
"Jadi kamu juga mimpi ada sesuatu di halaman belakang rumah ini Al?"
Zizi memandang Ali yang kini berdiri di sebelahnya,
Keduanya kini telah berada di halaman belakang rumah kakek buyut mereka, di mana di sana mereka yakin memang ada sesuatu, dan sesuatu itu juga diincar Alex entah untuk apa,
"Kupikir mereka hanya peduli dengan Jayapada, aku khawatir karena Jayapada memilih Scot dan Gil, mereka masih terlalu kecil, meskipun nyali mereka tak diragukan, tapi kemampuan mereka jauh di bawah Bobi,"
"Jayapada sudah memilih pewarisnya?"
Ali balik memandang Zizi,
Tampak Zizi mengangguk,
Bersama dengan itu Shane tiba-tiba muncul dan bergabung dengan mereka, pun bersama Shane tampak pula Aunty Maria yang melayang di belakang suami Zizi,
"Ada apa Pa?"
Tanya Zizi,
Shane mendekati Zizi,
"Aku baru saja menghubungi Paman Nick, soal rencana kepindahan anak-anak agar ia bisa membantu mengurus semua keperluan mereka,"
"Oh yah, benar, Paman Nick adalah yang terbaik di perusahaan,"
"Anaknya juga sekarang sudah masuk perusahaan,"
"Benarkah? Itu pasti bagus, dan Papa pasti sangat suka,"
Shane mengangguk,
"Aku sempat bertemu dengannya ketika kunjungan ke London bulan lalu, orangnya mirip dengan Paman Nick, tak banyak bicara dan bekerja dengan baik, hanya saja aku belum terbiasa mengandalkannya untuk banyak hal sebagaimana yang kita biasa lakukan pada Paman Nick,"
"Ya, pastinya, untuk saat ini, semua urusan pun masih di handle Paman Nick, Ayah juga sering memuji laki-laki itu,"
__ADS_1
Ali terdengar ikut ambil suara,
Shane mengangguk seraya tersenyum,
"Lalu, apa Paman Nick menyanggupi untuk mengurus semuanya supaya mereka bisa segera dipindahkan?"
Tanya Zizi,
"Ya, itu urusan mudah,"
Ujar Shane,
Zizi pun tampak lega, lalu ia kembali menatap ke arah di mana ia dan Ali meyakini memang ada sesuatu tersembunyi di sana,
"Aku yakin itu ular,"
Tiba-tiba Aunty Maria berkata, semua pun memandang ke arah Aunty Maria,
"Ular, lagi?"
Tanya Ali,
"Aku juga merasa ada energi yang sangat besar di sini, dan energi itu mirip energi ular, hanya saja..."
Shane lantas melompat dan dalam sekejap sudah berganti posisi berada di mana Aunty Maria berada,
"Energi itu tidak seperti energi yang aku rasakan di danau hotel wisata, energi kali ini lebih halus, tidak keras dan jahat,"
Lirih Shane,
Aunty Maria mengangguk setuju,
"Kamu benar Shane, aku juga merasa jika di sini bukanlah sesuatu yang jahat,"
Ali dan Zizi berjalan ke arah mereka, bergabung dan mencoba ikut merasakan pusaran energi yang begitu berada di sana memang energinya terasa semakin kuat,
__ADS_1
"Kak Shane,"
Panggil Ali,
"Mungkin lebih baik seluruh perumahan ini di pagari, termasuk juga nanti di komplek Bibi Zia tinggal, karena Scot dan Gil akan tinggal di sana,"
Shane pun mengangguk setuju dengan apa yang diutarakan Ali,
"Jika Paman Marthinus nantinya kembali ke London untuk mengawal Rain, Bobi dan Aron, maka kekuatan di sini akan berkurang sangat besar, jelas pagar itu akan membantu mengantisipasi serangan lawan langsung ke rumah utama,"
Ujar Ali,
"Ya Al, kamu benar,"
Kata Zizi,
Ali mengangguk,
"Kapan akan ke tempat Bibik Zia, Kak?"
Tanya Ali,
"Siang ini Mama dan Papa juga pasti ke Jakarta, mereka pasti akan melepas kalian ke Bandara,"
Kata Zizi,
"Untuk di tempat Mama, keluarga Zanuba sudah menjadi penjaga yang sangat bisa diandalkan, itu sebabnya Scot dan Gil lebih baik di sana,"
"Oh yah itu benar sekali,"
"Berarti kita urus perumahan ini saja Kak, biar aku ikut membantu, setidaknya sebelum aku kembali ke Kuala Lumpur,"
Ujar Ali,
Zizi dan Shane saling berpandangan, lalu setelah itu mengangguk setuju.
__ADS_1
...****************...