Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Kesalahpahaman besar


__ADS_3

"Kapan terakhir aku bertemu ibu mu?," Grandma Hessa terlihat berpikir dengan keras, mengabaikan ucapan nya soal perjodohan yang di rencana.


"Aku pikir di satu acara keluarga jauh, All zigra dan Zuu tidak ada disana, kamu masih cukup kecil saat itu, ah tidak aku pikir sudah cukup dewasa." lanjut wanita tua tersebut lagi kemudian.


"Sayangnya saat Bii membawamu Nadya tidak pernah membawa Ahem ke manapun, Ahem bukan tipe laki-laki yang suka di bawah berbaur ke tempat keramaian itu cukup mempersulit anggota keluarga untuk membawa dirinya ditambah lagi dia tidak pernah pulang ke Indonesia sejak peristiwa pada masa lalu."


Mendengar ucapan grandma Hessa Hayat hanya diam, dia pikir karena itu dia tidak pernah kenal dengan Ahem, dia hanya tahu dengan kak Gao saja. Rupanya suaminya lebih memilih untuk menetap di luar dan enggan untuk berbaur bersama keluarga. Di antara semua kakak Nadine, dia hanya tahu Gao cukup baik, Zoe dia tahu tapi tidak terlalu paham, Ahem malah benar-benar tidak pernah melihat nya.


"jadi kapan kalian menikah?, sudah berapa bulan kandungannya?." Grandma Hessa menyentuh lembut perut Hayat dia bertanya sembari mencoba untuk merasakan bagian permukaan perut yang telah menonjol tersebut.


Mendapatkan perlakuan seperti itu seketika membuat Hayat sejenak terdiam kemudian seulas senyuman mengembang di balik bibirnya. Cukup tidak menyangka jika grandma ternyata begitu wellcome dan terbuka, sangat hangat dan tidak menampilkan rasa benci terhadap dirinya sama sekali. Bahkan melihat respon yang diberikan oleh wanita itu membuat Hayat menyimpulkan grandma Hessa merupakan tipe wanita yang tidak mau ambil pusing tentang segala sesuatu.


Dia sangat senang, itu artinya setidaknya kembali dia dan Ahem mendapatkan restu dari salah satu anggota keluarga Hillatop atas hubungan pernikahan mereka.


"sudah sekitar 4 bulan lebih atau 5 bulan yang lalu, kehamilan nya masih di trimester pertama, 3 bulan menjelang trimester ke dua, grandma." Hayat menjawab pelan pertanyaan dari wanita dihadapan nya itu.

__ADS_1


Mendengar jawaban yang dilontarkan oleh ayah membuat wanita itu mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Di trimester pertama jangan terlalu banyak berpikir dan jangan terlalu banyak mengalami stress." Wanita tersebut mengingatkan.


Dia diam sejenak, menatap kearah Hayat untuk beberapa waktu.


"Lalu katakan pada ku bagaimana dengan respon daddy dan mommy mu soal pernikahan kalian?." Wanita itu pada akhirnya bertanya dengan nada penasaran, ingin tahu bagaimana respon orang tua Hayat saat mengetahui pernikahan kedua orang tersebut.


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh grandma Hessa, seketika Hayat menundukkan kepalanya, dia meremas kedua belah telapak tangannya dengan gelisah.


"Wajar saja, daddy mu seperti nya masih marah dengan peristiwa masa lalu antara kamu dan Ahem di masa anak-anak, All zigra bicara dengan cara yang cukup keterlaluan, hingga membuat Zuu cukup sakit hati di buat nya." Ucap grandma Hessa Kemudian.


Dan mendengarkan apa yang diucapkan oleh wanita itu membuat Ahem dan Hayat sejenak diam dan saling menoleh.


"Apakah ada pembicaraan yang saling menyakiti soal masa lalu, grandma?." Pada akhirnya Hayat bertanya pada wanita tersebut.

__ADS_1


Dia tahu masa lalu bukanlah hal yang menghematkan bahkan dia sudah melupakan tentang perihal masa lalu yang terus menghantuinya sejak kecil hingga saat dia sudah dewasa. Tapi setelah bertemu ahem semua perihal ketakutan yang menghantui di masa lalu seolah-olah menghilang begitu saja, suami nya seakan-akan menjadi obat trauma untuk dirinya.


Hanya saja dia tidak tahu apa yang terjadi pada daddy nya dan daddy mertuanya, kenapa mereka menjadi begitu bermusuhan setelah tragedi hari itu.


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Hayat, seketika membuat nyonya Hessa menatap dalam bola mata perempuan tersebut.


"Kamu hampir mati pada masa itu sayang." Jawab wanita tersebut pelan.


mendengar ucapan grandma Hessa jelas saja membuat Ahem dan Hayat terdiam seribu bahasa.


"All zigra yang keras kepala menyakiti perasaan Zuu, dia bilang apa yang kamu lakukan untuk Ahem cukup sepadan untuk menebus cerita dan dosa masa lalu atas buyut Sherkan dalam tragedi kematian buyut Zahir.". lanjut wanita itu lagi.


"Padahal kisah masa lalu banyak yang berkata, itu hanya sebuah kesalahpahaman besar yang tidak pernah diluruskan oleh orang-orang terdahulu."


Seketika Hayat dan Ahem kembali saling menoleh antara satu dengan yang lainnya, mereka mengernyit kan dahi mereka dengan cepat.

__ADS_1


"Apa grandma tahu soal sejarah masa lalu?." Dan Ahem seketika melesatkan tanya nya.


__ADS_2