
Angin berhembus pelahan, sementara daun-daun pepohonan di hutan dekat danau hotel wisata terlihat meriap-riap pelan.
Matahari bersinar cerah hari ini, berkilau keemasan dan terasa hangat menerpa kulit,
Dua orang laki-laki tampak berjalan dari arah jalan desa menuju hutan menyusuri danau,
Keduanya berjalan beriringan seraya berbicara ke sana ke mari, terutama soal kisah peristiwa yang membuat hotel bangunan Belanda itu kembali ditutup.
Meski sebetulnya, setelah tak lagi dijadikan hotel, bangunan itu sempat dimanfaatkan oleh pihak desa untuk kepentingan masyarakat, namun pada akhirnya bangunan itu kembali ditutup dan pihak desa pun memutuskan untuk menutupnya permanen.
Maka, jadilah bangunan bekas hotel itu macam bangunan Belanda lainnya, yang rusak karena terbengkalai,
"Sayang sekali ya kalau melihat bangunan bekas hotel wisata itu, rasa-rasanya kalau saja milik sendiri, pasti ingin sekali dirawat yang betul, padahal melihat bangunannya saja sudah sebagus itu,"
Ujar salah satu laki-laki dari dua orang yang kini tengah berjalan menuju hutan,
Keduanya sepertinya adalah orang-orang dari desa sebelah yang kadang sengaja ke hutan untuk mencari kayu bakar,
"Masih bagus dikosongkan lah, itu kan angker,"
Kata laki-laki yang satunya, sambil keduanya kini mulai memasuki hutan,
"Jaman sekarang kok takut yang begituan, kamu itu harusnya minta diputarkan kutub sama anak-anakmu,"
__ADS_1
Kata si Laki-laki yang tampak peduli sekali dengan nasib bangunan hotel wisata,
"Kutub itu apa to?"
Tanya si laki-laki yang terlihat sekali jika kejadulan dalam dirinya itu telah mendarah daging,
"Kutub kok tidak tahu, itu yang rekaman-rekaman, ada film, ada nyanyian, di hp, di hp,"
"Ooh ada ya yang seperti itu,"
"Ya ada, semua kan ada itu di kutub, wong tinju mike tyson saja ada kok,"
"Wah aku jadi pengin lihat,"
"Iya... Iya... Nanti aku minta disetelkan,"
Keduanya tampak masih sibuk membicarakan soal video di hp, ketika kemudian tiba-tiba mereka seperti mendengar suara desisan yang cukup jelas dan keras,
Kedua laki-laki itupun saling berpandangan, mereka seolah saling bertanya, suara desisan apa gerangan yang mereka dengar itu,
Namun...
Belum lagi mereka masing-masing menyadari dengan apa yang terjadi, tiba-tiba mereka merasa ada bayangan besar di atas mereka,
__ADS_1
Seketika keduanya pun menoleh ke atas, dan betapa terkejutnya mereka, manakala melihat ada seekor ular sebesar batang pohon kelapa kini terlihat ada di atas mereka,
Ular itu mendesis seraya menjulurkan lidahnya,
Dua laki-laki itupun tentu saja langsung terlonjak dan berusaha lari sekuat tenaga,
Usia mereka yang tak lagi muda, tentu membuat gerakan mereka lemah dan lelet,
Mereka lari tunggang langgang berusaha keluar dari hutan untuk menyelamatkan diri.
Namun sayangnya, salah satu dari mereka kakinya tersandung akar pohon yang mencuat dari bawah tanah, membuatnya terjatuh ke atas tanah dan berguling-guling,
Si ular pun tentu saja tak menyia-nyiakan kesempatan, didekatinya tubuh laki-laki yang terjatuh dan kini berusaha berdiri dengan susah payah,
Temannya yang berhasil lari di depannya dan kini berada sedikit lebih jauh tampak ketakutan setengah mati melihat ular itu semakin dekat posisinya dengan laki-laki yang jatuh ke atas tanah,
Sshh...
Ular besar berwarna hitam pekat itu mendesis, matanya yang besar menatap mangsanya yang kini sampai terkencing-kencing di celana,
Dan hingga kepala ular itu hanya berjarak satu meter dengan tubuh si laki-laki yang jatuh, dan si ular bersiap membelit serta mulai membuka lebar mulutnya,
Tiba-tiba...
__ADS_1
**------------**