The Pandawa

The Pandawa
15. Sibuk Menolong


__ADS_3

Ziyan tampak keluar dari mobil untuk ikut melihat ada apa, meskipun pengawal yang berada di mobil paling depan sudah terlihat turun lebih dulu.


"Ada apa?"


Tanya Ziyan pada pengawal junior yang terlihat berlari ke mobil pengawal lagi.


Pengawal muda itu tampak menjawab,


"Ada kecelakaan di depan sana, bus dan pick up, sepertinya ada ledakan sedikit,"


Kata si pengawal.


Memang posisi mobil mereka yang berada cukup jauh dari titip peristiwa karena di depan mereka masih ada banyak kendaraan lain membuat Ziyan juga sulit melihat dengan jelas, apalagi kerumunan orang yang turun dari mobil lain, serta usaha penyelamatan orang-orang yang selamat dari beberapa orang berjiwa penolong tentu menambah suasana semakin terasa begitu sibuk.


Ziyan baru akan berjalan menuju lokasi, saat Aisyah lebih dulu keluar dari mobil dan mencegah,


"Apa tidak sebaiknya kita putar arah saja?"


Tanya Aisyah, semua juga akhirnya turun dari mobil masing-masing, termasuk Zion yang berjalan mendekati kakaknya.


Maria yang diminta Zizi untuk melihat keadaan tampak melayang melewati mereka, Marthinus terlihat berada di sana, menatap mahluk-mahluk semacam menyerupai manusia tapi memiliki lidah bercabang seperti ular tampak sibuk menjilati darah segar di sekitar jalanan.


Para hantu juga banyak yang berkumpul di sana, namun mereka tak berani mendekati mahluk-mahluk itu, para hantu tersebut terlihat tengah menunggu sisa-sisa pesta para mahluk yang menarik perhatian Marthinus.


Agh...


Marthinus rasanya ingin sekali menghajar mereka, tapi orang-orang berhati baik di sekitar tempat kejadian terdengar ramai bicara,


"Tidak ada korban meninggal, tapi kita harus cepat selamatkan, ambulance, kita butuh ambulance."


Semua orang pun kemudian sibuk berlomba menyelamatkan para korban luka, membuat Marthinus tentu saja tak bisa mengabaikannya.


Supir pick up yang sudah berhasil di keluarkan dari mobil terlihat berada di bahu jalan, sementara beberapa orang yang berada di bus sedang berusaha dikeluarkan.


Bus seukuran kopaja saja, yang hanya terisi beberapa orang yang sepertinya mereka baru pulang dari acara.


Berbeda dengan arus yang menuju ke Jakarta yang kebanyakan adalah dari arah Puncak, bus itu sepertinya adalah rombongan yang baru dari hajatan, atau bisa jadi adalah sebagian dari pengiring pengantin.


Marthinus kemudian mengambil peran menyelamatkan para korban juga, dibantu oleh para pengawal lain.


Marthinus dengan satu gerakan tampak mengangkat bus yang terguling agar bisa kembali berdiri.

__ADS_1


Semua orang tentu saja takjub, mahluk-mahluk berukuran kecil yang semula terlihat ramai menikmati darah segar tampak takut melihat Marthinus, pun juga begitu Maria melayang ke arah mereka.


"Hey, kalian ini apa?!"


Bentak Maria.


Bersamaan dengan itu Shane pun muncul di sana dengan Ali, termasuk juga Zizi dan ketiga anaknya.


Para mahluk itu terlihat matanya menyala-nyala melihat sosok yang kini berada di depan mereka.


Mereka berdiri dengan posisi berdiri tak sempurna, seperti sedikit bungkuk macam seekor kera.


Bobi yang masih memegang batu dari pemakaman yang semula ia lemparkan ke arah para hantu-hantu gadis pengagum Aron lantas melemparkan batu yang dipegangnya pada salah satu mahluk aneh tersebut.


Mereka yang terkena lemparan Bobi pun tampak mengerang, semua terlihat menyeringai galak ke arah Bobi dan yang lainnya.


Shane tentu saja langsung berdiri di depan Bobi, tampak Shane memperlihatkan kedua taringnya pada para mahluk itu.


"Kita hajar saja apa mereka?"


Tanya Maria pada Zizi,


"Sepertinya mereka yang sengaja membuat kecelakaan."


Zizi lantas berjalan cepat ke arah para mahluk itu, yang begitu melihat Zizi yang berjalan mendekat, mereka pun berhamburan melarikan diri.


Zizi yang tak mungkin melepaskan mereka begitu saja akhirnya memilih mengejar, Maria dan Shane juga tentu saja ikut membantu Zizi.


"Jaga mereka Ali."


Kata Shane pada Ali yang langsung celingak-celinguk melihat anak-anak Zizi yang tentu saja langsung berhamburan tak jelas.


Aron yang langsung menarik perhatian karena ketampanannya, Rain yang langsung ikut membantu para pengawal dan Marthinus.


Sementara itu, Zion yang baru sampai tempat karena tadi sibuk meminta pertolongan lewat telfon pada pihak kepolisian tampak ditarik-tarik Scot dan Gil.


Zion sebetulnya sangat takut jika ada peristiwa kecelakaan seperti ini, karena setahunya, jika ada peristiwa seperti ini, akan ada banyak hantu dengan wajah mengerikan.


Dan...


Benar saja, baru juga Zion sampai, tiba-tiba ada nenek hantu berwajah rusak melewati dirinya,

__ADS_1


Sepertinya nenek itu juga sebetulnya tidak sadar di sana ada Zion, hingga begitu Zion seperti kaget, si nenek hantu juga kaget, apalagi begitu melihat dua cucu Zion yang kini terlihat siap menarik tangan Nenek hantu,


Si nenek hantu langsung putar balik dan memilih kelaparan hari ini.


"Jiaaah, mainan kita lepas, Kakek sih ngagetin nenek hantu."


Kata Scot malah kesal pada Zion.


Haiiish... Zion mendesis.


"Kalian ini kenapa suka sekali mainan hantu? Sudah nanti kakek buatkan taman bermain saja seperti Dufan."


Kata Zion.


Scot dan Gil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ah enakan ke dufan aja."


Kata Gil.


"Lah daripada kalian mainan hantu, lebih baik kakek buatkan sendiri biar tidak usah ke mana-mana."


Kata Zion pula,


Scota dan Gil tak peduli, mereka tak tertarik dengan tawaran kakek sultan mereka.


Bodo amat lah, batin mereka.


Nyatanya buat mereka lebih menarik mainan hantu pastinya.


Keduanya lantas lepas dari gandengan tangan Zion dan berlarian ke tengah-tengah orang yang kini menolong orang-orang luka.


Suara sirine ambulance dan polisi yang mulai berdatangan terdengar.


"Scooot, Giiil..."


Zion tentu saja panik luar biasa melihat kedua cucunya lepas dari gandengan dan langsung lari.


Ziyan yang pada akhirnya juga menyusul setelah memenangkan Aisyah dan minta tolong Zia dan Eva menemani Aisyah lantas melihat Zion yang malah sibuk mengejar-ngejar cucunya tampak geleng-geleng kepala.


Zion... Zion... Sudah dulunya punya anak Zizi, sekarang ditambah pula cucunya juga sama. Ziyan benar-benar tak habis pikir dengan keluarga adiknya yang sangat ajaib.

__ADS_1


Lalu...


**--------------**


__ADS_2