Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Permintaan kakek buyut Hillatop


__ADS_3

Perjalanan menuju ke kediaman Ahem


Masih di Paris.


"Ada apa dengan bibi buyut tadi?." Hayat bertanya penasaran pada suaminya saat mereka sudah naik ke atas mobil, Ahem terlihat fokus mengendarai mobilnya dengan pandangan menatap fokus ke arah depan dan tangannya terus memegang setir mobil.


Hayat ingin tahu apa yang terjadi pada bibi buyut tadi, begitu dia keluar dan selesai bicara dengan kakek buyut tiba-tiba saja dia bisa melihat wanita tersebut terlihat begitu kesal dan marah besar kepada Ahem saat dia datang mendekati keduanya. bahkan wanita tersebut tampak sangat mengeram sembari mencoba untuk menjawab ucapan suaminya namun mengurungkan niatnya begitu wanita tersebut melihat dirinya dan kakek buyut.


Mendengar pertanyaan istrinya, membuat Ahem mengulum senyumannya, dimana laki-laki tersebut melirik sebentar ke arah istrinya.


"Tidak begitu penting, hanya tadi sekedar mengobrol bersama dan ada pembicaraan yang sedikit membuat bibi tidak menyukainya." laki-laki itu menjawab dengan cepat sembari dia kembali memfokuskan pandangannya ke arah depan.

__ADS_1


"Raut wajah bibi buyut terlihat kurang bersahabat." Ucap Hayat Kemudian.


"Bibi buyut memang seperti itu, mana pernah dia menampilkan wajah ramahnya pada siapapun." kembali Ahem bicara, kali ini kembali laki-laki tersebut melirik ke arah istrinya sembari satu tangannya menyentuh lembut puncak kepala nya.


Apa yang dilakukan Ahem membuat Hayat menganggukkan kepalanya, dan seperti biasanya dia selalu berdebar-debar saat Ahem menyentuh kepala nya, dia sangat suka jika suaminya begitu memperhatikan dirinya dan memanjakan dirinya.


"Hmmm baiklah, aku pikir sesuatu yang buruk terjadi." Ucap Hayat kemudian.


Mereka pada akhirnya diam tanpa mengeluarkan suara sama sekali untuk beberapa waktu dimana Hayat bergelayut pada pemikirannya dan Ahem fokus pada setir mobilnya pada jalanan. Cukup lama tidak terjadi obrolan di antara mereka hingga pada akhirnya Ahem berkata.


"Ngomong-ngomong apa yang dikatakan kakek buyut?," laki-laki tersebut lupa mempertanyakan hal itu karena istrinya bertanya soal bibi buyut tadi.

__ADS_1


"Apakah kakek membicarakan sesuatu yang tidak nyaman dan memberikan syarat yang berat? atau tidak memberikan restu pada kita?." Laki-laki tersebut melanjutkan pertanyaannya dengan rasa penasaran yang tinggi, melirik ke arah istrinya untuk beberapa waktu kemudian dia menunggu jawaban Hayat dengan jantung yang terasa tidak baik-baik saja.


Mendapati pertanyaan dari sang suami membuat Hayat melirik ke arah Ahem beberapa waktu, dia menelisik wajah suaminya itu sejenak, memperhatikan rahang kokoh sang suami dan raut wajah khawatir nya dengan seksama. Dia pikir dia mulai paham karakter suaminya tersebut setiap kali mengkhawatirkan sesuatu Ahem tidak pernah marah menggunakan mulutnya atau emosionalismenya melainkan laki-laki tersebut akan menampilkan raut wajah dan juga ekspresi yang cukup gelisah di dalam diam nya.


Hayat pada akhirnya menggulum senyuman nya kemudian perempuan itu berkata.


"Kakek buyut tidak seburuk yang kita bayangkan sebelumnya," dan perempuan itu memulai pembicaraan.


Mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya membuat Ahem mengernyitkan keningnya, sembari tangannya terus fokus pada setir mobil kali ini pandangannya kembali berpindah kepada sang istri untuk beberapa waktu dimana terlihat kerutan demi kerutan di atas keningnya tersebut, sejuta tanda tanya menghiasi kepala Ahem.


"Lalu?." Laki-laki tersebut bertanya.

__ADS_1


"Ada sebuah syarat yang harus kita lakukan untuk mendapatkan restu kakek buyut kedepannya." Lanjut Hayat lagi kemudian.


__ADS_2