
Hayat meraih Handphone tersebut, melihat apakah handphone itu berfungsi dengan baik atau tidak dan dia cukup senang karena ternyata handphone itu menyala dan baik-baik saja.
Hayat buru-buru langsung menekan beberapa nomor Yang dia ingat di kepalanya dan dia mencoba untuk menghubungi seseorang, dengan perasaan cemas di mana bola matanya terus menatap ke arah depan Perempuan tersebut terus berusaha untuk menghubungi nomor Yang dia ingat di luar kepalanya.
Hayat mencoba untuk bergerak menuju ke arah pintu dan memastikan jika pintu tersebut terkunci dengan baik dan benar sehingga tidak ada yang datang masuk ke dalam, sebarin perempuan tersebut merasa khawatir dengan keadaan. Berharap siapapun yang dihubunginya di ujung sana mengangkat panggilannya.
"Ayolah, angkat panggilan nya, please." Hayat bicara dengan cepat sembari bergumam dan berharap agar orang di ujung sana benar-benar segera mengangkat panggilannya saat ini juga.
melihat tidak ada yang mengangkat panggilannya sama sekali pada akhirnya perempuan tersebut memutuskan untuk tidak melanjutkan panggilannya dia langsung mematikan handphone tersebut dengan cepat dan berusaha untuk menghapus bagian seluruh panggilan yang dia lakukan dan membersihkan semua yang ada di sana sehingga tidak terbaca namun sebelumnya dia mencoba untuk mengirim kode SOS dari situ setelah itu dia langsung meletakkan handphonenya kembali ke atas nakas.
Hayat melirik ke arah Alberto, dia tidak tahu obat apa yang disuntikkannya ke Alberto tapi pikirannya sudah bisa menebak jika itu jelas obat yang tidak baik atau obat terlaknat, dia menekan kesadaran Alberto dengan meninju titik pingsannya, dia tahu nama laut laki-laki itu akan bangun dan tersadar yang bisa jadi mungkin obat yang disentikannya akan bereaksi itu artinya dia harus segera keluar dari sana dan mencoba untuk menggantikan seseorang untuk masuk ke dalam ruangan tersebut dan dia pikir orang yang paling cocok untuk menggantikannya adalah Kalina.
Yah Hayat harus mendapatkan perempuan itu namun itu jelas beresiko cukup besar karena jika dia menangkap perempuan itu dia takut orang-orang Kalina akan menangkap dirinya, jika tidak dalam keadaan hamil dia pasti lebih gampang bergerak namun karena dia dalam keadaan hamil itu akan sangat menyulitkan dirinya untuk bergerak ke sana kemari.
Hayat mencoba bergegas keluar dari sana secara perlahan dan mengintip ke arah luar di mana sembari dia berpikir apa yang harus dia lakukan berikutnya. Dia menjongkokan tubuhnya dan mencoba untuk mengintip dari arah lubang kunci memastikan apakah ada orang di luar pintu atau tidak sama sekali hingga pada akhirnya dalam kesesapayahannya bisa dilihat seorang laki-laki berdiri tepat di seberang pintu.
"Sial," Hayat mengumpat.
Perempuan itu mencoba bergerak posisi jendela dan dia berusaha untuk mengintip, ada di mana dia saat ini. sebuah kenyataan harus dilihat dia berada di sebuah kamar yang ada di lantai atas.
Dua pilihan tempat untuk melarikan diri jelas tidak menguntungkan, apakah dia harus terus bergerak ke depan di mana ada seorang pengawal yang berjaga atau melarikan diri dari jendela dengan resiko yang begitu besar, dia harus memutuskan dengan cepat keadaan ini jika tidak dia pasti akan kembali tertangkap oleh Alberto dan bisa jadi tertangkap oleh para anak buahnya.
Hayat mencoba membuat keputusan dengan cepat tanpa harus banyak berpikir.
*******
Di sisi lain.
Tuan All zigra sudah bisa melihat sebuah bangunan tua yang ada di bagian pinggiran hutan bagian sisi kiri di mana dia melanjutkan mobilnya saat ini, itu adalah tempat atau titik di mana menantunya berada, lagi-lagi itu menghentikan mobilnya di tempat yang cukup jauh dan dia pikir dia tidak bisa menghentikan mobilnya tepat di depan bangunan tersebut karena itu jelas akan berisiko besar
Dia harus berjalan kaki dan mengendap, menyusuri pinggiran hutan menuju ke arah bangunan tua tersebut dan dia harus menyusup masuk secara perlahan dan hati-hati jadi lagi-lagi itu langsung berhenti dan merapikan mobilnya kemudian bergerak dengan cepat untuk menuju ke arah bangunan tua yang ada di ujung sana.
Tuan All zigra sebelum menutup pintu mobilnya dia mencoba untuk meraih sesuatu di sana kemudian meletakkannya di bagian kaca mobil belakang di mana terdapat sebuah tulisan dan juga gambar sos di belakangnya dan dia menuliskan sesuatu yang menjadi tulisan maka putranya bisa membaca pesannya tersebut.
Laki-laki tersebut bergerak dengan cepat, langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah depan tanpa berpikir dua tiga kali. Dan sebelumnya tidak lupa dia menyelipkan senjata di bagian punggungnya dan juga dia mengambil sebuah senjata lainnya untuk diletakkan di bagian pinggangnya.
Dia tahu ini mungkin tidak akan baik-baik saja, sudah terlalu lama tidak main senjata-senjataan, sudah terlalu lama keluar dari mafia dan dia sudah terlalu tua untuk melakukan pekerjaan seperti itu, tapi malam ini dia harus melakukannya demi untuk mendapatkan kembali cucunya dan menyelamatkan Hayat dari Kalina dan seseorang lainnya.
Tuan All zigra mengambil resiko besar, di usianya yang jelas tidak muda lagi, tapi dia berharap semua pasti baik-baik saja dan dia berharap ini tidak akan menyulitkan dirinya ataupun Hayat.
*******
Gedung tua kosong,
pinggiran kota.
Tuan Ahem terlihat menyandarkan tubuhnya ke sebuah pohon besar yang ada di bagian sisi kanan bangunan tua tersebut di mana bola matanya mengintip dengan seksama apakah ada musuh yang ada di bagian tersebut, dia akan menyusun masuk dari bagian sisi kanan tembok bangunan itu secara perlahan, memastikan ada berapa penjaga yang berjaga dan apakah itu cukup beresiko untuk dirinya.
Laki-laki tersebut mencoba untuk mengatur detak nafasnya secara perlahan sembari dia memejamkan sejenak bola matanya, laki-laki itu mengeluarkan pistol dari pinggangnya secara perlahan kemudian dia mulai mengintip kembali dan memastikan tentang keberadaan para penjaga yang ada di sekitar sana.
Tuan All zigra berharap, Ahem menemukan keberadaan dirinya dan Hayat saat ini jauh lebih cepat dari yang dia harapkan, karena dia takut Hayat tidak dalam keadaan baik-baik, jika putra hanya mengetahui posisi tersebut bisa jadi putranya mengirim bala bantuan yang cukup menguntungkan dan Ahem bisa melenyapkan orang-orang yang menjadi musuh besarnya.
Kini laki-laki itu bergerak secara perlahan mencoba untuk memanjat tembok tinggi pada bangunan tua tersebut, meskipun sudah cukup tua, iya masih memiliki kekuatan ekstra untuk melakukan hal itu, bergerak hati-hati memanjang dan memastikan tidak ada kamera CCTV sama sekali di sana yang bisa mencelakai dirinya. Kemudian setelah berhasil naik dia mencoba untuk mengintip apakah ada seseorang di sana saat ini.
*******
Disisi lain.
Ahem terlihat terus mengajukan mobilnya di mana dia menggerakkan jari-jari tangan kirinya untuk beberapa waktu, kecemasan melanda laki-laki tersebut di mana dia berpikir kenapa terlalu lama menuju ke arah titik sasaran padahal dia telah melajukan mobilnya dalam kecepatan yang cukup tinggi.
Laki-laki tersebut terlihat begitu khawatir dengan keadaan dia cukup takut jika dia terlambat tiba di tempat yang seharusnya.
Ahem tiba-tiba saja ingat dengan sekretaris daddy nya, dia pikir apakah Enrico bersama daddy nya saat ini, sebab dia cukup takut dengan laki-laki tua tersebut yang bergerak tanpa pendamping sama sekali. Karena itu Ahem berusaha untuk menghubungi Enrico secepatnya dan ingin menanyakan di mana keberadaan laki-laki tersebut.
Tidak perlu waktu yang lama di mana panggilannya langsung tersambung dengan cepat.
"katakan pada ku, dimana daddy?," tanpa basa-basi laki-laki tersebut langsung bertanya dimana daddy nya.
Dia menunggu jawaban dari laki-laki yang ada di seberang sana untuk beberapa waktu. nyatanya dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban memuaskan seperti yang dia inginkan dari sekretaris daddy nya.
"Apa?," tanya Ahem dengan cepat.
"Lacak keberadaan daddy, coba mengejar langkahnya dan pastikan daddy baik-baik saja, aku khawatir jika gading melesat dan meluncur lebih dulu ke arah titik lokasi," lanjut laki-laki itu lagi .
Setelah berkata seperti itu ahem langsung mematikan panggilannya dan percayalah jutaan kekhawatiran menghantam dirinya saat ini ketika dia tahu daddy nya tidak ada bersama Enrico.
Ahem pikir apakah mungkin daddy nya bener-bener telah bergerak jauh lebih dulu daripada dirinya saat ini dan menyusul Hayat?!.
"No, please." Ahem membatik di dalam hatinya dengan perasaan gelisah dan seketika dia mencengkeram erat stir mobilnya dengan jutaan kecemasan yang mendalam.
"Jangan berikan kami ujian terlalu," lanjut nya lagi didalam hatinya.
Ahem benar-benar jadi semakin gelisah.
*******
Catatan \=
Yang mau kisah saudara laki-laki Ahem, Gao Han dan Ayana sahabat baik Hayat, bisa cari di ntun Mak yah ketik aja langsung sesuai yang dibawah.
******
...SEASON 1 MOMMY & DADDY GAOHAN...
...DI NOVEL...
...GADIS PILIHAN TUAN PENGUASA...
...Bisa klik profil outhor dan cari disana...
*********
Terdengar suara dentuman music di dalam klub malam paling besar di kota jakarta, ratusan pasang mata tampak asik menari dan meliukkan tubuh mereka di bawah tamaram lampu dan juga sinar kelap kelip yang menambah semakin panas suasana didalam klub malam tersebut.
Belum lagi hingar bingar suara orang-orang yang saling sahut menyahut, dentingan gelas minuman dan sesapan-sesapan menjijikkan di sekitar ruangan, aksi saling sentuh dan menautkan bibir di beberapa sudut bahkan juga suara-suara cekikikan para perempuan yang merayu lawan jenisnya.
Di sebuah sudut kursi sofa tampak seorang laki-laki dengan gerakan Santai menyesap habis minumannya, di kelilingi oleh banyak perempuan cantik dari berbagai ras di samping nya. Bagi nya dikelilingi oleh para perempuan semacam itu sudah tidak mengherankan. bahkan tidur dengan mereka pun bukan menjadi konsumsi yang tidak lazim, bagi dirinya itu adalah hal yang biasa, biasa karena tidak dia yang meminta tapi mereka yang merapat menawarkan diri dengan sendirinya kepada nya.
Wajah unik perpaduan aksen wajah Asia,timur tengah dan Eropa terukir jelas disana, sempurna bahkan terlalu sempurna untuk ukuran seorang perempuan zaman sekarang, dia benar-benar masuk kategori laki-laki Dengan bintang paling bersinar bagi seorang perempuan dijaman kini.
Sesekali laki-laki itu menghembuskan asap rokoknya, kembali meneguk minuman yang ada ditangannya lantas dengan santai mencium gadis yang ada disamping kanan Di mana dia duduk, kemudian menoleh ke sebelah kirinya,tampak seorang gadis cantik dengan perpaduan sempurna seperti wajah milik nya tampak sibuk memainkan hape nya sesekali laki-laki itu berbisik ke arah gadis itu entah soal apa, gadis itu pun balik membisikkan sesuatu kemudian dengan cueknya membuang pandangannya.
Seketika matanya memandang 2 orang kepercayaan nya yang berjalan dari ujung menuju tepat ke hadapan nya, Dia menaikkan alisnya dengan wajah garang, dia menebak siapa yang akan ditemui nya pasti menolah untuk datang
"Maafkan kami tuan, Dia menolak untuk melakukan pertemuan disini"
setelah menundukkan kepala mereka, salah satu berbisik karena dentuman suara musik terlalu memekakkan telinga jadi tidak memungkinkan untuk nya bicara dari arah depan laki-laki berkuasa itu.
Laki-laki itu dalam seumur hidup nya belum pernah ditolak oleh siapapun, bahkan dia bisa melakukan apa saja sesuai dengan kemauan nya, soal apapun itu selalu ada digenggaman nya.
mendengar penjelasan sang asisten pribadi nya jelas saja dia mengerat kan giginya, rahangnya mengeras Seketika dan bola matanya menggelap
Berani sekali dia
Mereka akan melakukan kerja sama untuk proyek pembangunan sebuah apartemen hunian di laut Jawa, kesepakatan itu telah di buat sejak bulan lalu antara Hillatop konstruksion company dan Abimayu angkasa konstruksi group tinggal menunggu tanda tangan kedua belah pihak untuk kerja sama nya sambil membicarakan soal kapan jadwal kesepatan pembangunan serta pemasangan batu pertama.
Seluruh urusan awal sang asisten yang mengurusnya, tapi menuju kesepakatan akhir tentu saja para pemimpin yang bergerak sendiri, bertemu muka dan menandatangani kesepakatan kontrak kerja sama nya.
Tapi baginya, berani sekali anak dari Abimayu group itu menolak tempat pertemuan yang telah ditentukan oleh nya.
pria dihadapannya itu adalah sang asisten pribadi nya, tampak mengeluarkan sebuah kertas kecil dan memberikannya pada laki-laki itu
Assalamualaikum ya tuan gaohan Hillatop, tidak bermaksud mengurangi rasa hormat karena saya telah lancang menolak untuk menemui anda di tempat seperti itu, tapi saya seorang gadis yang memegang prinsip agama, yang seumur hidup tidak pernah menjajakan kaki di tempat yang terlarang bagi Agama saya bahkan paling di benci oleh Allah dan orang tua saya. Kiranya tuan bersedia, tentukan lah tempat yang cukup layak untuk bertemu seorang gadis seperti saya,atau jika tidak saya yang InsyaAllah akan menentukan tempat mana yang pantas untuk kita berbicara 4 mata soal kerjasama kita. Kiranya anda berkenan bisa menghubungi saya di nomor ini 0852xxxxxxx
wassalamu'alaikum
salam hangat
Ayana Abimayu
seketika amarah itu tiba-tiba menyurut, rahang itu melembut dan mata gelap itu membulat bingung, dia fikir manusia macam apa yang menulis kalimat selembut ini padanya dan dia belum pernah bertemu manusia seperti itu didunia ini kecuali mommy nya Nadya
Dengan gerakan cepat dia melesat pergi meninggalkan semua orang disana, sang gadis cantik disebelah kirinya tadi mengerutkan dahinya, ikut berdiri dari duduknya sambil mencoba mengetik pesan untuk seseorang
"Brother melesat pergi dari klub malam, aku akan pulang sekarang mom, usahakan jangan aku lagi yang memantau buaya berhati es, aku benar-benar lelah mengikuti dia"
*****
Dia melesat pergi ke depan sambil melirik ke arah jam di pergelangan tangannya, tapi sejurus kemudian mengerutkan dahinya karena gadis disamping kirinya tadi Yang adalah sang adik mengikuti dia sambil sibuk mengetik sesuatu di ponselnya
"Membuat laporan sayang?"
sang adik berhenti, kemudian menaikkan bahunya
"Kamu tahu bukan? siapa lagi yang memberi perintah?"
gadis itu bicara enteng sambil menepuk-nepuk dada kanannya
"Mommy khawatir kamu akan bermain perempuan lagi sayang"
gadis itu berniat beranjak pergi, namun tiba-tiba dia berkata
"I know like father like son, but please... ingat jangan terlalu sering memainkan perasaan perempuan, dan hati-hati something kakak sendiri yang akan terbawa permainan"
setelah berkata begitu sang adik terkekeh, sejenak menatap ke arah belakang menatap sang asisten pribadi kakaknya
"Aku fikir sebaiknya tidak ada perempuan malam ini"
dia bicara menatap tajam ke arah laki-laki yang usianya mungkin tidak jauh berbeda dengan kakak nya itu
"Come sayang, jangan terlalu galak pada Zoe"
Gao bicara sambil menarik tubuh adiknya, mencium keningnya pelan kemudian berkata
"Kamu pasti lelah,pulang dan istirahat lah"
__ADS_1
"Ckckck masih memikirkan kondisi adik mu ini?"
dia mengejek, Setelah berkata begitu lantas memutar tubuhnya, berjalan kedepan Kemudian segera naik ke atas mobil yang baru saja berhenti tepat di depan mereka
Gao menyeringai, dia fikir makin hari adik nya yang satu ini kalau bicara semakin menyebalkan saja, berbeda dengan si adik satunya yang begitu lembut dan santai sama seperti mommy nya
Kemudian dia mengeluarkan ponselnya, mencoba mengetik no yang ada di kertas itu dan menghubungi nya
Fuckk you
umpat Gao, Berkali-kali dia menghubungi nomor perempuan itu sama sekali tidak ada jawabnya.
dia kembali melirik ke arah jam tangannya, pukul 22.40 malam
Jangan katakan ada manusia yang sudah tidur tenang di jam begini, karena waktu ini baginya masih terlalu dini
dia kembali menghubungi nomor itu tapi tetap sama sekali tidak di angkat, Seperti kebiasaan nya Gao jelas mengeratkan gigi grahamnya, wajahnya kembali mengeras dengan mata mulai menggelap
"Zoe"
dia berteriak kesal ke arah belakang
Sang asisten pribadi yang wajahnya tidak kalah dinginnya Seperti dia melangkah mendekat
"ya Gao??"
suara nya Terdengar berat, berdiri tegap seakan siap mendengar kan perintah dari sang tuan, bahkan perintah tersulit pun siap dia dengarkan dan lakukan
"Kembali ke apartemen sekarang, dan bawakan aku seorang perempuan"
Zoe menundukkan kepalanya
"Baik"
Dan perintah mutlak yang pastinya dengan tanda titik yang ditekan tidak akan bisa diubah bagaimana pun caranya.
24 tahun lebih mengabdi pada keluarga hillatop dan 10 tahun mengekor serta mengikuti Gao sang pewaris takhta hillatop tentu saja tidak muda, tapi kebaikan madam Nadya dan tuan All serta miss hessa membuat dirinya tidak pernah bisa meninggalkan keluarga hillatop, apalagi tangan pertama yang menyambut hangat diri nya dari keterpurukan dan jatuh luar biasa adalah madam Nadya, wanita luar biasa itu bagaikan ibu kandung untuk nya. tidak ada perbedaan yang terjadi dalam membesarkan dirinya antara memperlakukan Gao, Fry, zeline dan Dirinya.
Bahkan diam-diam allzigra menanamkan modal saham untuk nya, mempersiapkan masa depan untuk dirinya, memberikannya 1 perusahaan anak cabang di uni emirat Arab untuk dirinya dan boleh kapanpun dia ambil ketika dia siap memutuskan tali untuk mengekor mengikuti Gao. Tapi dia belum bisa menerima 1 pun kebaikan itu, baginya di perlakukan bagaikan anak kandung, di sekolahkan setara dengan putra putri mereka itu sudah sangat luar biasa, karena dia hanya perlu mengabdi saat ini dan sisanya akan dia fikirkan nanti.
Gao menghela nafasnya berkali-kali, mood nya yang baik tiba-tiba menghilang karena secarik kertas tidak berguna dan pertemuan yang dibatalkan. Dia memejamkan matanya sejenak di atas mobil, duduk bersandar sambil memijat kepalanya yang sedikit sakit
"Berhenti di Indomaret terdekat, aku butuh minuman dingin"
ucap Gao cepat pada Zoe
kemudian Zoe dengan cepat menepi berniat turun untuk membeli apa yang diminta Gao tadi, namun ternyata Gao dengan gerakan cepat mendahului Dirinya
"Kau tunggu saja disini"
setelah berkata begitu dia melesat turun dari mobil
Jelas saja sosok Gao menarik perhatian semua orang terutama perempuan, melirik sambil berbisik melihat kedatangan laki-laki dengan wajah yang tidak banyak dimiliki oleh orang lain, bahkan wajah asing untuk ukuran gadis Indonesia.
Beberapa teriakan histeris dan bisikan seakan tidak mau berhenti mengelilingi dirinya
Gao seolah menutup telinga, baginya hal seperti itu terlalu lumrah dan sering terjadi setiap kali dia berbaur di dunia luar sejak dulu hingga kini.
"Mbak bisa lebih cepat? teman saya menunggu di mobil, kami mesti buru-buru ke rumah sakit"
terdengar suara lembut namun dengan nada sedikit tergesa-gesa dari arah kasir ketika Gao selesai mengambil minumannya, dia mulai berjalan berlahan ke arah kasir untuk membayar
"Kembaliannya berikan pada antrian berikutnya"
kembali terdengar suara lembut itu
Gao melirik melihat sosok seorang gadis dari arah belakang, sosok itu menggunakan pakaian bertutup rapi menutupi semua lekuk tubuhnya, juga menggunakan penutup kepala yang entahlah apa namanya, biasanya orang-orang muslim menggunakannya fikir Gao, tubuhnya kecil, bahkan untuk ukuran tubuhnya mungkin gadis itu hanya sebatas dadanya, terlihat jelas dari jemari kaki dan tangan nya jika gadis itu pasti punya kulit yang begitu putih terawat, dia cukup penasaran dengan wajahnya, sesaat gadis itu berbalik dia hanya melihat bola mata indahnya dengan bulu mata lentik yang beberapa kali mengerjap membuat dirinya tergoda
Damn it
masker di wajahnya menghalangi Pemandangan
umpat Gao
dia penasaran bagaimana rupa gadis itu fikirnya
tanpa sengaja gadis itu menabraknya, Gao diam terus menatap gadis itu, entah barang apa yang di pegang gadis itu langsung berserakan begitu saja dilantai, dengan hati-hati gadis itu memungutnya, berdiri kemudian gadis itu mendongak kepalanya, menunduk pelan sambil berkata
"Maaf tuan, saya sedikit terburu-buru"
suaranya terdengar mengalun syahdu
"Ayana, cepat"
suara dari arah pintu masuk memekik nyaring
"Darahnya banyak banget, kita harus buru-buru menekan darahnya dan menuju kerumah sakit "
suara itu kembali berteriak melengking
Ayana? Ayana?
dia fikir pernah mendengar nama itu, dimana?
dan saat dia akan membayar minumannya, sang kasir berkata
"Sudah dibayar mister, oleh gadis sebelumnya"
Gao jelas mengernyitkan dahinya
What ??.
*******
The ritz Carlton
Mega Kuningan Jakarta


Gao duduk bersantai menyandarkan punggungnya di kursi sofa, dengan tangan kirinya menjulur sempurna disepanjang sofa, tangan kanannya tampak bersandar menyentuh pelipis kanannya, sedang kan kaki kanannya naik di atas kaki kiri sambil menggoyangkan-goyangkan kaki nya secara santai.
sebenarnya fikiran piciknya ingin menemui perempuan itu didalam kamar hotel, tapi negosiasi yang terjadi begitu sulit, perempuan itu punya segudang aturan berat, ditambah lagi bukankah dia selalu bermain halus untuk mendapatkan sesuatu yang dia anggap menarik? jadi kenapa dia mesti terlalu terburu-buru kali ini? bahkan dia saja belum melihat sosok asli perempuan itu, jadi kenapa dia mesti tergesa-gesa untuk hal yang seperti ini? fikirnya.
Dia tiba 15 menit dari jadwal yang mereka sepakati, cukup penasaran bagaimana rupa perempuan yang ada ditelpon itu. Sang asisten nya Zoe duduk tepat dihadapan nya sambil menghirup kopi secara berlahan.
Tidak beberapa Seorang perempuan yang usia sekitar 26 tahunan mendekati mereka, Gao menaikkan alisnya memandangi perempuan itu dari ujung kaki hingga ujung kepala, dia fikir apakah Perempuan ini? cukup cantik dengan aksen wajah Indonesia asli, tapi anehnya tidak terlalu membuat nya tertarik.
tinggi badan nya cukup proposional, wajah nya cukup cantik, tapi suaranya tidak selembut di telpon, terlihat jelas perempuan ini bukan type Orang yang lembut.
"Maafkan saya tuan, saya asisten pribadi Nona Ayana, saya rasa beliau akan sedikit terlambat karena terjebak macet"
O.. gao hanya menatap perempuan itu beberapa waktu kemudian membuang pandangannya
Rupanya bukan dia
"Kami akan menunggu Miss "
ucap Zoe pelan sambil berdiri dan meminta perempuan itu duduk disamping
tapi perempuan itu hanya menundukkan kepalanya, lantas menoleh ke arah pintu masuk depan.
"Saya rasa nona Ayana sudah tiba"
perempuan itu berkata cepat
sejenak Gao menoleh mencoba menatap kearah pandangan mata sang asisten perempuan yang dimaksud.Masih cukup jauh dari jangkauan, Tampak seorang perempuan berjalan kearah mereka, sangat lembut dan santai, dia menggunakan masker diwajahnya, Beberapa pelayan hotel memberi salam, gadis itu hanya menunduk sambil merapatkan kedua telapak tangannya, penampilan perempuan itu begitu sederhana namun terlihat elegan dengan caranya berjalan serta pembawaan nya, seluruh tubuhnya tertutupi pakaian panjang yang rapi, dan kepala nya ditutupi dengan kain yang di bentuk sedemikian rupa dengan sagat indah dan Gao fikir jika dia tidak salah namanya adalah hijab mungkin.
May be, yeah may be
sejenak langkah perempuan itu terhenti ketika dari arah samping kanannya muncul pria tua seumuran daddynya, ditemani beberapa orang disamping kiri kanannya berjalan semakin mendekati gadis itu. sejenak gadis itu berbalik sambil membuka maskernya, tapi sayang Gao masih tidak bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu.
Tidak lama sang pria tua merentangkan tangannya, perempuan itu dengan lembut masuk ke dalam pelukannya
What the hell?
simpanan nya?
sugar Daddy?
atau bagaimana?
fikiran buruk sedikit mencemooh muncul dalam kepala Gao, dia mendengus kemudian membuang pandangannya.
"Itu adalah tuan ardhan, pemilik Abimanyu group, ayah nona Ayana"
sang asisten mencoba menjelaskan dengan cepat ke arah Gao dan Zoe, takut terjadi kesalahpahaman pemikiran
Oh God
dia telah salah beranggapan fikirnya
"Apakah tuan juga membuat janji temu dengan tuan ardhan?"
perempuan itu bertanya sambil mengerutkan dahinya
"Nope, kami tidak membuat janji temu sebelumnya"
Gao bicara cepat kemudian kembali menatap sosok perempuan itu
sial lagi-lagi perempuan itu menutup wajahnya dengan masker, setelah pria tua yang katanya ayahnya itu pergi, perempuan itu beranjak kembali melangkah mendekati mereka, mungkin sekitar 5 meteran lagi perempuan itu benar-benar akan menghampiri mereka
tapi tiba-tiba seorang ibu-ibu menabrak langkahnya
Bugg
__ADS_1
praangggg
tampak barang yang dibawah ibu-ibu itu berhamburan ke lantai, dapat dilihat ekspresi kaget dari bola mata gadis itu
Gao membenahi posisinya, meletakkan kedua telapak tangannya di bawah dagunya
Let's we see apa yang terjadi berikutnya
ucap Gao dalam hati
semua orang tampak kaget, perempuan itu dengan cepat membuka masker di wajahnya
seketika bola mata Gao membulat
Oh suck...
umpat dia dalam hati
inikah gadis bernama Ayana Abimayu?
makhluk tuhan paling indah yang pernah dia lihat selama ini
wajah cantik nya begitu khas, sangat unik dan menarik,dengan kulit wajah putih mulus, senyum yang merekah benar-benar indah, begitu ramah dan... entahlah, usianya mungkin seumuran free atau zeline adik perempuan nya bahkan bisa jadi lebih muda lagi, bagaiamana dia menyebutkan nya? seorang gadis tepatnya, bukan seorang perempuan. Wajahnya memiliki pesona tersendiri, berbeda dari kebanyakan Perempuan yang dia temui, dia akui terlalu banyak perempuan yang cantik-cantik yang sudah dia tiduri tapi yang ini begitu unik dan menarik, yang dia yakini belum tersentuh tangan-tangan liar.
"Ya Allah astagfirullahhul'adzim"
si ibu-ibu bicara kaget, menatap bingung dengan semua makanannya yang berserakan kemana-mana
"Ibu nggak apa-apa?"
gadis itu bicara dengan lembut, meraih tisu di tasnya kemudian membantu membersihkan tumpahan makanan yang terkena pakaian ibu-ibu itu
"mbak bisa di bantu?"
dia bertanya lembut ke arah 2 pegawai perempuan, meminta mereka membantu membersihkan semua kekacuan, membisikkan sesuatu secara berlahan ke arah 2 pegawai tadi , mereka mengangguk-angguk kan kepala mereka kemudian dengan cekatan membersihkan semua kekacauan. gadis itu membawa ibu-ibu tadi ke arah meja dan kursi kosong yang ada disamping mereka, sambil tersenyum dengan sangat manis berkata
"Semuanya akan di ganti yang baru Bu, tunggu saja"
"Semuanya sudah di urus, ibu tidak usah khawatir soal bon nya"
"Subhanallah Alhamdulillah"
ibu-ibu itu entah bicara apa sedikit pun Gao tidak paham bahasanya
kemudian dalam hitungan detik gadis itu sudah berdiri di depan Gao, mata laki-laki itu terus menelisi sosok itu dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya
sosok itu benar-benar menggoda
bola mata indah itu beberapa kali berkedip, dengan bulu mata lentik hitam legam disapu eyeliner tipis di atas dan bawah matanya dan alis alami yang lebat serta hitam, bibir indah yang berisi apabila di sesap oleh dirinya jelas akan terasa nikmat, serta hidung yang mancung juga pipinya sedikit chubby,dan yang semakin menambah pesona gadis itu adalah barisan gigi putih Serta lesung pipi yang begitu manis disaat dia tersenyum.
oh come does he have to lose control now
(Oh ayolah apakah dia harus kehilangan kendali sekarang?)
ini benar-benar membuat dia gila, berhasrat dan ber gelo Ra tanpa sebab
ingin sekali dia menyambar tubuh gadis itu saat ini juga, menarik nya kedalam kamar hotel dan memaksa nya untuk ber cinta, membuat gadis itu terbang ke awang-awang, memberikan nya kenikmatan tiada Tara dan membiarkan gadis itu menjerit bahkan berteriak nik mat atas permainan nya.
"Mister? permisi tuan?"
tiba-tiba suara lembut Gadis itu membuyarkan semua imajinasi nya
Brengsek
umpatnya dalam hati
******
Ayana Dewi senyawa atau Ayana Abimayu putri ke 2 dari ayudia Dewi Senyawa dan ardhan cakra Abimayu, Seperti kata pepatah like father like A son,maka Ayana pantas disematkan kata like father like A daughter and like mother like a daughter. Dia memiliki sifat sabar,santun dan penuh perhitungan Seperti papa nya, juga mendapatkan sifat ceria, murah senyum dan pandai bergaul Seperti mamanya.
Selain pintar, Gadis cantik itu diberi julukan Putri Diana versi para pengusaha seantero Indonesia, gadis itu merupakan rekomendasi mutlak untuk disandingkan oleh orang tua para penerus para pengusaha Indonesia, Karena jiwa sosial nya yang tinggi serta selalu ada di acara amal-amal penting bersama tantenya byby anak seorang pengusaha China yang bergerak di bidang properti, istri sang paman Jerry Cakra Abimanyu sang perwira tinggi polri.
Namun sayang beberapa kali pinangan yang hadir selalu ditolak oleh gadis itu, hingga menimbulkan ke ciutan tersendiri bagi para pengusaha serta putra-putra mereka untuk merapat mendekati Ayana. Tapi tetap saja banyak Mak Mak pengusaha selalu mencari trik bagaimana caranya mengambil hati Ayana melalui sang mama yang terkenal luwes serta pandai bergaul.
Gadis itu bukan type orang yang pandai di ambil hati nya, meskipun ramah juga murah senyumnya,Ayana merupakan typekal orang yang sulit mempercayai orang lain,selalu awas dan berusaha menjaga jarak paling aman dengan yang bukan lawan jenisnya. Dia tidak suka masuk ke rana berbahaya atau bahkan mengambil resiko besar bersama yang bukan mahramnya.
Hidupnya selalu mandiri sejak kecil, menurun dari sang mama dan dia begitu mencintai music serta sangat suka bernyanyi,suara emas nya selalu dimintai hadir oleh banyak orang di tiap acara-acara yang digelar beberapa perusahaan tiap kali ada perayaan besar dan tetap suara emas itu menurun dari sang mama nya tercinta.
Dalam sebuah ruangan kantor yang luas, terdengar detak jarum jam yang terus bergerak memecah kesunyian, sang gadis cantik Ayana terus sibuk berkutat dengan banyak berkas di tangan nya, kemudian mulai menandatangani beberapa berkas yang telah di anggap sempurna. Saat dirinya sibuk menandatangani beberapa berkas, terdengar suara ketukan pintu dari arah depan.
"Masuk"
terdengar sahutan lembut dari bibir indahnya
seorang laki-laki berperawakan besar tinggi, dengan wajah tampan perpaduan bak oppa-oppa Korea dan Indonesia, dengan rahang indah serta bola mata hitam yang cukup menggoda iman para perempuan yang melihat nya, berjalan mendekati ayana dengan gerakan sangat santai dan penuh pesona untuk jutaan mata yang memandang, usia laki-laki itu sekitar 28-29 tahunan.
Seketika laki-laki itu mencium puncak kepala Ayana
"Assalamualaikum ya bidadari syurga Abimayu, masih sibuk sayang?"
laki-laki itu bicara sambil tersenyum lembut ke arah Ayana
"Wa'alaikumsallam Abang"
Ayana masih terus sibuk menandatangani Beberapa berkas di hadapannya tanpa berniat menoleh kearah Abang nya
"So? kita ngga jadi makan siang?"
Sang Abang, Hanif Cakra Abimanyu bertanya santai sambil berjalan ke arah depan, duduk di atas kursi sofa yang terletak tepat didepan kursi dan meja kerja Ayana.
"Tanggung ini bang"
jawabnya pelan
"Dek"
"he em"
"Abang berangkat ke Palembang besok"
sejenak Ayana menghentikan kegiatan, dia menaikkan sebelah alisnya
"Jadi?"
"Urusan dengan Hillatop company bisa kamu selesaikan sendiri?"
Sepertinya Abang nya seolah ragu melepas sang adik untuk bertemu dengan Gaohan hillatop, sebab desas-desus kurang baik soal laki-laki itu terdengar santer dimana-mana, kalau anak dari mister allzigra itu terkenal dengan julukan sang Casanova nya dan sedikit sulit tidak tergoda setiap kali melihat gadis yang jidad nya klimis sedikit saja.
Dan Ayana jelas bisa menjadi mangsa segar untuk ukuran seorang gaohan, meskipun dia tahu sang adik tidak mungkin masuk perangkap Sang laki-laki karena dia tahu betul karakter adik nya itu.
"Nggak apa-apa, insyaallah bisa Aya di selesaikan tepat pada waktunya"
Ayana bicara sambil tersenyum ke arah Abang nya
"Hati-hati dengan mister Gao"
'kenapa?"
Ayana bertanya sambil menyusun berkas-berkas nya, memasukkan kembali ke dalam map nya
"Pokoknya hati-hati saja, dia bukan type laki-laki yang cukup baik, andaikan tempat pertemuan nya terasa tidak masuk akal batalkan saja, cari tempat paling pantas untuk dilakukan antara laki-laki dan perempuan, meskipun kalian didampingi oleh sekretaris dan asisten masing-masing"
Ayana berdiri dari duduknya, berjalan mendekati abangnya
"InsyaAllah Ayana tahu batasannya, Abang"
kemudian senyuman nya mengamuk lebar, begitu cantik dengan lesung pipi yang menambah kesan keindahan di wajahnya
*******
Ayana mengerutkan dahinya lantas mengerjap kan mata nya beberapa kali saat melihat tempat pertemuan yang di rekomendasikan sang rekan bisnis hillatop company.
Apa tidak salah pilih lokasi ini mister?
tanya nya dalam hati
dia menoleh ke arah Kinan sang sekretaris nya, kemudian menoleh ke arah Mr. Zoe sekretaris juga Aspri mister Gao.
"Maaf, apalah mr. Gao tidak salah memilih tempat?"
tanya nya dengan suara lembut nya yang khas
Mr. Zoe tampak tersenyum, menggeleng pelan Kepala nya
"Ini benar Miss"
Ayana kembali mengerutkan keningnya, dia tampak berfikir
Memang tidak aneh pengusaha luar memilih membicarakan soal bisnis di tempat seperti klub malam, hotel atau bahkan tempat-tempat kurang lazim begitu, mungkin karena budaya hidup orang barat berbeda dengan budaya Asia.
Ayana menggeleng-gelengkan pelan kepalanya, mencari memo kecil milik nya kemudian mulai menulis di atas kertas memo tersebut
"Maafkan saya Mr, tapi saya rasa tempatbiti sedikit kurang pantas untuk saya datangi. sampaikan lah permintaan maaf saya, dan tolong berikan pesan ini pada Mr. Gao"
Ayana bicara sambil menyerahkan secarik kertas kenatah Mr. Zoe
laki-laki tampan berwajah kaku itu hanya menundukkan kepalanya, menerima secarik kertas yang di berikan Ayana kemudian segera keluar dari ruangan itu dalam hitungan detik diantar oleh sang sekretaris Kinan.
tidak lama terdengar suara ponselnya berdering kencang tiada henti, Ayana dengan cepat menyambar ponsel nya
"Halo Tante byby?"
"Ya?"
"Astagfirullahhul'adzim, Aya akan turun sekarang"
kemudian gadis itu tanpa fikir panjang menyambar kunci mobilnya melesat keluar dari ruangan itu lantas turun ke bawah dengan gerakan cepat dan sedikit panik
__ADS_1