
"Kamu ini bagaimana sih Arya, diminta nganterin Nyonya Zia malah ketinggalan, mana nyasar pula."
Maria yang melayang-layang di sebelah Arya terlihat menggelengkan kepalanya sampai kepalanya mau lepas, apalagi begitu berhenti malah macet menghadap ke kiri terus, walhasil Arya harus repot membantu membetulkan letak kepala Aunty Maria supaya bisa menghadap ke depan lagi.
"Tadi aku sedang memperhatikan orang-orang yang ada di kampung hantu di mana kami pertama kali masuk gerbang ke dunia mereka Aunty, aku merasa mereka sepertinya dulunya manusia juga, atau apa."
Kata Arya,
Maria mengurut tengkuknya agar kepalanya tak lagi menceng, lalu barulah ia menjelaskan apa sebetulnya yang ia lihat pada wilayah yang memiliki aura sangat hitam ini.
"Di sini tanah para pesugihan berkumpul mencari tumbal Kak Arya."
Ujar Maria.
Arya membulatkan matanya menatap Maria yang ada di dekatnya saat ini.
"Pesugihan? Maksud Aunty, pesugihan yang seperti dulu aku dibawa kakek nenek siluman kelabang?"
Tanya Arya yang tampak sekali di wajahnya masih memperlihatkan kengerian dan trauma.
Maria mengangguk,
"Ya kurang lebih sama, tapi mereka mengumpulkan jiwa anak-anak, yang di sini mereka hanya peduli bagaimana mereka bisa berpesta darah, lalu memperbudak jiwa-jiwa yang tertahan karena tak bisa pulang."
Kata Maria.
"Apa itu termasuk orang-orang yang berada di kampung hantu yang tadi aku masuki?"
__ADS_1
Tanya Arya lagi,
Maria melayang ke depan Arya, ia meminta Arya berhenti sejenak.
Keduanya kini tampak memandangi perkampungan hantu yang begitu ramai seolah ada hajatan.
Suara-suar berisik musik yang ditabuh, suara gelak tawa yang sangat keras memekakkan telinga, Arya terdiam.
"Jadi begini perkampungan hantu di malam hari?"
Tanya Arya.
Maria tersenyum,
"Para lelembut sangat menyukai musik dan tarian, manusia banyak yang menyerupai tapi tak sadar, bukankah begitu Kak Arya?"
Maria menoleh ke arah Arya yang kini mengangguk,
Kata Arya.
Maria lantas celingak-celinguk, ia mencari pintu menuju dunia manusia.
"Kak Arya, lebih baik kau pulang saja sekarang."
Ujar Maria tiba-tiba.
"Hah, bagaimana mungkin? Aku sedang dalam tugas mengawal Bibi Zia, jika ada apa-apa padanya, apa yang akan aku jelaskan pada Paman Zion, aku bahkan tak akan sanggup menghadapi Paman Zion nanti."
__ADS_1
"Tapi ini terlalu bahaya, aku merasakan ada sesuatu di desa itu, Kak Arya tidak memiliki kekuatan lebih, akan terlalu bahaya jika ikut bersama kami lebih jauh lagi."
"Aku akan pastikan bisa melindungi dan menjaga kalian, percayalah."
Maria menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan, karena Maria tentu saja tidak mau nanti kepalanya pas berhenti pas ke arah yang salah lagi.
"Ini tidak seperti yang kamu bayangkan kak Arya, ini bukan begal, yang bisa ditangani polisi, ini hantu, siluman, lelembut."
Kata Maria.
Dan karena inilah Zizi lebih baik bersama Shane, karena pasti jika bersamamu, kamu tak akan bisa berbuat banyak. Tambah Maria membatin.
Arya menghela nafas,
"Pasti di dunia manusia, semua juga sedang menunggumu Kak Arya, paling tidak kamu harus pulang ke dunia manusia lagi, untuk memberikan informasi bahwa semua di sini masih dalam keadaan baik-baik saja. Ah lagipula aku tidak bisa membayangkan saat ini Tuan Zion tengah mengurus Scot dan Gil sendirian, pasti ia sangat stress dibuat kedua anak itu."
Gumam Maria,
Arya pun mencoba memahami apa yang dikatakan Maria, termasuk jika ia tetap berada di dunia lelembut, mungkin ia sebetulnya juga tak akan bisa banyak membantu.
"Kira-kira, apa yang akan Aunty lakukan jika aku pulang ke dunia manusia? Apa Aunty yakin akan bergerak sendiri masuk ke kampung-kampung hantu untuk mencari keberadaan Nyonya Zia?"
Tanya Arya yang penasaran.
Maria terlihat menatap kampung hantu yang kini terlihat semakin ramai.
"Tengah malam nanti aku rasa akan ada keributan, mungkin Zizi, atau mungkin juga nenek jelmaan buaya putih itu."
__ADS_1
Kata Maria.
**------------**