The Pandawa

The Pandawa
16. Bawa Bobi Pulang


__ADS_3

Zizi berlari mengejar mahluk-mahluk yang sudah jelas mereka adalah siluman, sepertinya mereka mirip siluman kera, tapi jika melihat saat mereka menjulurkan lidah seperti ular, maka Zizi jelas belum pernah melihat mereka sebelumnya.


Mereka melesat masuk ke dalam hutan yang jauh dari jalan raya setelah turun dari bahu jalan.


Shane mencoba menyusul mereka dan berusaha menahan pergerakan mereka agar tak bisa terlalu jauh menghindari Zizi.


Maria yang turut membantu mengejar tampak melayang menyusul Shane.


Hingga tiba-tiba, saat Zizi sedang berusaha sekuat tenaga menyusul, sekelebat bayangan seperti menyalipnya dengan sangat cepat.


Bayangan itu lantas mengarah para mahluk itu.


Mahluk-mahluk yang berlarian paling belakang tiba-tiba kemudiannya terjatuh dan berguling di tanah seperti dihajar seseorang.


Zizi melompat ke arah makhluk-makhluk itu, begitupun juga dengan Shane.


Pertarungan pun akhirnya tak terelakkan, Shane dan Zizi akhirnya berhadapan dengan para mahluk aneh itu.


"Kalian sangat mengganggu!"


Teriak salah satu makhluk itu,


"Kau yang mengganggu!"


Plak!


Sebuah tabokan maut mendarat di kepala si mahluk, dan saat mahluk itu menoleh, terlihat kemudian Bobi memperlihatkan dirinya.


Berdiri mengambang sambil nyengir ke arahnya.

__ADS_1


"Siapa kau bocah?"


Tanya si mahluk itu.


Plak!


Bobi menabok muka mahluk itu lagi, membuat mahluk itu merasa benar-benar seperti tak punya harga diri.


"Kenapa kau terus menabok aku?"


Kesal si mahluk, tangannya berusaha menarik Bobi, tapi tentu saja Zizi tak mengijinkan.


Zizi cepat menerjang mahluk itu, pun juga Shane dan Maria.


Tak usah menunggu lama pastinya, ketika mahluk-mahluk itu akhirnya berjatuhan dan saat Zizi akan mengeluarkan Jayapada tiba-tiba seorang Kakek tua yang datang entah dari mana memukul Zizi dengan tongkat dari kayu.


Zizi terhuyung dan nyaris saja terjatuh jika saja Shane tak langsung menangkapnya.


Maria melayang ke arah si kakek dan baru akan menyerangnya, manakala satu pukulan tongkat itupun mengenai Maria pula.


Maria yang terkena pukulan terhempas jauh dari sana, Bobi menyeringai melihat orangtua dan pengasuhnya dihajar si kakek tua berbaju hitam dengan wajah menakutkan.


"Dasar Kakek peyot! Rasakan ini!"


Bobi meraih sebuah batu dan dilemparkannya ke arah si kakek tua dengan sekuat tenaga.


Bukan hanya itu, Bobi tampak mendekati sebuah pohon dan berusaha mencabutnya, yang tentu saja membuat Zizi dan Shane bahkan sampai membulatkan matanya karena tak percaya anak mereka bisa seperti itu.


Kakek tua yang tampak berdiri mengambang di udara dengan kendi kecil itu terlihat menatap Bobi dengan wajah takut,

__ADS_1


"Bima, anak dengan kekuatan Bima, siapa dia?"


Suara kakek tua itupun terdengar seperti gumaman.


Bersamaan dengan itu Shane tiba-tiba melompati ke arahnya.


Kakek tua itu menghindar, namun Bobi melemparkan pohon yang ia cabut ke arah si kakek tua.


Kakek itu terpelanting ke tanah, kendi kecilnya terlepas dan menggelinding.


"Tidaak... Jangaaan..."


Kakek tua itu berusaha bangkit dan mengejar kendi kecil yang menggelinding,


"Ini sumber uangku, bagaimana aku akan dapat uang jika mereka tidak ada... jangan pergiii... jangaaaan..."


Si kakek tua terlihat susah payah berusaha mendapatkan si kendi kecil.


Shane akan mengejar, saat Zizi lebih dulu memanggil suaminya,


"Kak Seng... Bobi, bawa pulang dia saja."


Kata Zizi pada Shane yang melihat Bobi berlari begitu cepat mengejar si kakek tua.


Shane yang melihat Zizi tampak bangun dengan sedikit susah payah akan membantu, tapi Zizi segera menolak.


"Bobi saja Kak Seng, dia terlalu nekat, bawa dia pulang."


Kata Zizi.

__ADS_1


**-------------**


__ADS_2