The Pandawa

The Pandawa
43. Informasi Kecil


__ADS_3

Zizi dan Shane serta Ali begitu tiba di rumah Kemang langsung menemui Bibik Aisyah, ia tadi sempat menelfon Ali bercerita jika sepanjang malam ada suara teriakan-teriakan aneh yang entah dari mana.


Zizi meminta Marthinus melihat apakah tawanan mereka masih ada di dalam, Zizi akan mengintrogasi.


Ya...


Tawanan mereka yang tak lain adalah kepala keluntung yang ditangkap Bobi saat malam Kakek Ardi Subrata disemayamkan.


Marthinus yang mendapat perintah dari Zizi pun bergegas menuju ke ruangan di mana si kepala keluntung di tahan,


Sementara Maria melayang mengikuti Marthinus,


"Aku merasa ada aroma aneh di sekitar rumah, aku akan coba menyisir,"


Kata Maria,


Marthinus mengangguk,


"Ya coba kau sisir ke belakang rumah,"


Kata Marthinus,


Maria, si hantu None Belanda mengangguk, ia pun melayang menyisir rumah sendirian,


Marthinus sendiri langsung menuju ruangan untuk menahan kepala keluntung.


Sampai di ruangan yang mereka gunakan untuk menahan kepala keluntung, tampak kepala itu sedang tidur lelap.


Haiiish... Marthinus mendesis, ia sudah membayangkan akan ada perlawanan dari hantu yang mereka curigai sebagai mata-mata siluman ular malah ternyata dia tidur lelap.


"Bangun!"


Kata Marthinus pada si kepala keluntung,


Tampak kepala itupun membuka matanya satu dulu,


Ting... ting...


"Apaan tuuuh..."

__ADS_1


Plak!


Marthinus jadi ketularan Maria dan Zizi yang suka menabok kepala hantu,


"Aduh,"


Kepala keluntung kunang-kunang,


"Bersikaplah lembut pada kita yang baru bangun tidur, nyawa belum kumpul bos,"


Kata si kepala keluntung membetulkan posisi kepalanya,


"Kamu kan sudah tidak bernyawa,"


Kesal Marthinus,


Kepala keluntung terdiam, ia menatap wajah Marthinus,


"Lalu aku ini apa?"


Tanya si kepala keluntung,


"Oh oh oh... Kau bercanda Mistar,"


Kata si kepala keluntung,


"Mister, bukan mistar!"


Marthinus tentu saja protes,


Kepala keluntung pun cekikikan,


"Nyonya Zizi akan menanyakan beberapa hal padamu, jawablah dengan sejujur-jujurnya,"


Ujar Marthinus dengan tatapan mata setajam silet.


"Soal apa?"


Si kepala keluntung bertanya,

__ADS_1


"Apapun yang ia tanyakan nanti, jawab saja dengan jujur, mau tentang apapun itu hak Nyonya Zizi,"


Si kepala keluntung lantas melayang, ia berkeliling ruangan di mana ia ditahan,


Ruangan yang telah dipagari oleh Zizi dengan energi Jayapada itu tak dapat ditembus mahluk halus, baik dari dalam tahanan maupun juga dari luar.


"Aku sepertinya akan aman di sini,"


Tiba-tiba si kepala keluntung berkata,


Marthinus duduk di kursi di ruangan itu, ruangan yang sebetulnya dulu sempat menjadi gudang lalu akhirnya dikosongkan sejak Zizi yang menempati.


"Aman apa maksudmu?"


Tanya Marthinus,


"Aman dari para ular itu,"


Kata si kepala keluntung,


Mendengar soal ular, Marthinus pun menajamkan tatapannya pada si kepala keluntung,


Tampak kepala keluntung melayang mendekat dan kemudian nemplok di sandaran kursi samping kursi yang diduduki Marthinus,


"Ya ular, ada sekelompok ular membuat markas besar di gedung mangkrak, dulu aku dan banyak hantu lain tinggal di sana, setelah mereka datang, tentu saja kami tersingkir."


"Maksudmu apa siluman ular?"


Tanya Marthinus,


"Iyalah, masa ular tangga,"


Kata si kepala keluntung,


Martinus ingin menabok kepala keluntung lagi, tapi ia ingat jika sepertinya si kepala keluntung ini memiliki banyak informasi yang dibutuhkan Zizi dan Shane,


Maka, Marthinus pun tentu saja harus menahan diri agar tak mudah menabok, lalu...


**-----------**

__ADS_1


__ADS_2