Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Kekhawatiran tuan All zigra


__ADS_3

Disisi lain,


mansion utama All zigra.


Bohong jika tuan All zigra tidak panik saat dia mendapat telepon dari putranya, jika laki-laki itu menyatakan Hayat belum kembali ke rumah mereka.


"Aku sendiri yang mengantarnya ke restoran xxxxxxxx yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah kalian, Hayat tidak ingin aku mengantar hingga ke rumah, dia pergi 1 jam yang lalu lebih kurang, bagaimana mungkin dia belum kembali ke rumah?," laki-laki itu jelas saja mengerutkan keningnya, bertanya dengan keadaan panik kepada putranya di seberang sana.


Bohong jika dia tidak ketakutan saat mendengar apa yang diucapkan oleh Ahem jika Hayat benar-benar belum kembali ke rumah sejak tadi.


"Pergilah ke restoran xxxxxxxx, apa mungkin dia memilih untuk makan malam di sana? bergegas beranjak ke sana dan aku akan menyusul secepatnya." dia jelas saja memberikan perintah kepada laki-laki di ujung panggilannya, kemudian bisa terdengar telepon mereka terputus antara satu dengan yang lainnya.

__ADS_1


Laki-laki itu buru-buru langsung bergegas beranjak dari posisinya dan mencari kunci mobilnya kembali.


"Sayang ada apa?," suara nyonya Nadya memecah keadaan dari arah ujung tangga, bergegas bergerak turun ke lantai bawah dimana kini setelah berada dilantai bawah dan mendekati tuan All zigra, wanita itu menatap khawatir ke arah suaminya sembari mengerutkan keningnya.


Tuan All zigra melihat wajah istrinya untuk beberapa waktu, di mana wanita itu bergerak berjalan mendekati dirinya saat ini. Dia ingat dalam beberapa bulan terakhir perjalanan cerita dan ujian dari anak-anak benar-benar membuat istrinya cukup tertekan dengan keadaan, Nadya memang tidak pernah mengeluh sedikit pun, namun dia tahu kondisi mental istrinya saat ini tidak baik-baik saja. oleh sebab itu laki-laki tersebut memilih untuk diam dan tidak menceritakan soal keadaan Hayat, karena dia tahu Nadia begitu menyayangi perempuan tersebut, bisa dipastikan istrinya akan histeris dan gelagapan mungkin langsung bergerak untuk ikut dan menampilkan kepanikan luar biasa saat mengetahui soal Hayat, jadi tidak berani dia bayangkan seandainya istrinya tahu tentang apa yang terjadi, ditambah lagi hanya baru satu jam Hayat menghilang, dia dan Ahem tidak berani berspekulasi tanpa bukti.


"Sayang, apakah hal buruk terjadi? kenapa kamu buru-buru ingin keluar lagi?," kembali nyonya Nadya bertanya pada suaminya.


Mendengar apa yang dikatakan suaminya jelas saja membuat wanita tersebut langsung melirik ke arah jam yang ada di dinding.


"Di jam segini? pergi ke perusahaan?," tentu saja wanita itu bertanya tidak percaya.

__ADS_1


"Sayang ini jelasnya bukan lagi jam yang normal, bagaimana mungkin kamu ingin pergi ke perusahaan lewat tengah malam? apakah ada sesuatu yang buruk yang kamu sembunyikan dariku?," mana mungkin dia langsung percaya ucapan suaminya tersebut, karena itu langsung bertanya dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Ada dokumen yang tertinggal sayang, aku harus mengambilnya karena takut akan menghilang atau entahlah, kamu jelas paling tahu bagaimana aku bukan?," pada akhirnya laki-laki tersebut berusaha untuk mencarikan alasan yang paling logis kepada istrinya sehingga membuat perempuan itu tidak curiga.


"kamu paling tahu aku tidak mampu meninggalkan dokumen di tempat kerja ku dan berlaku ceroboh karena itu akan merugikan perusahaan," lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.


Mendengar apa yang diucapkan suaminya ketika membuat nyonya Nadya pada akhirnya memilih diam dan tidak melanjutkan pertanyaannya, karena dia paling tahu bagaimana suaminya sejak mereka menikah hingga hari ini jika sudah menyangkut soal pekerjaan atau dokumen-dokumen penting.


"Pergilah dengan hati-hati, pastikan tidak mengebut dan perhatikan jalan All, karena aku pikir matamu mulai bermasalah belakangan ini disebabkan terlalu sering menangis di dalam diam dan juga kurang tidur karena persoalan Gao dan Ayana." wanita itu berpesan agar laki-laki yang ada di hadapannya itu bergerak dengan hati-hati di jalan.


Tuan All zigra terlihat menarik nafas nya secara perlahan, ada satu kelegaan saat dia mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya hingga pada akhirnya membuat laki-laki itu menganggukkan kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


"Aku mengerti," ucapnya pada istrinya.


__ADS_2