
"Jadi kau berencana akan mengambil alih apartemen itu?"
Tanya Ziyan pada adiknya, tampak Zion mengangguk,
Dua pria yang meskipun sudah berusia matang namun tetap terlihat tampan itu kini saling berpandangan,
"Apa menurutmu itu berisiko Kak? Tapi bagaimana lagi, mereka sudah tak bisa membayar hutang, dan memutuskan untuk memberikan seluruh saham yang mereka miliki dan juga apartemen itu,"
"Tidak masalah kalau menurutku, kamu kan punya Zia dan Zizi, seangker apapun apartemen itu, pastinya tak akan jadi soal, ambil saja, agar permasalahan selesai,"
Kata Ziyan,
Tampak Zion kemudian mengangguk,
"Baiklah, sudah saatnya kita ke bandara, mungkin nanti kita perlu bicarakan lagi jika memang adik Zion membutuhkan kita untuk masalah pengambilan alih apartemen hantu tersebut,"
Ujar Aisyah, isteri Ziyan ikut bicara,
"Ya Kak Aisyah, sepertinya aku akan butuh diskusi lebih panjang, seharusnya aku membicarakannya sejak awal, tapi jelas itu tidak mungkin, kita baru saja kehilangan Kakek,"
Kata Zion,
Ziyan dan isterinya mengangguk,
"Ya, meninggalnya Kakek sangat memukul kita semua, rasanya masih sulit sebetulnya melepas kakek,"
Lirih Ziyan,
Tampak Zion tersenyum tipis, melihat sang kakak memang masih terlihat sangat sedih membuatnya jadi ingat semua masa lalu Ziyan yang kelam,
__ADS_1
Ah, Zion tentu sangat mengerti perasaannya, bagi Ziyan pastinya kakek adalah lebih dari segalanya, cintanya pada kakek juga pasti lebih besar daripada Zion karena bagi Ziyan, kakek adalah pelita di tengah hidupnya yang semula sangat gelap,
Tak bisa dibayangkan bahkan, andai Zion yang mengalaminya, hidup terpisah dari keluarganya, lalu harus menjalani penderitaan yang teramat sangat,
"Ayo kita ke bandara sayang, Eva sudah mengirim pesan jika mereka sudah dalam perjalanan menuju bandara,"
Kata Aisyah kemudian,
Ziyan mengangguk dan langsung tampak berdiri, sedangkan Zion pun lantas bersiap pula,
Mereka lantas meninggalkan ruang utama milik Zion, untuk kemudian segera keluar dari gedung kantor perusahaannya, di mana di sana sudah tampak mobil-mobil mewah berbaris layaknya iring-iringan pejabat tinggi yang lengkap dengan pengawalan,
Ziyan dan Aisyah menuju mobil ke tiga, sementara Zion masuk ke dalam mobil kedua dari depan, di depan adalah mobil milik pengawal pribadi Zion, dan mobil di belakang Ziyan serta Aisyah adalah pengawal dari Alpha Centauri yang memang khusus bertugas untuk menjaga tamu-tamu istimewa,
Iring-iringan itu lantas langsung menuju bandara, di mana di sanalah Eva dan Ali yang diantar Zizi dan anak-anaknya menunggu untuk pulang ke Kuala lumpur.
...****************...
Tanya Gil,
Mereka semua baru sampai di bandara,
"Ngg... Mungkin saat musim panas nanti, ah tunggu saja, setelah banyak urusan di Jepang dan juga di Korea Selatan, Paman akan berkunjung lagi,"
Ujar Ali menjawab pertanyaan Gil,
Tampak Gil mengangguk senang,
"Kau akan bawa sadako dari Jepang?"
__ADS_1
Tanya Scot,
Mendengar pertanyaan Scot, Ali pun langsung tertawa, sedangkan Eva tampak bergidik ngeri,
Dia pikir sadako itu makanan atau sovenir yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh? Yang benar saja. Batin Eva.
Sementara itu, saat mereka semua tengah menuju ke dalam bandara, tiba-tiba Bobi bergerak cepat ke arah lain,
Zizi yang melihat Bobi bergerak tak wajar langsung meminta Aunty Maria yang saat itu ikut rombongan untuk mengejar,
Aunty Maria, si hantu none Belanda itupun cepat melaksanakan perintah, ia langsung saja mengejar Bobi yang entah kenapa tiba-tiba bergerak seperti merasakan sesuatu yang tak biasa,
"Bobi, ada apa? Mama mu memangggil!"
Kata Aunty Maria dengan suara nyaring,
Bobi pun seketika berhenti, namun ia hanya menoleh sejenak pada sang hantu pengasuhnya, selanjutnya ia terlihat celingak-celinguk seperti mencari sesuatu,
Aunty Maria melayang mendekati anak Zizi yang paling kuat itu,
"Ada apa Bobi?"
Tanya Aunty Maria,
Bobi menatap Aunty nya lagi, lalu...
"Ada energi ular,"
...****************...
__ADS_1