa saja semua mengarah ke sana, sinar putih yang menyilaukan itu, nyatanya tidak mungkin dari sosok hantu biasa."
Ujar Zia,
Sekitar tak kurang dari setengah jam menunggu, rombongan pengawal Alpha Centauri datang menjemput para majikan mereka,
Zia terlihat sibuk bicara dengan Zion lewat hp nya, Ali juga terlihat bicara lewat hp dengan Ibunya yang masih di rumah Kemang,
Semua masuk ke mobil masing-masing, Bobi satu mobil dengan Zia menuju rumah Bogor diiringi dua mobil pengawal,
Sementara Zizi dan Shane serta Ali, dikawal satu mobil pengawal,
Bobi tampak duduk di samping Neneknya sambil menatap jalanan di luar sana lewat kaca jendela mobil,
Ia seperti sedang memikirkan perkataan kakek yang memberikannya kuku Naga,
Bobi kelak akan menghadapi naga jahat, apa maksudnya?
"Tidak ada yang terjadi, jangan khawatir, aku justeru khawatir dengan keadaanmu Pah, karena kami tinggal hampir dua puluh empat jam."
Kata Zia,
Ya tentu saja, Zia khawatir dengan Zion, karena bagaimanapun, Zion juga pasti akan jadi salah satu sasaran paling diincar saat komplotan keturunan Paman Jaka Lengleng muncul lagi.
"Mungkin perang sudah mulai dekat, lebih baik kita lebih waspada dan anak-anak Zizi ada baiknya biar aku yang jaga."
__ADS_1
Ujar Zia.
**-------------**