Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Masih dalam ketegangan


__ADS_3

Kembali ke sisi Hayat.


Perempuan tersebut berusaha mengatur dengan baik nafasnya saat dia sadar seseorang sudah masuk kedalam ruangan dimana dia berada, dari sedikit celah yang ada dia bisa melihat samar-samar gerakan seseorang di ujung sana. Dia bersembunyi di sebuah lemari besar berisi beberapa kain yang digantung disana, mencoba untuk tidak mengeluarkan deru nafas berat nya.


Seandainya saja dia tidak dalam kondisi hamil mungkin dia tidak akan serumit itu ingin bergerak, tapi mengingat kondisi nya saat ini Hayat harus menahan semuanya, tidak bisa tergesa-gesa bergerak dan melakukan hal ceroboh yang mungkin bisa membuat dia rumit dan terdesak atau bahkan celaka. Musuh yang dilihat jelas bukan musuh yang mudah untuk dihadapi oleh dirinya.


Perempuan itu menahan nafasnya untuk beberapa waktu, mencoba tidak bergerak di balik satu lemari yang isi nya banyak barang dan kain, mengintip melalui celah kecil untuk melihat pergerakan musuh yang terus mencoba masuk dan memeriksa ruangan tersebut.


Seorang laki-laki bertubuh besar tinggi tampak masuk kedalam dengan ekspresi seram nan suram, menyusuri ruangan sembari bola matanya mengitari ruangan tanpa henti.


Sejenak laki-laki itu menghentikan gerakannya, dia terpaku untuk beberapa waktu sembari hidungnya mencoba untuk mencium aroma yang ada di dalam ruangan tersebut. Sosok itu mengendus aroma di sekitarnya menandakan sebuah tatapan lapar yang penuh dengan emosional, tiba-tiba saja dia menyuntingkan senyumannya kemudian laki-laki tersebut berkata.

__ADS_1


"Bukankah ini aroma perempuan?," dia bicara sendiri sembari menatap ke beberapa arah, menaikkan ujung alisnya dan menampilkan satu ekspresi yang cukup mengerikan. Hal tersebut jelas saja membuat Hayat yang melihat laki-laki itu, ah tidak lebih tepatnya yang mengintip laki-laki tersebut seketika menelan salivanya. Dia pikir apakah mungkin saat ini dia ketahuan.


Hayat menggenggam orang kedua belah telapak tangannya dalam jutaan kekhawatiran, berharap sosok itu tidak melangkah mendekati bagian lemari yang dia memasuki saat ini, karena dia tahu biasanya di film-film televisi tempat seperti yang dia jadikan tempat persembunyian adalah tempat yang paling gampang untuk bisa ditemukan oleh para penjahat.


Tapi sepertinya harapan tinggal harapan, laki-laki tersebut awalnya bergerak menuju ke arah sisi kanan nya, membuka kasar lemari yang ada di sisi kanan dengan tidak sabaran.


Brakkkkkkk.


"Hellowww baby-," laki-laki tersebut bicara, mengeluarkan suara mengerikannya membuat Hayat cukup meremang di buatnya.


Hayat semakin menggenggam erat telapak tangan nya, cukup khawatir dengan keadaan.

__ADS_1


Entahlah apa isi di lemari bagian kanan yang jelas bisa didengar laki-laki itu sepertinya bergeser berbagai macam gantungan pakaian yang mengeluarkan suara berisik dan membuat seluruh isi ruangan tersebut menggema.


"Aku tahu ini aroma seorang perempuan," kembali laki-laki tersebut bicara sebagai penjaringan ketika dia tidak mendapati siapapun di dalam lemari yang dia datangi pertama.


Kali ini laki-laki tersebut menutup pintu lemari tersebut dengan cara yang begitu kasar.


Brakkkkkkk.


Bola matanya mengitari ruangan kembali, laki-laki tersebut menggenggam erat pistol yang ada di tangan nya, sambil kini tatapan nya tertuju pada sisi kirinya. Menatap kearah lemari yang berdiri kokoh di sana.


"Apa kau disini baby?," laki-laki tersebut kembali bicara.

__ADS_1


Hayat seketika menutup erat mulutnya, dia memejamkan bola matanya dengan jutaan kekhawatiran yang luar biasa.


"No,"


__ADS_2